
seen from Italy
seen from China
seen from Italy

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Italy
seen from United States

seen from Bolivia

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States
Un peu de bienveillance
Il existe des personnes qui ont fait le choix de servir le public, d’être au service des autres. Ils sont des personnes enseignantes, infirmières, fonctionnaires, pompiers, policiers, et agentes d’aide. Rien de spécial. Des personnes à qui nous pouvons reprocher en général les difficultés d’accès des services publics, des personnes qui font la différence dans la demande qui nous préoccupe. Être…
View On WordPress
Jadilah Baik
Pernahkah kamu merasa tidak dihargai? Pernahkah kamu merasa orang-orang di sekitarmu hanya memanfaatkan baik-mu untuk kepentingan mereka semata? Kamu tidak sendirian. Banyak orang di luar sana merasakan hal yang sama.
Altruisme berasal dari bahasa Prancis "autrui" yang berarti "yang lain atau orang lain". Kata altruisme pertama kali dicetuskan oleh seorang filsuf Prancis bernama Auguste Comte pada abad ke-19. Altruisme adalah perilaku manusia yang mendahulukan kepentingan orang lain di atas dirinya sendiri, yang merupakan kebalikan dari egoisme.
Manusia sejak kecil diajarkan untuk berbuat baik, menolong orang lain. Tidak bisa dipungkiri kalau cara kerja otak kita selalu bergerak secara otomatis untuk menolong orang lain. Tidak ada orang tua yang, "Tidak usah kau bantu saya. Tidak usah kau bantu dia. Kau cukup duduk di sana berurusan dengan mainanmu sendiri." Apakah ada? Saya kira tidak ada.
Seringnya kita, "Letakkan dulu mainanmu, sini bantu Mama/Papa." Hal ini selalu digunakan manusia dewasa untuk melatih anaknya mengembangkan altruisme. Melatih anak melihat prioritas, bahwa membantu orang lain merupakan prioritas yang lebih tinggi daripada bermain. Bermain adalah hal yang tidak produktif, hanya sekedar bersenang-senang melewatkan waktu luang. Menolong orang lain, sebaliknya adalah hal yang lebih berguna, membuat pekerjaan lebih cepat selesai. Padahal itu bukan pekerjaan kita.
Bolehkah kita menolak membantu dan tetap berfokus pada mainan kita? Pastinya tidak. Kamu akan dicap orang tidak berguna, tidak baik, tidak membantu. Hingga dewasa, itulah cara otak kita bekerja secara otomatis, baik terhadap diri kita sendiri maupun terhadap anak kita. Kita sudah terbiasa berpikir kalau membantu adalah hal baik dan itu kita terapkan kepada anak kita agar mereka menjadi orang baik dan kerap membantu orang lain.
Para ilmuwan mengelompokkan altruisme ke dalam beberapa jenis. Ada altruisme karena hubungan keluarga. Ada altruisme yang mengharapkan balasan di masa yang akan datang. Ada altruisme yang didasarkan adanya kesamaan minat, komunitas atau kelompok. Lalu ada altruisme murni, membantu tanpa pamrih, tanpa mengharapkan balasan.
Perlu diingat bahwa:
Segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik.
Bahkan obat yang menyembuhkan orang sakit, kalau dikonsumsi berlebihan malah menjadi tidak baik. Begitu juga altruisme yang berlebihan sering menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.
Beberapa orang mungkin suka membantu bukan karena niat, tetapi karena tertekan, cemas, takut dibilang tidak baik. Perasaan tertekan, cemas dan takut ini jika terus berlanjut terlalu jauh akan menjadi depresi. Ketika kamu tidak bisa menolak untuk membantu orang lain, pada satu saat kamu akan terlalu lelah dan kamu tetap mengatakan dalam hati, "Tidak apa-apa. Setidaknya saya tetap jadi orang baik."
