Aku belajar menjadi baik,
Karena aku juga berharap, matiku dalam keadaan baik🤍
seen from United States
seen from United States
seen from Bulgaria
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Bulgaria
seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Uzbekistan
seen from Bangladesh

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Japan
Aku belajar menjadi baik,
Karena aku juga berharap, matiku dalam keadaan baik🤍
Semua orang punya lagu di setiap kenangannya masing-masing Selamat membaca, @trikaryadesigns ☕ Kupi Mupi 📍 Jl. Ampera Raya No. 123, RW 6, Ragunan, Kec. Ps MInggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 12560 #pathdaily #quotesindonesia #quotesoftheday #kodepeka #berbagirasa #quotesgalau #quotesoftheday #tentangkita #quotesbaper #puisi #curhatanhati #tentangrindu #sajaksenja #fiersabesari #ungkapanhati #ruangpena #katabucin #pecahankaca #goresanpena #lukaserius #senja#captionbijak #sindirianhalus #pikirankita #moveon #trikaryadesigns (di South Jakarta) https://www.instagram.com/p/CoTX8SZvYXB/?igshid=NGJjMDIxMWI=
#BerbenahDiri #2
Berbagi..🤝🏻
-Tidak akan miskin, orang yang gemar bersedekah..-
Jika kamu sudah dan pernah mencobanya, maka kamu akan rasakan betapa nikmatnya dapat menolong sesama, kelezatan yang tidak bisa dirasakan semua orang, kecuali bagi mereka-mereka yang Allah sentuh hatinya untuk dapat berbagi.
Coba sekali-sekali merenung apa yang membuat kamu berat untuk memberi? Materi yang menurutmu selalu kurang, waktu yang menurutmu terlalu sempit atau pekerjaan yang menurutmu terlalu penting untuk kau tinggalkan?
Saat kamu merasa berat untuk memberi.. Kamu lupa, bahwa semua yang ada padamu adalah pemberian Allah yang sewaktu-waktu bisa diambil olehNya lewat cara yang sama sekali tak bisa kamu duga.
Sejatinya sedekah tidak melulu mesti materi. Pernah kubaca sebuah berita luar negeri, memberitakan seseorang yang bunuh diri disebuah jembatan di kota itu. Dan polisi menemukan sebuah surat, yang isinya.. "Andaikan ada satu orang saja yang tersenyum padaku pada saat aku melewati jembatan ini, maka akan kuurungkan niatku untuk bunuh diri"
Sederhana, tapi begitu mendalam. Hikmahnya bahwa satu kebaikan saja yang dapat seseorang bagi, dapat menyelamatkan satu nyawa orang lainnya.
Kerjakanlah kebaikan dan jangan sekali-kali menganggapnya remeh. Karena kamu tidak tau kebaikan mana yang akan membuahkan surga.
-cap-
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain"- (HR. Ahmad)
-Oktober,2020-
SEPARUH KECANTIKAN MANUSIA TERLETAK PADA LISANNYA, SEPARUH LAINNYA TERLETAK PADA AKALNYA
Separuh kecantikan manusia terletak pada lisannya, dan separuh lainnya terletak pada akalnya...
Adapun wajah, tak lebih hanyalah 'kulit pembungkus' saja, yang akan usang dimakan zaman...
Lisan itu cerminan hati... Hati yang bersih, lisan pun indah bertutur penuh kasih...
Cantik nya hati maka lisan pun kan cantik...
Akal yang indah adalah akal yang bercahaya... Yang disinari oleh kitabullah dan sunnah Rasul-Nya...
Ketika kedua keindahan ini berpadu, maka sempurnalah kecantikan dan keindahan pada seorang insan...
Bandung, 28 September 2020
Naik Tangga
Sudah waktunya untuk naik tangga. Perjalanan panjang harus segera di lanjutkan karena waktu terus bergulir tanpa mau berhenti barang sejenak.
Ku berikan senyum terbaik sebelum aku melangkahkan kaki ini.
Hey, kamu sungguh luar biasa. Terima kasih untuk banyaknya pengalaman. Semoga aku mampu terus belajar. Kamu telah menambah perbekalanku. Maaf, aku belum mengupayakan yang terbaik untukmu.
Semoga semesta merestui. Sampai bersua dalam kondisi yang lebih baik.
— aku
Kenapa di bulan puasa saja banyak orang yang berlomba-lomba untuk membagikan makanan berbuka di jalanan? Sedangkan di hari biasa, tak satupun ada yang berlomba-lomba membagikan makanan? Padahal semua hari sama baiknya.
FAS
Tak Bisa Bicara di Depan: Apakah Kita Seperti Domba yang Siap Diterkam?
Sebuah Catatan Menarik
Oleh Eka Fajria Sari
PBI, UNY 2017
***
"Ayo, siapa yang mau mengajukan konsep belajar kita mau seperti apa? Silakan angkat tangan," Tanya Pak Budi, dosen bahasa Indonesiaku.
