Benang Kusut yang Tersembunyi
Jangan pernah tertipu dengan apa yang di depan mata dan Jangan pernah cepat menilai atau menjudge orang sesuka hatimu...
Karena kita tidak pernah tahu apa yang sedang terjadi dan sedang diperjuangkan olehnya...
Sejak beberapa hari lalu, ketika mulai memasuki bulan syawal, untuk umat Islam, akan ada banyak sekali orang yang menggelar pernikahan. Seperti Rasullullah yang menikahi Aisyah di bulan syawal. Tapi, bukan itu poin disini...
Pernikahan merupakan salah satu keputusan besar dalam hidup seseorang. Akan ada banyak perubahan nanti dalam hidupnya. Bagi sebagian orang akan berpikir berjuta kali untuk menentukan pilihannya menikah. Tapi sayangnya, sebagian orang lagi, yang merasa tahu segalanya atau hanya sekadar basa basi menganggap pernikahan adalah hal yang enteng dan semua orang harus segera menikah seperti dirinya. Pernahkah mereka berpikir sebelum mengajukan pertanyaan “kapan nikah?”
Tahukah kamu, orang yang kamu beri pertanyaan seperti itu mungkin dia yang sedang menjadi tulang punggung keluarga. Dia si Anak Sulung yang masih memiliki banyak adik yang harus dia hidupi. Ada orang tuanya yang tak lagi mampu mencari nafkah sehingga menggantungkan hidup pada anak sulungnya. Dia harus memikirkan keluarganya terlebih dulu, agar semua tercukupi sehingga dia mengabaikan tentang dirinya sendiri. Dia tak sempat untuk memikirkan masa depan untuk berkeluarga sendiri. Dia rela menghabiskan masa mudanya untuk bekerja keras demi keluarganya, dan tak jarang mengesampingkan kepentingannya sendiri.
Tahukah kamu, orang yang kamu beri pertanyaan seperti itu mungkin dia adalah harapan terakhir orang tuanya yang telah sendiri. Dia hidup menemani salah satu orang tuanya yg masih tersisa. Membaktikan dirinya,tak ingin melawan restu orang tua. Dia rela mengorbankan segala cita-citanya demi menjadi orang tua yg tersisa. Tak terpikirkan lagi tentang rencana masa depannya, dia hanya memaksimalkan sisa waktu yg dimiliki bersama orang tuanya.
Tahukah kamu,orang yang kamu beri pertanyaan itu mungkin dia adalah seorang perempuan yang sudah berulang kali merasakan kecewa. Terhianati, terabaikan, dan tak kunjung juga bertemu dengan orang yang tepat. Menjadi seorang perempuan itu tak mudah untuk menentukan pilihannya, karena sisa hidupnya akan bergantung pada imam keluarganya nanti. Segala ketaatan seorang perempuan akan beralih dari orang tua kepada suaminya nanti. Bagaimana jika dia terburu-buru menentukan pilihan? Karna hanya dikejar usia? Pertaruhannya tak segampang itu.
Ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang orang lain.
Ada banyak benang kusut yang tersembunyi.
Ada banyak kisah yang mungkin tidak ingin mereka tampakkan, tak ingin mereka mengiba rasa kasihan, dan berusaha setegar mungkin untuk tetap berdiri menghadapinya. Jangan samaratakan nasib setiap orang, karena segala sesuatunya telah diatur Sang Maha Kuasa.
Lebih baik kita mendoakan dalam diam, mendoakan segala kebaikan untuk mereka-mereka tanpa menyakiti hati mereka dengan segala pertanyaan kekepoan kita. Bukankah doa diam-diam dengan tulus akan cepat terkabul?
Tentunya,bersihkan kembali hati kita, bahwa segala sesuatu tidak semua dalam kendali kita, maka bantulah dengan mendoakan kebaikan.....