Sebagian orang memilih untuk memendam apa yang kepalanya ingin dia utarakan. Sebagian memilih untuk menjadi orang yang paling mudah mengatakan apa yang ia mau. Sebagian memilih untuk menjadi penonton saja. . Dari sebagian itu ada yang hidup dalam kegelapannya sendiri. Kadang menyalakan lampu satu per satu untuk mengusir yang membuatnya sesak. Semakin terang lampu yang dia nyalakan, justru semakin gelap ruangnya. . Definisi gelap baginya bukan lagi tentang tentang hitam tanpa ada yang terlihat sama sekali, melainkan tentang hidup yang berjalan dengan luka terpendam. Karena ini aku kadang malas mendengarkan kisah pilu orang lain, menambah depresi saja. Menambah beban pikirannya, hidup sudah cukup gelap dengan atau tanpa kisah pilu orang lain. . Tapi... mungkin bagi mereka, pendengar adalah satu dari sekian banyak lampu yang bisa menerangi kegelapan yang dia ciptakan. Mencari tahu apa yang seharusnya tidak ia ketahui, menemukan jawaban yang bahkan tidak pernah ditemukan semasa hidup. Pendengar adalah cahaya bagi mereka yang hidup dalam gelap. . Orang normal akan berpendapat, "jika terlalu gelap, nyalakan lampunya", tanpa mereka sadari cahaya juga bisa redup. Makanya mereka yang hidup dalam gelap berusaha menemukan cahaya yang bisa meneranginya cukup lama. Setidaknya mempertahankan pikirannya tetap tenang, senyumnya tetap terlihat, dan ada alasan yang masuk akal dia tak perlu menghilang. . . . Gw gak tahu kenapa a piece of your mind ratingnya tidak begitu baik, padahal ini lebih hangat dibanding dramanya mas pemilik toko buku. . . #isifeedlagiyeaay #isitumblrlagialhamdulillah #tulisannyaarin #random #apieceofyourmind #fotodaripotongandramaini https://www.instagram.com/p/B_PWim9pZCr71p7sJdBU8f61JBGH17TtzEiy_I0/?igshid=4bjasclvtlv