Sungguh! Pertanyaan sejenis ini memang sangat familiar di telinga pelajar dan selalu berhasil dalam membuat para pelajar menundukan kepalanya secara serentak, entah itu untuk pura-pura membuka buku, atau hanya sekadar menghindari mata sang dosen, sesekali mereka juga saling tengok untuk melihat siapa yang berani angkat tangan. Terkadang ada yang sudah ingin mengangkat tangan, namun takut untuk menyuarakan suaranya di depan umum. Menghadapi pandangan mata yang lurus kepadanya adalah hal yang sedikit membuat risih untuk sebagian orang.
"Wahh mendadak mengheningkan cipta semua ini," lanjut pak Budi yang disambut tawa oleh kelasku. "Nah ini yang perlu dirubah, kenapa kalian harus takut menyuarakan pendapat kalian. hadapilah semua orang, bukan karena kamu seorang pemberani tapi karena yang kamu hadapi adalah seorang penakut. "
SSSSSyuttt kurang lebih begitu jika kugambarkan bunyi melesatnya ucapan Pak Budi ke pikiranku. Ucapan sederhana namun memiliki makna yang begitu mendalam bagiku. Memang benar adanya, orang terlalu takut untuk menyuarakan suaranya sehingga memilih diam padahal bisa jadi di kepalanya berisi ide-ide yang cemerlang.
"Ternyata benar, Kita semua adalah domba yang siap diterkam sampai diri kita sendiri yang membuktikan bahwa diri kita adalah seekor singa." Lanjut pak Budi. Lagi-lagi perkataannya merasuk cepat ke kepalaku. Sepertinya memang kata-kata yang keluar dari mulut beliau memiliki kemampuan untuk membuat orang yang mendengarnya ingin mencatat setiap kata demi kata. Semuanya tampak seperti petuah.
Akhirnya seseorang mengangkat tangan dan dia pun menyuarakan pikiran yang ada di kepalanya. Tentunya bukan aku, aku masih terlalu takut untuk mengangkat tangan. Dia adalah temanku yang telah membuktikan dia bukanlah seekor domba, melainkan singa yang gagah dan perkasa.
***
Kurang lebih begitulah cerita singkat mengenai pertemuan pertamaku dengan Pak Budi di kelas. Sebuah pertemuan yang menyadarkanku akan keberanian menunjukan diri untuk menghadapi dunia.
Untuk sebagian orang, berbicara di depan umum adalah hal yang sangat menakutkan terlebih untuk seseorang yang memang penakut di depan umum. Ada yang sampai grogi dan gemetaran, tak jarang pula ada yang sampai keringetan. Ya begitu gambaran orang yang belum siap untuk berbicara di depan umum, namun berbeda ceritanya jika mereka sudah memiliki kemampuan *Ilmu Komunikasi*.
Untuk orang yang memiliki ilmu komunikasi, mereka akan merasa santai untuk berbicara di depan umum. Pandangan mata setiap orang mampu dia tangkap dengan tenang, tak ada kekhawatiran. Untuk itu ilmu komunikasi memang sangat penting, terlebih jika kita ingin meyakinkan seseorang, kita memerlukan kecakapan dalam berbicara.
Seperti halnya seorang sales. Sales yang handal adalah yang berhasil meyakinkan pelanggan jika barang yang dia jual itu bagus sehingga pelanggan membelinya. Tentunya hal itu tidak akan didapatkan seorang sales jika sales itu tidak pandai menawarkan dagangannya, lagi-lagi ini mengenai ilmu komunikasi.
Ilmu komunikasi memang sangat dibutuhkan, khususnya dalam hal meyakinkan. Di sini kita juga perlu tahu tentang pentingnya untuk _meyakinkan_ tersebut karena bahkan dalam hal penyembuhan, obat hanya berpengaruh 20% dan sisanya adalah sugesti orang itu sendiri. Oleh karena itu untuk menjadi seorang dokter, kita juga perlu memiliki ilmu komunikasi yang baik agar dapat menanamkan sugesti yang baik di benak pasien kita.
Bukan hanya sekadar sales dan dokter yang memerlukan ilmu komunikasi, bahkan semua bidang termasuk dalam berkeluarga juga perlu adanya ilmu komunikasi. Seorang suami harus sering-sering memuji istrinya dan suami/istri juga harus sering berkomunikasi jika ada masalah agar masalahnya dapat teratasi dengan segera.
Dan jika diimplementasikan ke dalam kehidupan kita sebagai mahasiswa, yang katanya Agent of Change maka ilmu komunikasi sangatlah diperlukan. Kenapa kita perlu memiliki ilmu komunikasi? Lagi-lagi ini tentang pentingnya menyampaikan ide-ide dan pikiran kita yang bisa jadi adalah ide cemerlang yang terpendam di kepala kita.
Mengutip dari salah satu perkataan Ali bin Abi Thalib,
"Kedzaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat tetapi karena diamnya orang-orang baik."
Oleh karena itu jika kita mau menjadi Agent of Change yang baik, sampaikanlah ide-ide cemerlang kita. Sebuah mutiara tidak akan menjadi kalung yang indah jika kita tidak mengeluarkannya dari cangkangnya
Berani berubah.