“Apaan sih, jorok banget kostumnya”
Mungkin kita sering berucap seperti itu saat melihat badut-badut lucu dipinggir jalan
Yang terkadang memutar lagu dangdut, untuk menarik perhatian kita
Dibalik kostum jorok dan dekil itu
Ada seorang kepala keluarga yang berjuang menahan lapar dan haus
Ada seorang kepala keluarga yang menahan panasnya kostum yang dikenakan
Bahwa saat dia mendengar cemohoon kita
Ada rasa gelisah dan minder di hatinya
Haruskah dia mendekati kita untuk menghibur
Ataukah pergi agar tak lagi merasakan kecewa saat kita tak memberinya upah atas hiburannya yang biasa saja
Dibalik kostum yang menjijikkan dan dekil itu
Ada seorang kepala keluarga yang menopang kehidupan keluarganya
Yang mencari nafkah yang halal
Yang tidak mengemis meminta belas kasih
Yang masih berjuang meski hal yang dilakukannya sepele
Bahwa hatinya pun menangis
Melihat lalu lalang seorang ayah yang membawa anaknya berjalan-jalan sembari membelikan makanan dan pakaian yang mahal
Sedangkan dia hanya mampu membeli pakaian bekas dan sebungkus nasi
Yang bahkan masih harus dibagi lagi dengan saudaranya
Tahukah kita akan hal itu?
Tak bisakah kita sejenak saja menatap mereka?
Mereka datang bukan untuk mengemis belas kasih kita
Mereka hanya menghibur kita demi untuk sepeser rupiah yang entah kita berikan atau tidak
Tak bisakah kita memberikan sebagian berkah kita tanpa melihat bahwa hiburan yang diberikannya hanya biasa saja?
Mereka pun pantas membahagiakan keluarga mereka
Kita tak lantas pongah atas apa yang kita miliki saat ini
Sebab sangat mudah bagi DIA untuk mengambil segala yang kita perjuangkan
Kita tak lantas menjadi seperti mereka