Secangkir Yang Tak Selesai
Hari ini, kopi seolah jadi doa paling awal, tanpanya, pagi seperti kehilangan asal. Ada yang kosong saat cangkir tak terisi, sehari saja absen, hati bisa menyepi.
Konon kopi mirip sunyi yang tak bisa ditolak, ia menyamar jadi pahit yang pelan-pelan merasuk, kadang disebut sahabat sepi yang setia, kadang jadi kode depresi yang tak bersuara.
Tapi kopi juga ruang tawa diseduh, tempat ide tumbuh dari ampas yang keruh. Di antara keluh dan candaan tanpa jeda, kopi jadi alasan untuk tetap bercerita.
Namun apapun arti yang kau beri padanya, jangan lupa: ada air lain yang bisa bercerita. Bukan kopi yang mutlak mencipta makna, mungkin hatimu saja yang belum membuka mata.

















