Hidup (Bagian 2/2)
Akhirnya,
tubuh rubuh adalah selongsong kosong
Tanpa napas Tanpa belas Tanpa bernas Bekas Berbekas? Mungkin mengurat karena menggurat
seen from Yemen

seen from Sweden
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from United States

seen from Australia
seen from United States

seen from Sweden
seen from France

seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from Brazil
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
Hidup (Bagian 2/2)
Akhirnya,
tubuh rubuh adalah selongsong kosong
Tanpa napas Tanpa belas Tanpa bernas Bekas Berbekas? Mungkin mengurat karena menggurat
Minuman yang Memabukkan (Bagian 2)
Oleh : Dr. Ir. Anton Apriyantono Instansi : Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Bakrie
Banyak sekali jenis-jenis minuman yang memabukkan ini. Minuman jenis ini sering disebut juga dengan istilah minuman keras dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai alcoholic beverages. Secara garis besar minuman yang memabukkan dikelompokkan menjadi wine, bir, dan spirit yang terdiri dari liquor dan liqueurs (cordials).
Ada berbagai jenis jenis bir yang beredar di pasaran dengan kadar alkohol bervariasi dan dapat mencapai 5.5%, bahkan pada strong beer dapat mencapai 8%. Ada juga salah satu jenis bir yang disebut lager yaitu bir yang disimpan sekitar 6 bulan sebelum dipasarkan. Yang juga penting diketahui ialah ada produk minuman yang dibuat dari campuran bir (dapat pula bahan dasar bir), perisa (flavourings), air dan bahan lainnya yang ditambah lagi dengan gas karbon dioksida, yang di pasaran dikenal sebagai minuman shandy. Minuman jenis ini sangat mengecoh konsumen yang tidak tahu asal usulnya karena kalau dilihat sifatnya memang tidak segera memabukkan karena kadar alkoholnya hanya sekitar 1%. Akan tetapi, mengingat minuman tersebut mengandung unsur bir yang diharamkan maka seharusnya minuman jenis shandy ini juga haram (tidak tertutup kemungkinan ada yang menghalalkan minuman ini dengan dasar sifatnya yang tidak memabukkan, akan tetapi menurut penulis asal bahan harus dipertimbangkan, sehingga suatu bahan jika mengandung bahan yang haram maka haramlah ia. Disamping itu, diperlukan pula usaha untuk tidak membuka peluang diproduksi dan beredarnya minuman haram).
Yang membingungkan bagi awam adalah minuman yang namanya rootbeer. Setelah penulis cek dari keterangan komposisinya ternyata minuman ini dibuat dari perisa (flavourings, dikenal juga dengan essens), air dan gas karbon dioksida. Dilihat dari komposisinya maka rootbeer tidak dapat dikategorikan haram, akan tetapi mengingat sebagian namanya memakai nama minuman yang diharamkan, maka jenis minuman ini seharusnya dihindari karena dengan namanya tersebut dapat mengakibatkan kita menjadi dekat dengan barang-barang yang haram, atau dapat pula karena suatu saat akan tidak jelas lagi mana yang halal dan mana yang haram. Sebagai contoh, rum adalah salah satu jenis minuman keras yang sangat memabukkan. Akan tetapi, sekarang beredar rum sintetik yang tidak dibuat dengan cara fermentasi seperti rum aslinya, akan tetapi merupakan campuran bahan-bahan kimia sintetik. Ibu-ibu rumah tangga sering menggunakan rum ini untuk membuat kue. Orang awam jelas tidak dapat membedakan dengan mudah mana rum yang asli dan mana yang sintetik. Oleh karena itu, semua bahan yang mempunyai nama sama dengan bahan yang diharamkan seharusnya dihindari.
