SURAT TERBUKA
untuk: si (yang dahulu) berambut pirang dan tidak suka keramaian.
dari: si pengekor yang (juga) tidak suka keramaian.
sekiranya sudah sangat lama sejak kita berjumpa di Tokyo beberapa tahun lalu. bagiku, itu sudah sangat lama walau mungkin bagimu itu hanya sekejap mata.
mungkin ini akan terdengar aneh di telingamu, tetapi aku mencintaimu atau mungkin aku dengan teramat sangat mencintaimu. meski aku tahu kau tidak mungkin mencintai seseorang seperti diriku.
kalau kau butuh penjelasan, maka akan aku ceritakan mengapa aku sampai terpikat pada dirimu yang lebih suka menyendiri daripada harus bergaul dengan yang lain.
kita berada di posisi yang sama dengan pemimpin yang memiliki tabiat yang mirip; maka mereka kelak bisa menjadi pasangan serasi (jika ia bisa kau sebut pemimpin, maka kau bisa setuju dengan pernyataanku ini).
namun, kesampingkan mereka, surat ini kutulis untuk dirimu, bukan mereka. (sejujurnya aku sedikit tempramental jika harus membicarakan mereka sekarang, mereka sudah sukses di jalannya masing-masing; berkat dukungan kita).
beberapa hari yang lalu aku selalu melihat wajahmu di youtube, sementara aku membuat gambar yang menceritakan apa yang seharusnya kita lakukan jika kita berakhir bersama.
namun nestapa menghampiri, aku malu untuk sekadar menghubungimu. aku merasa tidak pantas jika dibandingkan dirimu yang masyhur dikenal banyak orang.
maka dari itu, aku mengirimimu surat terbuka lewat media yang tidak mungkin kau temukan (kecuali dirimu yang sibuk itu suka dengan hal receh seperti ini).
tidak banyak yang diharap dalam surat terbuka ini, yang aku mau hanya kau jadi milikku, terkesan memaksa karena aku benar-benar mencintaimu.
walau rasanya sadar, kau lebih tertarik pada si oranye yang ceria, yang kau harap bisa menjadi penerang hidupmu kelak. tetapi aku bisa menjadi penerang hidupmu yang jauh lebih baik dari dirinya, walau aku tak berambut oranye (bisa dinegosiasikan kalau kau menyuruhku untuk mewarnai rambut seterang itu).
rasanya lega bisa membuat pengakuan sepanjang ini, kelak jika kita bersama, akan aku buat lebih panjang dan lebih penuh makna. walau ku tahu dirimu tidak suka membaca tulisan, maka akan aku buat gambar paling menarik agar kau menaruh hati pada si pengekor ini.
sudahi sampai disini, rasanya isi hatiku siap keluar semua, namun tetap aku tahan sampai waktu yang tepat.
sampai jumpa di lain kesempatan, dan sukses selalu. aku selalu menunggumu di waktu senggang.
salam hangat,
k si pengekor.
[7:52 AM] ditulis saat aku sedang menyantap sup rumput laut.

















