“Bagaimana hubungan mau dipaksa langgeng, kalau usaha untuk mengonsolidasikan komitmen saja secuilpun tak pernah nampak?”
ㅡ Alvianydevy

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Germany

seen from Australia
seen from United States

seen from Colombia
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from Israel
seen from United States
seen from Iraq
seen from United States

seen from Brazil
“Bagaimana hubungan mau dipaksa langgeng, kalau usaha untuk mengonsolidasikan komitmen saja secuilpun tak pernah nampak?”
ㅡ Alvianydevy
Menariknya, meski tanpa rasa yang kembali menyapa, ternyata notifikasi pesan darinya berisi salam "apa kabar?", efeknya cukup kuat untuk dapat mengundang debar yang telah lama tak menjangkiti raga.
ㅡ Alvianydevy
Biar kutelisik lebih teliti tentang perbincangan para remaja perihal rindu yang berat. Jika kuajukan pertanyaan, "Bagian mana dari rindu yang berat?"
Sanggupkah mereka menjabarkan bahwasanya bagian terberat dari rindu ialah; Ketika kau mengharap rindumu ditebus tuntas olehnya, tapi realita berkata rindumu bahkan tak tersentuh sedikitpun olehnya.
ㅡ Alvianydevy
Terlalu naif, bilamana aku hanya sekadar mengemis sepercik perhatian yang dengan ikhlas kau sisihkan untukku. Karena sisi serakahku pun bersuara, menuntut benih-benih cintamu juga bersemayam di relung hati terdalam.
ㅡ Alvianydevy
Ada rindu yang mengharap temu Ada perih yang mengharap pulih Ada amarah yang mengharap reda Ada pergi yang mengharap kembali Ada kasih yang mengharap abadi
Dan, ada aku yang mengharap kita menyatu
Mereka takkan enyah dari sebuah pengharapan, sampai waktu yang kan menjawab; Kelak, harapan akan tergenggam tangan atau terlepas diiringi kekecewaan.
ㅡ Alvianydevy
Menariknya, meski tanpa rasa yang kembali menyapa, ternyata notifikasi pesan darinya berisi salam "apa kabar?", efeknya cukup kuat untuk dapat mengundang debar yang telah lama tak menjangkiti raga.
ㅡ Alvianydevy
. Aku, kembali terperangkap dalam kata yang terlanjur senyap dalam kisah yang terpenjara jarak dalam rasa yang kian berderap menyesak dalam air mata yang takmau lenyap Katakan padaku, tuan bagaimana caraku mengembalikan musim semi di dalam dadaku, jika badai yang tercipta dari pergimu itu tak juga berlalu waktu tak pernah mampu meredakan biru, meski angan telah hilang dibawa angin meski raga tak lagi mampu bertatap muka tapi masih saja ada, dirimu, dalam ruang-ruang kepalaku yang terlampau penuh. Tuan, aku kembali terperam dalam ribuan tanda tanya adakah nanti duka ini punya akhir? ataukah akan terus mengarus hingga sampai di titik nadir? akankah kisah ini tak pernah jauh dari getir? aku rebah, dari segala letih dan gelisah jogja malam ini, didekap sunyi dan masih selalu, disetubuhi rindu aku tak mengerti, mengapa Tuhan berkeras menempatkan aku pada posisi ini; mencintaimu penuh-penuh, sedang kau separuhpun tak pernah sungguh. Tuan, tak inginkah memesraiku sekali lagi? . . (Jogja, disuatu malam tanpa desah angin) . . . 📷 : @ottokim source pinterest #bahasapuisi #semestapuisi #nulis #sajakfebruari #perangkaiaksara #aksarakata #melodidalampuisi (at Special Region of Yogyakarta)
"Di sela rasa jenuh yang tak kunjung terbunuh, kuharap segaris senyumku mampu menyembunyikan keberadaanku yang berada pada level tertinggi dari tingkat kebosanan suatu hubungan."
ㅡ Alvianydevy