Perlu pula diketahui bahwa sekarang ini beredar yang disebut dengan alcohol-free beer, yang sebenarnya tidak benar-benar bebas alkohol, bahkan kadar alkoholnya dapat mencapai 1% atau lebih. Bir jenis ini dapat dibuat dengan 2 cara yaitu cara pertama dengan mendistilasi bir sehingga kadar alkoholnya jauh menurun, sedangkan cara kedua yaitu membuat bir dari campuran perisa (flavor) bir dan bahan-bahan lainnya. Bir yang dibuat dengan cara pertama jelas haram karena berasal dari bir, sedangkan bir yang dibuat dengan cara kedua juga sebaiknya dihindari bahkan diharamkan karena jika tidak dan kita mengkonsumsinya, maka dikhawatirkan nantinya kita akan cenderung untuk mencintai barang-barang yang diharamkan.
Secara umum ada dua jenis wine yaitu white wine (anggur putih) dan red wine (anggur merah). Secara lebih spesifik wine ini sangat banyak sekali ragamnya, sering dikenal dengan nama daerah asal atau varitas anggur yang digunakan sebagai bahan dasarnya. Berdasarkan fungsinya wine dapat dibedakan menjadi dessert wines (Malaga, Portwine, Samos, Marsala, dll), wine-like beverages (minuman seperti wine) seperti berbagai jenis cider, sake, dll, dan jenis berikutnya yaitu malt wine. Kadar alkohol wine berkisar antara 5.5 - 16.6%. Jenis wine lainnya ialah apa yang disebut dengan wine-containing beverages (minuman yang mengandung wine) yang dibuat dengan bahan dasar wine dengan bahan tambahan lainnya seperti rempah-rempah, contoh wine jenis ini yaitu vermouth. Yang patut diwaspadai ialah apa yang disebut dengan punches, minuman ini dibuat dari campuran wine, air soda dan buah-buahan. Yang juga harus diwaspadai yaitu wine sering digunakan sebagai salah satu bahan tambahan suatu masakan (terutama masakan Barat, khususnya masakan Perancis), bahkan arak pun kadang digunakan pada pembuatan kambing guling. Jelas hal ini akan mengakibatkan haramnya masakan yang dibuat dengan menambahkan wine atau arak tersebut.
Spirit adalah minuman beralkohol yang dibuat dengan cara distilasi hasil fermentasi alkohol substrat karbohidrat sehingga kadar alkoholnya menjadi tinggi. Seperti telah dijelaskan diatas minuman ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu liquor (kadar alkohol minimum 38%) dan liqueurs (cordial) dengan kadar alkohol 20 - 35%. Yang termasuk kedalam liquor yaitu wine brandy, fruit brandy, rum, arak, gin, whiskey, whisky dan vodka. Ada berbagai macam jenis liqueurs yang intinya campuran hasil distilasi seperti liqour dengan buah-buahan, rempah-rempah, ekstrak atau essens. Perlu diperhatikan pada waktu membeli coklat impor karena cukup banyak pula yang mengandung bahan-bahan seperti rum, brandy atau wine (sherry wine), yang mengandung sherry wine ini biasanya coklatnya mengandung buah sherry tetapi di dalam buah sherry tersebut terkandung sherry wine.
Ada jenis minuman yang seharusnya juga haram karena sifatnya yang memabukkan walaupun minuman jenis ini sering dikategorikan sebagai obat, tetapi karena sifatnya yang memabukkan maka minuman jenis ini termasuk khamar. Yang termasuk kedalam minuman jenis ini yaitu anggur obat, minuman beras kencur (yang berakohol), anggur kolesom, dan lain-lain. Kadar alkohol minuman jenis ini ada yang sekitar 5% tapi ada yang mencapai 15%, sehingga tidak dapat diragukan lagi sifat memabukkannya. Alasan bahwa minuman jenis ini sebagai obat sebetulnya tidak dibenarkan karena Rasulullah bersabda bahwa khamar itu bukan obat tetapi penyakit.
Sumber : Postingan kawan di grup WhatsApp & sedikit rangkuman halal haram di ITB-Salman, Kamis, 17 Desember 2015.
