Beberapa saat setelahnya.. seperti biasa.. lewat mimpi, lagi lagi aku berjumpa.. kamu yang mulai coba kulupa.. hanya buah angan dan tak pernah nyata.. tapi meski ilusi saja.. aku cukup bahagia.
Dan akhirnya.. dengan lirih ku berdo'a.. moga kamu baik baik saja.. dan aku juga..
Tapi tak perlu ku berdo'a pun, pasti kamu akan selalu berusaha.. untuk baik baik saja..
Ingin rasanya ku kirimkan kabar.. bahwa disini aku masih terus berjalan.. menyusun langkah.. memahami arah.. hendak menjemput bahagia.. jauh di ujung sana.. walau sendiri saja.. aku tak apa.. dan aku pastikan bisa..
Semoga kamu pun juga iya.. meski dengan arah yang berbeda..
Mari berbaik kepada taqdir dalam prasangka.. kau.. aku pun juga.. sampai jumpa di persimpangan yang niscaya..
Tertanda.. Aku yang pernah menjadi sebab bahagia.. katamu di satu masa.