Mons perduts d'Asgard, per John Howe.

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Argentina

seen from United States
seen from Hungary

seen from Germany

seen from United States
seen from Egypt
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from Hungary
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China

seen from United States
Mons perduts d'Asgard, per John Howe.
Melem ini aku mendapat inspirasi untuk menggambar, salah satu cara mengatasi kegabutan yang sudah menumpuk. Tetiba aku ingat kata-kata emak, “Kita itu udah jelek dimata orang lain, mereka dibelakang kita gak suka !”.
WHY? beberapa hari lalu aku juga merasa tertampar, setelah pertemuanku dengan salah satu saudara yang memang sudah lama tidak bertemu, juga jarang berkabar. Ya, semenjak aku menikah. Dulu sering bercerita, curhat bla...bla..
Setelah pertemuanku itu, aku kaget dengan status WA yang ia pasang. Isinya tentang kuotes semakin tinggi pendidikan seseorang tidak menjamin dia sopan. Begitulah inti sarinya. Memang sih dalam kuotes bergambar itu, ia menyisipkan kalimat sebagai pengingat diri sendiri. Tapi kenapa timing nya pas aja setelah kita tidak bertemu lama. Mungkin hanya overthingking ku saja abaikanlah..
Itu hanya sebagian kecil, beberapa kali juga aku merasa bahwa banyak orang yang tidak respect. KAMU BUKAN SIAPA-SIAPA. itulah yang saat ini aku sadari. Aku terlalu menarik diri pada sosial. Tidak bergaul. Tidak ramah. Tidak menyapa. Dan masih banyak tidak-tidak yang aku lakukan. Sejujurnya aku sudah malas dengan drama didunia ini. Semua orang dituntut untuk pandai bersandiwara. Termasuk aku. Begitu juga dengan orang-orang disekelilingku.
Kami semua menggunakan topeng. Aku ingin mengakhiri semua sandiwara ini dengan menjadi dan menampilkan diriku yang asli. Tapi aku terlalu pengecut untuk melakukan itu. Ya setidaknya sih..aku sudah mengurangi untuk tidak ikut berpendapat ketika diajak bergunjing. Aku menahan diri untuk membahas, mengomentari, ataupun menambahi kritik orang lain dibelakang mereka. Ups..lupa deh kalau dibelakang bukan kritik namanya , tapi ghibah.
Begitulah representasi dari gambar yang secara tiba-tiba ingin ku gambar. Jauh dari kata sempurna, tapi semoga pesan dari gambar tersebut tersampaikan.
See ya bye!
Sering banget berasa ansos karena orang bilang ketemu dan nyapa tapi akunya gak denger. Sebenernya bukan ansos tapi kalau lagi sendiri apalagi di keramaian otak suka riuh sendiri sampe gak denger apapun di sekitar :")
17 November 2021 | bisikkata
I bet no one here are smiling, except those are all fake
Lagi lagi cemas
Hari ini rasanya masuk pada fase puncak kecemasan. Sebenernya aku juga nggak paham kenapa bisa secemas ini padahal semua berjalan baik-baik saja.
Mungkin memang aku bukan orang yang bisa beradaptasi dengan cepat. Aku jelas tau itu.
Tapi sepertinya sekarang aku sadar. Bahwa mungkin selama ini aku mengandalkan kenyamanan atau kebahagiaan pada orang lain.
Dan ketika aku benar-benar dihadapkan pada kondisi tak memiliki siapapun, kecemasan itu membuncah dan rasanya sesak sekali.
Aku selalu setidaknya punya beberapa orang walau tak banyak yang selalu bisa menemani di saat aku butuh. Tapi sekarang aku sadar bahwa tak ada lagi. Sekarang aku harus berdiri pada kakiku sendiri.
Mungkin perjalanan ini ingin mengajariku untuk tidak meletakkan kebahagiaan pada eksternal atau hal-hal yang tidak bisa kita kontrol. Jangan lupa belajar untuk bahagia dari dalam dirimu sendiri, jadi apapun yang terjadi pada lingkunganmu tak akan mempengaruhi bahagiamu.
It's hard. Sometimes I need people to support. But I guess I have to stand fully with my own from now on :)
29 September 2020 | bisikkata
Cuti hari ni buka nota2 Ansos. Tulis balik apa yang terlupa. Kita manusia seringkali terlupa itu biasa. Road to Final Exam sidang 2016/2017. #ansos #antropologidansosiologi #universitisainsmalaysiapenang #pusatpengajiansainskemasyarakatan #pusatpengajianpendidikanjarakjauh #perpustakaanhamzahsendut #studysmart #studyforfinalexam (at Perpustakaan Hamzah Sendut USM Penang)
Hoodie : ANTI SOCIAL SOCIAL CLUB
Tingkatkan Kapasistas Pengurus, PMKRI Gelar Ansos
Tingkatkan Kapasistas Pengurus, PMKRI Gelar Ansos
Ketua PMKRI St. Efrem Jayapura Simon Petrus Bame – Jubi/Hengky Yeimo
Jayapura, Jubi – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Efrem Jayapura menggelar analisis sosial (ansos) dalam rangka meningkatkan kapasitas pengurusnya.
Ketua PMKRI St. Efrem Jayapura Simon Petrus Bame mengatakan kegiatan itu digelar sebagai bentuk perwujudan Ajaran Sosial…
View On WordPress