Semoga bermanfaat dan ada hikmahnya terutama mengenai minuman yang memabukkan serta supaya berhati-hati dan menjauhinya karena lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya sebesar atau sekecil apa pun kadarnya dan bila itu sumbernya atau campurannya berasal dari khamr baik berupa bahannya maupun produknya. :)
“Jalan Panjang Menuju Langit Biru...” (2)
Maaf lahir batin yaa... Berikut cerita rada sampah saya, kalau bisa sih nggak usah dibaca, bikin capek mata doang soalnya.
Libur lebaran kemarin saya lewati dengan sukacita, berkumpul bersama keluarga, dan berbagi kebahagiaan. FYI aja sih, siapa tau ada yang ngga libur (kasian deh kamu)
Oke, baiklah, kembali pada topik mengenai perjalanan saya dalam mencari Mr. P (jangan mikir jorok), beberapa hari yang lalu ada kejadian menarik. Seorang teman dekat keluarga berkunjung ke rumah untuk bersilaturahim. Long story short, anak pertama keluarga tersebut sekarang menginjak kelas 3 SMA, yang mana sebentar lagi ia akan lulus dan kuliah, nah masalahnya ia galau, gundah, gelisah, mengenai jurusan apa yang akan ia ambil.
Jadilah ia berkonsultasi dengan saya.
Sebuah langkah yang saya rasa cukup salah.
Lukisan Langit, Bagian 2
Aku ingin mereguk rasa dingin itu,
lagi dan lagi,
rasa yang muncul dari sumbu tulang belakangku
hingga naik ke dada dan bersemayam di mata
Lalu biarkan aku memberimu pilihan,
agar ada satu dua goresan warna yang terkenang
Surat Renin : Dua
Do, tadi aku ketemu orang yang mirip sama kamu loh. Bukan mukanya yang mirip, jauh parah sih kalau muka. Nampak gantengan dia :))) Namanya Gio. Kriterianya kali ya yang sama.. Intinya sih, dia ngingetin aku sama kamu, makanya aku jadi keingetan buat nulis surat sama kamu.
Aku kenal dia dan bener-bener ngobrol sih baru deket-deket ini. Aku kenal dia di satu kepanitiaan baru aku. Dia jarang ngumpul sih, soalnya dia sama sibuknya sama kamu. Jabatannya gak setinggi kamu sih, tapi katanya dia orang kepercayaan atasannya. Dia juga udah suka olahraga gitu dari kecil, dan dia sama-sama gampang tidur! Just like you. hahaha. Mungkin aku cuman nyama-nyamain aja sih. :p
Terakhir kali aku banding-bandingin orang, mereka pergi, kamu jangan kemana-mana ya, aku cuma cerita aja kok. Hiburan karena kamu gak ada. Makanya sering-sering kabarin aku ya. :)
Jodoh emang gak ada yang tau. Tapi aku gak akan kemana-mana kok, kecuali Tuhan atau kamu berkehendak lain.
Bandung, 2 Desember 2013
-Renin
Akasia yang Berdiri Tenang, Bagian 2
Ah, sudah kutinggalkan berbagai cerita rumit di belakang.
Sudah kutuntaskan segala hutang yang kemarin bersisa.
Tak ada lagi diam-diam dan penghindaran,
karena kita, toh pada akhirnya, ketika cerita ini usai tanpa epilog,
tak akan punya sesuatu yang hilang
My True Friends - Point of view Name (2)
Beberapa hari berlalu sejak hari pertama sekolah. Malam tadi, Dew menelphon dan menceritakan semua tentang ia dan Song. Jujur aku bahagia untuk kedua temanku. Tapi aku harap Dew tidak menjadikan Song pelarian, ia cantik dan baru putus cinta. Kurasa aku sedikit mengerti perasaan gamang wanita.
Mereka bahkan pergi kesekolah bersama hari ini, selamat untuk kalian berdua. Tapi awas, aku mohon Dew minggir, melihat mereka dari jauh, dan mobil yang melaju kencang hampir melukai mereka dari kejauhan sungguh sulit. Aku bahkan malu untuk berteriak, untunglah Song cukup cekatan.
