Ahli Bedah Saraf dan Pecinta Literasi : Harvey Cushing
Mungkin ada yang kenal dengan beliau, mungkin pula tidak. Tapi bagi anda pecinta dokter-penulis-saraf, seharusnya mengenal beliau.
Beliau adalah Harvey Cushing, Profesor Bedah Saraf di John Hopkins Hospital, yang meninggal pada 7 Oktober 1939 lalu.
Pada kali ini, saya ingin bercerita sedikit mengenai sisi lain beliau. Bukan tentang kontribusi beliau mengenai teknik torniquet, cushing syndrome, cushing triad, dan lainnya, namun mengenai sisi lain kehidupannya yang membentuk dirinya.
Harvey Cushing ini rajin menyimpan spesimen dari otak. Setidaknya dirinya mempunyai sekitar 615 spesimen yang diambil oleh dirinya setelah operasi. Namun yang menarik adalah, beliau itu sangat senang menulis. Setidaknya dia menulis 1000 kata tiap hari, aku Dennis Spencer MD, salah satu penerus beliau.
Apa yang ditulis?
Semua. Semua info mengenai penyakit pasiennya. Bagaimana perasaannya. Bagaimana kelainan-kelainan yang dirasakan. Bagaimana bentuk dari semisal tumor yang ada di kepala. Semua beliau tulis dengan tulus, ditaruh di berbagai kertas yang ada di ruang operasi. Kadang dilekatkan pada spesimen yang telah diambilnya, entah itu tumor atau penemuan lainnnya.
“He is very passionate in writing” Itu yang saya tangkap setelah membaca biografi beliau beserta video dokumentasi beliau. Sejak kecil ia memang senang menulis diari dan menggambar gedung layaknya arsitek. Kebiasaan itu pula yang ia bawa sampai menjadi ahli bedah saraf; bahkan menulis cerita-cerita dari pasien-pasiennya. Jarang ketika itu dokter bedah yang senang menulis pengalaman-pengalaman pasiennya sendiri.
Ini yang penting. Sebenarnya, beliau pun tidak tahu apakah umurnya akan sempat mengkaji 615 spesimen otak ini. Tapi beliau tetap istiqomah mengumpulkan semua itu, karena beliau yakin kelak akan berguna untuk para penerusnya.
Maka itu pun terjadi.
Adalah Cushing Center , sebuah center pendidikan di Yale University yang menyimpan segala spesimen beliau, lengkap bersama segala tulisan beliau. 615 lebih spesimen beliau dipelajari oleh berbagai ilmuwan seluruh dunia dan menghasilkan penemuan-penemuan baru di bidang Neurosains dunia.
Saya menaruh hormat pada Harvey Cushing karena ketekunannya. Ingin sekali saya yang debu ini, hadir di ruangan itu melihat karyanya yang sekarang dipakai untuk menyelamatkan nyawa orang. Saya ingin ke sana, Yale School of Medicine, Connecticut, USA.
Bukan sekadar mengagumi, namun meneruskan perjuangan beliau.
















