Andai Tuhan Kabulkan Semua Doa..
Sebagai orang ber-Tuhan, kita sering memohon penyertaan dan berkat-Nya. Kelancaran pekerjaan, kemakmuran, kebahagiaan, dan berbagai hal kita minta. Ada yang dikabulkan, banyak juga yang masih terus kita bawa dalam doa. Bagaimana bila semua tiba-tiba terwujud?
Mungkin kita ingin kuliah di jurusan dan universitas pilihan. Bekerja di perusahaan paling terkenal. Kaya-raya dan punya pasangan sempurna. Semua keinginan tadi kita bawa dalam doa. Kita bisikkan dengan penuh kekhusukan.
Banyak yang kecewa ketika harapannya tak terwujud. Sudah didoakan bertahun-tahun, anak tak kunjung datang. Rosario atau tahajud tanpa putus, pasangan tetap main tangan. Beramal dan berbagi pada orang miskin, rejeki tetap sulit. Lama-kelamaan, iman menipis dan hati mempertanyakan Tuhan.
Jika Tuhan memang baik, mengapa Ia tak mengulurkan tangan?
Jika Tuhan memang ada, apakah penderitaanku tak menyentuh hati-Nya?
Kita mulai memalingkan diri pada kesenangan duniawi. Buat apa berdoa, kalau aku bisa dapat harta dengan memainkan angka? Untuk apa punya Tuhan, kalau aku bisa punya banyak pacar dengan bermulut manis? Mengikuti nafsu jadi pelampiasan dalam hidup yang sulit. Bahagia sesaat tak mengapa, ketimbang hidup lurus malah terus dicurangi, tak pernah dapat imbalan.
Begitu banyak orang yang tersesat karena selalu berharap semua doa-Nya didengarkan dan dijawab oleh Tuhan. Pernahkah Anda bayangkan sebuah dunia di mana Ia mengabulkan semua pinta manusia?
Orang-orang akan mati karena didoakan oleh musuhnya. Bisnis-bisnis tutup karena disumpahi pesaing. Pasangan-pasangan pisah karena orang ketiga yang iri. Politikus makin kaya-raya dan menyalahgunakan harta serta kuasanya. Dunia akan kacau karena permintaan-permintaan manusia bejat.
Lebih parah lagi, dalam sekejap dunia akan dipenuhi orang bengis. Mereka yang baik mungkin kena penyakit, tulah, dan berbagai kemalangan karena didoakan para penjahat. Semua mati, lalu tersisalah para penjahat yang menguasai bumi.
Untunglah Tuhan tidak seperti jin yang akan mengabulkan tiga permintaanmu. Ia lebih tahu apa yang baik untuk manusia. Dengan cobaan, kita diasah agar lebih kuat. Dengan kegagalan, kita diminta berjuang dan bersabar. Dengan tangisan, kita diingatkan boleh bersedih dan istirahat sejenak sebelum bangkit lagi.
Kebahagiaan dan hasil instan jelas bukan solusi yang baik. Seharusnya, dalam doa kita bukan hanya bicara, tapi berikrar dan berjuang semaksimalnya. Sisanya? Kita percayakan pada-Nya.
Berdoalah bukan agar semua harapmu terkabul, tetapi untuk kebijaksanaan. Mintalah panduan untuk mengambil keputusan, ketekunan untuk berjuang menggapai impian. Teruslah berdoa demi menjadi manusia yang lebih baik, bukan semacam menggosok lampu ajaib lalu merengek minta semua dikabulkan.
Semoga kita menjadi pendoa yang baik. Semoga doa-doa kita bukan hanya terucap, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Semoga harapan-harapan terwujud di waktu yang tepat ketika kita telah siap.