Tapi kenapa song terlihat murung dikelas? Song bahkan terus menghapus gambarannya. Jadi aku putuskan untuk sedikit menggodanya. “Apa kemampuan menggambarmu sebagus kemampuan merayumu?” Oh aku tidak dapat menahan tawa, aku bahkan bilang dia cukup beruntung sebagai siswa baru. Tapi ia terus saja menekuk wajahnya, jadi aku goda dia lagi “Jika kau menyakitinya, akan kubunuh kau” Baiklah, raut mukanya mulai berubah ketakutan sekarang . Tapi Gun datang dan mengacaukan hariku. Dia mencoba untuk bicara, tapi telingaku terlanjur tertutup padanya. “Kapan kau pindah dari Lampang, Name?” Lampang, beraninya ia menyebut kota tempat ia membunuh kakak. Pulang. Aku benci disini, aku benci Ia.
Hari ini Dew berulangtahun, dan aku belum melihat Song beberapa hari ini, apa dia ditelan bumi? Ia bahkan tidak masuk kelas hari ini. Jadi kupikir kenapa tidak Dew saja yang bertanya langsung. Bukankah mereka.... “Tapi song tidak menjawab telphonku” Hey, kenapa dia sejahat ini pad Dew? Dan itu.. dia Tie mantan Dew, mereka memang sudah putuskan? Kenapa dia malah berjalan kesini, membawa sebuket bunga, dan mulai merayu Dew dengan rayuan yang hampir membuatku muntah. Errgh Tapi, kenapa Dew menerimanya kembali, apa ia tak ingat Song? Baiklah, aku akan berhenti memikirkan ini, ini tentang hati. Hati Dew dan Song. Jadi biar mereka putuskan sendiri.
Apa Gun mengikutiku? Tapi kenapa? Berhentilah disana, menjauhlah dari hidupku. Aku benci, bahkan hanya mendengar suaranya memanggilku. “Nem, Mengapa kau marah padaku?” “Jika kakakku tak mengenalmu, dia takakan mati!” Aku bentak dia. “Jelas, ha? Jadi berhenti disini, biar aku pulang dengan tenang” lanjutku dalam hati.
Tapi tiba-tiba 4 pria, yang bertarung dengan Gun waktu itu keluar. Mengejek Gun, dan berkata “Pacarmu cantik” Hey, “Aku bukan pacarnya” jadi tolong minggir biar aku segera pulang. Jujur saja, aku mulai ketakutan. Tiba-tiba pria yang dipanggil Keng menarik tubuhku mendekat dan menodongkan pisau pada Gun. Aku takut, Gun tolonglah. Sesaat aku melihat ia memberikan kode pada salah satu dari mereka, dan saat itu Gun menarik tubuhku padanya. Tiba-tiba, pisau merobek baju, dan melukai lengan Gun. Oh, ini berbahaya Gun. Berhentilah medekati kematian.Tapi kami harus bertahan, ia menarik lagi lenganku dan berlari. Bersama.
Sejujurnya, saat ini hatiku nyaman, berlari bersamanya. Tapi melihat darah ditubuhnya, mengingatkanku pada kakak. Gun, apa yang terjadi dengan ku. Bahkan kita saling menggenngam erat satu sama lain.
Berburu Atap, Bagian 2
Hari pertama di Surabaya (Minggu, 9 Juni 2013) saya membuat memori luar biasa untuk berhati-hati di kamar mandi, soalnya baru nyampe kosan saya sudah terpeleset di kamar mandi dan membuat telapak tangan saya yang dekat dengan pergelangan tangan, nyeri luar biasa. Walaupun sampai berwarna lebam kebiruan gitu, tapi berdasarkan ilmu palang merah yang dangkal sederhana saya berkesimpulan bahwa tulang di tangan saya tidak patah atau retak, hanya memar, itu sudah biasa.