Orang yang suka membantu kerap dimanfaatkan orang lain baik secara sengaja ataupun tidak disengaja. Kita membantu sekali, dua kali, orang memberi kita label "baik hati". Setelah kamu mendapatkan predikat tersebut, sekali saja kamu menolak membantu dengan alasan apa pun maka cerita yang beredar adalah, "Sekarang dia berubah, tidak seperti dulu."
Jangan takut untuk menolak atau berkata tidak ketika kamu merasa lelah atau sedang tidak ada niat untuk membantu orang lain. Sesungguhnya energi itu memang bisa habis. Energi kamu itu terbatas. Itu sebabnya kamu melihat kemampuan orang akan menurun di usia tua. Oleh karena itu, kamu harus mempergunakan energimu untuk kebutuhan dirimu sendiri.
Lantas apakah kita tidak perlu membantu orang lain? Kalau energimu berlebih tentu saja boleh, tentu saja membantu orang lain adalah hal yang bagus. Itu juga merupakan sebuah tabungan ketika di masa yang akan datang kamu memerlukan bantuan maka di antara sekian banyak orang yang pernah kamu tolong akan ada yang merasa hutang budi dan siap membantumu.
Image by jcomp on Freepik
Alangkah baiknya jika kamu tidak berulang-ulang membantu hanya segelintir orang yang sama tetapi bagilah sedikit dari kebaikanmu kepada lebih banyak orang. Mungkin sebagian orang hampir tidak merasakan bantuan yang tipis itu, tapi kamu juga tidak mau situasi yang telah kita jelaskan di atas. Situasi ketika kamu suka membantu maka orang akan suka meminta bantuanmu. Ketika kamu terlalu sering mengerjakan tugasnya maka itu akan menjadi kewajibanmu. Ketika kamu tidak melaksanakan kewajibanmu, maka dia akan mulai menganggap kamu bukan lagi teman yang bisa diandalkan. Kemudian dia akan menjauh darimu.
Kamu tidak memerlukan validasi orang lain. Kamu bisa menilai dirimu sendiri berdasarkan pengetahuan yang lebih luas, bukan hanya pemikiran segelintir manusia.
Teman sejati akan introspeksi diri dan sadar kalau dia sudah terlalu banyak merepotkan kamu. Mereka yang menjauh darimu, berterimakasihlah kepada mereka karena kini engkau bebas.
Tetaplah menjadi baik. Ingat kata "menabung" di atas? Bukan berarti orang yang kamu tolong "wajib" menolong kamu di kemudian hari. Pikiran seperti itu adalah altruisme yang mengharapkan balasan, ada niat tertentu di balik bantuan yang kita berikan. Kembangkanlah Altruisme Murni, membantu tanpa pamrih, tanpa mengharapkan balasan. Dunia bekerja dengan caranya sendiri. Anda akan mendapatkan pertolongan ketika Anda membutuhkannya.
La voie de l’expérimentation
Il n’est pas nécessaire d’y croire, juste à en faire l’expérimentation. Juste faire une pause dans sa vie et pratiquer un changement d’état d’esprit. Ce n’est pas grave si cela vous semble futile, il s’agit juste de faire cette petite expérimentation. Pendant que les pensées se bousculent dans l’esprit, concentrez-vous sur un état d’esprit bienveillant, voulant le bien d’autrui, inspiré d’une…
View On WordPress
Invitation aux changements.
accepter aide améliorer analyse anxiété apaisement apaiser bien-faits bien-être bonheur Burn-…
View On WordPress
"D’une manière plus générale, ce souci de la communauté humaine est une dimension essentielle de la pensée et de la vie philosophiques. Socrate, dans l’Apologie de Platon, insiste beaucoup sur le fait qu’il néglige tous ses intérêts personnels pour s’occuper uniquement des autres."
Pierre Hadot, La Philosophie comme manière de vivre, 2001.
Sciences et spiritualité : 8 mystères
Y’a t-il un lien entre la science et la spiritualité ? La science et la spiritualité peuvent-elles s’unir et se rapprocher ? Dans cette vidéo, Sébastien nous propose 10 réflexions sur la spiritualité et les effets qu’elle a sur le Monde. Méditation, altruisme, rayonnement, amour…quels sont les bienfaits de la spiritualité sur notre corps et notre bien-être en général.
View On WordPress