Sepeda yg teronggok lama dan tertunda-tunda declutteringnya. Akhirnya hari ini diiklankan di facebook. 15 menit berselang, pembelipun deal untuk check out. Satu jam kemudian, pembeli sudah sampai di rumah kami untuk mengambil sepeda.
Di tengah terik siang yang membara, si pembeli yg seorang bapak² melaju dari Sragen menuju Solo. Sesampainya di rumah kami beliau berkata dg senangnya
"Beliin anak saya mas, biar semangat TPA"
Masya Allah.. rasanya langsung menyentuh sekali. Ikut terharu, pertama karena sesemangat itu beliau menerjang panas siang untuk mengambil sepeda. Meskipun dg naik motor, beliau membawa balik sepeda ini dari Solo ke Sragen. Repot juga nenteng sepeda di atas motor sendirian dalam jarak sejauh itu kan? Untuk sebuah senyum terukir di wajah buah hatinya. Untuk berangkat TPA yang lebih rajin dan semangat.
Kedua, barang yg kdg kita anggap yaudah dirongsokin aja, ternyata masih bisa bernilai lebih. Masih bermakna di mata orang yang tepat.
Beberapa saat setelah bapak itu berlalu, hujan turun dg lebatnya. Pasti beliau kehujanan. Begitulah, cinta seorang ayah seringkali tidak terlihat tapi sangat besar.
Jadi, mau decluttering kapan lagi? Sebab kita tak pernah tau seberapa berharga barang² yg kadang tak terpakai lagi sampai kita mengiklankannya

