Perjalanan dari kampung saya ke Surabaya ditempuh dalam waktu empat jam dengan bis patas. Kalau dari Bandung ke Surabaya bisa dengan berbagai alternatif, mulai dari naik bis, kereta, hingga pesawat. Saya tidak menyarankan untuk naik bis dari Bandung ke Surabaya soalnya bakal bikin pantat tepos, perjalanannya saja bisa memakan waktu 25 jam—lebih dari seharian. Kalau naik kereta bisa dengan Pasundan (kelas ekonomi AC, sekitar 100 ribu kalau nggak salah), Mutiara Selatan (kelas bisnis AC, sekitar 150-250 ribu), Argo Wilis dan Turangga yang merupakan kereta kelas eksekutif dengan tarif sekitar 280-350 ribu.
Di Surabaya sini bis kota bertebaran, nggak kayak di kota tempat saya kuliah, dimana bis tidak beroperasi dalam kota dan seluruh penjuru kota, tapi hanya beberapa tempat tertentu. Bis di Surabaya hampir menjangkau seluruh wilayah di kota ini—hampir. Disini angkot juga banyak, walau sepertinya tidak sebanyak di kota tempat saya kuliah. Yang saya sukai dari kota ini adalah keadaan jalanannya yang bersih dan jarang sekali ada sampah bertebaran. Pengelolaan sampah di kota ini cukup bagus, kalau menurut saya, soalnya nggak ada pemerintah yang super cerdas membuat tempat pembuangan sampah di pinggir jalan atau di deket kampus seperti kampus saya dan teman-teman saya. Angkot-angkot disini juga taat peraturan lalu lintas, dalam hal ini nggak barbar kayak di kota tempat saya kuliah. Tau sendiri kan gimana mang-mang angkot di kota tempat kita kuliah ini, ngetemnya lamaaa banget, udah gitu kalau bawa angkot barbarnya tingkat dewa. Di Surabaya ini, sepengetahuan saya, tidak seperti itu. Menurut beberapa penduduk disini yang juga memanfaatkan jasa angkot, kalau pagi-pagi sopir-sopir angkot itu tidak kebut-kebutan kejar setoran, hal ini saya buktikan dengan tiap hari naik angkot jam 6 pagi dan mereka memang benar-benar menjalankan angkot itu seperti siput… pelaaannn banget, sampai saya geregetan soalnya takut telat.
Ini yang penting untuk diingat. Kalau angkot di kota tempat saya kuliah itu tiap jurusan punya warna sendiri-sendiri yang khas dan ada tulisan jurusan mana-kemana, nah kalau di Surabaya beda. Angkot disini hampir sewarna. Oke, beda, tapi beda warnanya cuman: angkot warna kuning tua, kuning muda, dan kuning gading. Yang rada triki, ada angkot yang sewarna tapi punya kode beda yang berarti juga memiliki trayek berbeda pula. Misalnya, angkot P yang lewat Dharmawangsa, Graha Amerta, DTC, hingga Terminal Joyoboyo, punya warna yang sama dengan angkot T2 yang memiliki trayek beda. Sama-sama warnanya kuning gading dan ngetem di terminal yang sama. Sering pula, angkot-angkot tersebut tidak menuliskan trayeknya di kaca depan atau kaca belakang. Tau sendiri lah, kalau angkot di kota tempat saya kuliah pasti di kaca depannya ada tulisan misalnya “Sadang Serang-Caringin” atau “Caheum-Ciroyom”. Nah kalau di Surabaya, kebanyakan angkotnya gundul gitu, cuman ada penanda huruf P misalnya, jadi benar-benar harus dipastikan bahwa angkot yang akan kita naiki lewat tempat yang akan kita tuju. Lalu, tarif angkot di sini jauh dekat adalah 3000 perak. Jadi nggak ada istilah karena naiknya cuman 10 menit atau jaraknya sekitar 2 km terus bayarnya cuman 1500 perak, tetep weh harus bayar 3000. Mau dari ujung ke ujung juga banyarnya 3000 perak. Ini menguntungkan sekaligus merugikan bagi saya sebenarnya.
