One for me too

#dc comics#batman#dc#dick grayson#tim drake#bruce wayne#batfam#dc fanart#batfamily



seen from China

seen from Germany
seen from Japan
seen from United Kingdom
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Italy

seen from Ukraine
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Yemen
seen from China
seen from Finland
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States
One for me too
JANGAN ADA CENGANG DI ANTARA KITA
Jangan ada cengang di antara kita.
Kesempatan yang mungkin nanti hadir
memunculkan kata-kata yang begitu satir
hingga tak ada lagi yang bisa diukir.
Jangan ada cengang di antara kita.
Pertemuan berikutnya pasti sedikit canggung
padahal dulu berdansa di atas satu panggung
sembari tertawa, kakiku kau injak tak terhitung.
Jangan ada cengang di antara kita.
Berapakalipun serpih kita bersihkan
tetap saja kita pecahkan segala hiasan
karena kita manusia yang paling akur dengan candaan.
Jangan ada cengang di antara kita.
Lagu lama iringi dua hati yang terpana
yang suatu saat bisa saling menghina
sebentar-sebentar renjana, sebentar-sebentar semenjana.
Jangan ada cengang di antara kita.
Bila tak ada lagi kata yang saling berbalas
harmoni hilang, masing-masingnya meregas
tidur berdua beda arah tak ada yang pulas.
Jangan ada cengang di antara kita.
Baik-baiklah mulai sekarang pada waktu
ialah sang penguasa temu
tak berhati pun rasa bagai batu.
Jangan ada cengang di antara kita.
Pada akhirnya, semua terasa begitu lengang
semua yang bisa mengingatkan terpaksa harus dibuang
kita dibawa terjun ke dalam jurang
karena lupa jalan pulang.
Jangan ada cengang di antara kita.
Jangan.
— Bandung, A.
Akur has to have one as well :D
Here’s Norin, by the time this gets posted he will already be a teen I believe
Akur
I was in a rebellious season in my life until one day I read a very powerful book. From there my relationship with God was reset. I started studying design thinking and learning to understand based on frameworks.
Kenapa aku mengusahakan sebegitunya untuk menjadi sehat jiwa? Sebab rebellious season tersebut melelahkan. Jenis lelah yang menguras habis seluruh energi sebab memposisikan diri bersebrangan dengan Tuhan dan menganggap-Nya memusuhiku.
Ternyata menenangkan akur dengan Dia. Ternyata Dia telah melakukan segala cara agar tidak menjadi asing dengan kita. Dia telah memberi tanda dalam berbagai "bahasa" agar kita dapat membaca. Kalau bisa bicara, langit dan bumi tentulah menjadi saksi bagaimana Allah menggunakan mereka untuk menunjukkan "bahasa kasih"-Nya.
Mungkin Dia sudah menjawab, tapi kamu aja yang nggak suka sama jawabannya. Atau, alternatif lainnya, surat Yasin mengajarkanku bahwa nggak semua hal butuh jawaban. Ia dimulai dengan huruf muqatta'ah yang merupakan huruf yang terputus/misterius. Pandangan ulama yang paling kuat tentang huruf ini pada akhirnya adalah, "Allah yang lebih mengetahui. Bahkan Maha Mengetahui."
Mungkin yang kita perlukan bukanlah jawaban melainkan sebatas kekuatan untuk melaluinya sambil meredakan pertanyaan-pertanyaan itu dengan "nanti Allah jawab di akhirat". Agar jangan sotoy dalam berjalan dan mau dimuridkan Allah.
Kita kadang sok-sokan jadi "maniak hikmah", tapi sering juga kita tidak temukan apapun di ujung pengalaman selain rasa sakit dan luka. Atau biasanya hanya kita temukan kemungkinan-kemungkinan yang barangkali kita ambil untuk menguatkan diri kita.
Dari surat Yasin, Allah mendidik kita untuk akur. Yang kita perlukan bukan pengetahuan dan pengendalian atas segala hal. Maka betapa indahnya, ketika kita terima dan ridha, mengizinkan Allah mengambil alih semuanya dan percayakan saja semua pada-Nya sebab Dia Maha Baik dan Maha Bijak.
Kalau kata Charlie Howell,
"To walk in forgiveness, you must forgive every time the memory comes up."
Aku nggak bilang itu mudah untuk dilakukan. Beberapa dari kita dihajar hingga babak belur oleh pengalaman yang mengerikan. Satu atau dua hal kecil saja dapat memicu ledakan di dalam diri. Bertahun-tahun kita holding our anger, our grudges, our bitterness, sedangkan para penyebabnya melanjutkan hidup dengan tidak bertanggung jawab.
Pak Marcus Stanley bilang bahwa butuh waktu lama untuk menyadari bahwa memaafkan mereka yang menyakitimu secara harfiah dapat menyelamatkan hidupmu. Dan pahamilah bahwa, hanya karena ingatan itu muncul dan luka itu terpicu kembali, bukan berarti kamu belum memaafkan. Memaafkan bukanlah hal yang sekali dilakukan, namun berjalan setiap hari.
Akurlah, redalah, teduhlah, ridhalah, dan bergembiralah. Sebab surga adalah tempat bagi orang-orang yang terluka.
— Giza, si senggol bacok dengan default sensitivitas lebih tinggi dari kebanyakan orang