Nyari toko kuaci. Sebelah mana ya? . . . #apadeh
seen from China
seen from Belgium

seen from Germany
seen from Belgium

seen from Philippines
seen from Malaysia

seen from United States
seen from China

seen from Canada
seen from Belgium

seen from China

seen from Spain

seen from China
seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from China

seen from Belgium

seen from Australia
seen from China

seen from United States
Nyari toko kuaci. Sebelah mana ya? . . . #apadeh
Ahh tatapanmu masih saja menawan.. Boleh aku menjadikannya sebagai tawanan? 🙈🙊 . . . . #apadeh #geje #absurd #dikeretagakbisatidur #abaikan
I never forced to smile. But when I do, I'm the flawless of them all😈 #JustKidding #apadeh
Aku Tidak Makan Malam Ini
Kepala berat Pikiran penat
Hari rusuh Otak penuh
Muka kusut Hati kalut
Jgn paksa, Aku tidak mau makan malam ini Aku mau secangkir teh hangat (manis) saja
Atau segelas susu Sama kamu
Dear (You)dhitya
Tak ada yang sia-sia dari segala takdir Allah. Termasuk pertemuan kita kurang lebih sejak satu tahun yang lalu.
Kamu menyenangkan. Dari setiap obrolan kita tak luput satu hal pun yang ku lupa. Aku sangat ingat kala itu kau menghampiri ku untuk sekedar mengisi kekosongan jam sibuk mu. Aku yang sedari awal hanya mengetahui nama mu, kala itu menjadi tahu akan semua dunia mu, dengan ringan kau menceritakan semua keseharian mu termasuk kesukaan mu. Memutar playlist mp3 pada iphone mu dan membicarakan isi dari lagu-lagu tersebut yang tak begitu ku perhatikan karena kesibukan ku, ahaha, tapi dengan cuek nya kau tetap bercerita, sesekali aku mengangguk dan berkata iya saja :D.
Dunia mu tak begitu jauh dengan ku. Berada dalam 1 circle yang sama menjadikan ku ingin selalu bercerita dengan mu. Semakin hari kutemui kesamaan yang ada, ku tersenyum pun merasa bahagia, ahaha, lucu memang macam abege saja. Oiyaaa, ternyata kita sama-sama suka telur dadar :)
Mungkin, sejak itu kita merasa inilah waktu akhir dari pencarian. Terus berada pada zona ternyaman, hingga lupa bahwa pada setiap kesamaan terdapat perbedaan :(. Menurut beberapa pendapat oranglain, justru dengan perbedaan lah segala sesuatu akan menjadi baik jika disikapi dengan benar tentunya. Tapi bagaimana jika perbedaan yang kita alami sangat begitu prinsip?. No excuse ! No tolerance ! Tidak memungkinkan untuk dicari titik temunya. Kecewa pada Pemilik Semesta? Sedih? Menangis? Ah sudah kualami, pun dengan kamu. Semenjak mengetahui hal itu, tak se-intens lagi kita bertukar cerita. Merasa ada yang hilang. Kenyaman yang pernah dirasa hilang begitu saja. Ternyata Pemilik Semesta tidak sependapat :’)
Tapi kita sadar, segala takdir Allah adalah yang terbaik. Mencoba berpikir kembali jika bersama pun walau hati merasa bahagia, namun tidak akan bahagia. Perlahan menerima semua ini hingga hilang rasa nyaman yang sebelumnya pernah kita rasa :’). Sampai beberapa waktu kebelakang kau coba menyapa ku. Agak sedikit canggung, tapi bisa ku atasi, pffft.
Kali ini kita lebih berhati-hati dalam canda dan cerita karena ada rasa yang harus kita bentengi :’). Aku selalu berdo’a untuk kebaikan mu dan ku tau kau pun melakukan hal yang sama. Saat ini berteman dengan mu pun sudah cukup menyenangkan.
Untuk pertemuan kemarin dan pertemuan-pertemuan selanjutnya yang tidak mungkin dihindari, kita akan tetap berteman dengan baik tanpa ada yang harus dipikirkan lagi :). Kita sama-sama paham bahwa tidak ada yang salah dengan takdir Allah.
Kamu pasti baca ;D
Dan bila hal itu tiba, aku berdoa untuk selalu ada. Karena, tak semuanya punya gerhana.
- rhythm of words -
Serenity
Tentu Kita bisa mendapatkan ketenangan dengan beribadah.
Tapi kadang kita butuh cara lain juga, tiap orang memiliki caranya sendiri untuk mendapatkan suasana dalam kedamaian dan ketenangan.
Kadang kita mencoba dengan memandang sepanjang lautan, mendengar irama debur ombak, ikan-ikan kecil. Sejenak melupakan urusan dunia yang berat
Kadang kita menuju puncak bukit sudut kota dengan memandang bangunan-bangunan sepanjang jalan di bawah. Sejenak mengingat bahwa kita tidak sendiri.
Kadang kita mencoba menenangkan diri kita dengan menuju sudut-sudut kota yang lebih sepi, perkebunan, peternakan sapi dengan lonceng-loncengnya, Hutan Kota yang masih perawan tanpa sentuhan ‘Perawatan’ Pemerintah. Sejenak menenangkan jiwa, menjadi angin dan bersatu dengan alam.
Kadang kita berani mencoba dengan sedikit melanggar hukum, lebih modern. Hanya dengan kendaraan roda dua, MP3 Player dengan headset. Berkeliling kota dengan kecepetan rendah dibawah 20-30km/h, Volume Full dan musik yang bermain secara acak. Sejenak menghilang, seakan tanpa beban dan berjalan tanpa arah tujuan, betapa muaknya kita dengan dunia, sedikit lebih egois.
Dan yang terakhir, yang baru kali ini kucoba adalah menenangkan diri dalam keramaian, mendamaikan diri dalam keributan.
Aku mencoba mencari suasana seperti itu, tempat-tempat ramai seperti Pasar Tradisional, berjalan menyusuri jalan-jalan pasar dengan keributan bermacam pedagang yang berteriak tanpa lelah menawarkan dagangannya, Juru Parkir Tua meniup peluit mengarahkan kendaraan bandelnya.
Berbagai ekspresi mereka beragam yang kemudian menyadarkan, bahwa masalah perasaan yang egois menggerogoti kita tidak ada apa-apanya dibanding berusaha untuk sebuah tanggung jawab.