Untuk masalah makanan, wow! Kota Surabaya menawarkan berbagai jenis makanan dari harga murah hingga paling mahal. Tapi standar harga di Surabaya memang lebih murah dibanding di kota tempat saya kuliah. Misalnya, harga rata-rata sekali makan siang di Bandung (eh!) adalah 12-15 ribu, di Surabaya kita bisa mendapatkan makanan yang sama dengan harga 8-10 ribu. Bedanya sebenarnya tidak terlalu jauh sih, tapi buat mahasiswa apalagi anak kosan, hohohoh… jangan tanya lah. Ada pengalaman yang aneh pas adik perempuan saya yang notabene mahasiswa Surabaya, membelikan saya sebuah lumpia kering yang berisi bihun dan wortel. Disini gak ada lumpia basah, adanya lumpia kering yang bentuknya silinder warna kuning karena digoreng. Nah, kalau beli lumpia kering disini dapet satu paket sama cabai, saos sedikit, dan daun bawang! Daun bawang, teman-teman, betul sekali, yang panjang-panjang gitu dimasukin jadi satu dalam plastik lumpianya. Asalnya saya bingung apa penjualnya salah masukin, tapi kata Apip, adik saya, emang kalau disini bentukan lumpianya cem begitu, orang-orang juga makan lumpia sambil ngegigitin daun bawang itu. Entahlah. Aneh sekali menurut saya.
Saat saya di sini, hingga hari ini untunglah matahari sedang bersahabat. Beberapa hari ini kota Surabaya teduh karena mendung, dan sesekali hujan deras. Tapi sebenarnya mau panas atau tidak, nggak terlalu ngefek buat saya soalnya saya berangkat jam 6 pagi dan pulang jam 3 siang, dan selama kerja saya di dalam gedung terus dan pake pendingin ruangan. Tapi yang kerasa panasnya adalah kalo di dalam kos. Saya tinggal di dalam kos yang sama dengan adik perempuan saya, yang kebetulan kuliah di Unair. Kosan disini—karena saking rapatnya rumah, mungkin—kebanyakan kamarnya ga ada jendelanya. Untuk kosan standar, mirip kosan yang saya huni, fasilitasnya lumayan lengkap dan bagus sih cuman minus jendela aja sebenarnya, kuncinya sih kipas angin harus selalu nyala agar tak mati tiba-tiba karena kepanasan.
Sore harinya saya mencoba rute dari kosan ke Polda Jatim. Sampai di sana, ada pos polisi di gerbang depan dan lagi ada beberapa polisi piket. Saya bertanya bagaimana caranya saya bisa ke gedung lab forensik. Pak polisi-pak polisi yang ada di pos itu baik banget semuanya, dengan penuh semangat mereka memberitahukan dimana letak gedung labfor, yang ternyata cukup jauh dari gerbang depan. Mereka lalu dengan baik hati menawarkan untuk mengantar saya ke gedung labfor. Akhirnya, dengan naik motor, salah seorang pak polisi yang baik itu membawa saya ke gedung labfor dan menunjukkan mana rute yang harus saya lalui dan mana yang dilarang untuk dilewati. Pak polisi di pos itu baik banget pokoknya, dan ketika saya pulang serta seusai mengucapkan terima kasih, saya baru sadar kalau ternyata pak polisi itu ganteng yah dengan seragamnya. Tambahan: yang nunjukin ke saya gedung labfor, nganterin, dan ngobrol-ngobrol bentar sama saya itu pak polisi yang masih muda banget, badannya oke, dan punya tampang oke juga, fufufuf.
Esoknya saya menemui kenyataan bahwa hampir semua polisi dan pegawai di Polda Jatim (setidaknya yang pernah saya temui atau saya tanyai) itu baik dan ramah semuanya. Ah, senangnya…
***
Pelajaran Moral Keempat : Pendingin ruangan atau minimal kipas angin adalah benda yang wajib dimiliki untuk bisa bertahan hidup di Surabaya.
Pelajaran Moral Kelima : Jangan malu bertanya pada pak polisi, apalagi kalau pak polisinya masih muda dengan badan dan tampang yang oke punya.