Di sebuah perempatan jalan, banyak kendaraan yang berhenti karena terpaku aturan lampu merah. Suatu kepatuhan yang harus dijaga dan jika diabaikan maka entah keburukan apa yang terjadi. Berhenti karena menghargai apa yang sudah ditetapkan, mengabaikan sama saja menyakiti diri dengan adanya kejadian kecelakaan. Nahas sekali, jangan sampai itu terjadi.
Satu hal yang membuat raga sakit adalah menyakiti diri sendiri. Segala perbuatan yang kita rakit dalam kehidupan sehari-hari menjadikan boomerang bagi diri kita sendiri. Semuanya terlihat dari bagaimana kita merespon orang lain dan bagaimana respon orang lain terhadap kita. Benar, jika orang lain tidak merespon kita dengan baik. Cepat sadar, kita perlu mundur perlahan dan mulai menjaga jarak.
Dengan kata berhenti, gak semua keadaan jadi mati. Perasaan gak mati, mungkin perasaan perlu berhenti dulu. Berhenti diperlukan biar rehat dan bisa melanjutkan dengan langkah yang lebih mantap. Apakah keputusan yang diambil sudah benar atau justru salah? Sering kali pertanyaan itu kita tanya balik ke diri. Sesuatu yang perlu kita jawab berdasarkan logika serta hati yang sedang bingung. Setidaknya, setiap manusia menyadari setiap langkah yang diambil sebelum semuanya berakhir. Makanya berhenti dibutuhkan, seolah-olah ngasih jeda ke raga biar keputusan yang diambil gak salah kaprah.
"Kayanya, aku harus berhenti dulu. Ini otak udah muak liat tugas setumpuk."
"Coba kamu berhenti merokok biar sadar seberapa sayang ke diri kamu."
"Berhenti menyakiti diri sendiri, jangan bikin rusak kehidupan."
"Susah baget, sehari saja berhenti untuk gak memikirkan dia terus. Kenapa sih dia ada terus di pikiran?"
Masih banyak pernyataan maupun pertanyaan lain yang terlontar dari berbagai mulut manusia. Semuanya tertuju pada satu kata yaitu berhenti. Berhenti untuk memperumit keadaan. Berhenti dilakukan agar kita lebih mencintai diri sendiri. Kasih ruang kalau memang raga butuh berhenti biar masalah terobati.
Berhenti. Beri ruang imajinasi. Meluruskan keputusan yang tidak membaik. Memberi bukti bahwa akal kita berjalan. Mencari celah supaya kita berubah. Dengan berhenti tandanya kasih ruang ke diri sendiri.
---jadi, sudahkah berhenti untuk tidak menyakiti diri sendiri?