Ramadhan #5. Ceramah subuh pagi ini mengingatkanku pada sebuah simbol persatuan umat Islam, yang belakangan ini sering banget nemu di sekitar, entah itu dunia maya atau dunia nyata. Meskipun sempat jadi polemik karena digadang-gadang milik ormas tertentu, hizbut tahrir. Tapi ternyata ketika dicermati lagi ada keanehan dan bahkan terkesan lucu.
Semacam, begini. Jadi hizbut tahrir itu setiap aktivitasnya selalu menunjukkan bendera ini, sehingga dianggap ini adalah bendera hizbut tahrir karena dianggap sebagai logo ormas. Namun ketika dianalogikan dengan partai lainnya misalnya, PPP dengan simbol kaโbah, bukan berarti akhirnya kaโbah itu adalah miliknya partai PPP. Hehehehe...
Ketika diklarifikasi oleh hizbut tahrir, ternyata gak bener bahwa bendera ini adalah bendera ormas. Hizbut tahrir gak punya bendera, dan mereka mengklarifikasi bahwa bendera ini adalah bendera Rasulullah berdasarkan dalil. (cek di bawah ya).
Sempat takjub dengan bendera ini, kalimat syahadat merupakan rukun pertama umat Islam. Syahadat yang mampu membuat seorang kafir menjadi muslim. Syahadat yang setiap sholat selalu terucap dalam tahiyat. Syahadat yang begitu lekat dan menyatu dengan jiwa-jiwa setiap muslim. Syahadat yang dapat mempersatukan umat Islam. Bukan lagi terpecah karena doa qunut atau hal apapun yg diperbolehkan berbeda dalam hukum syaraโ.
Rasanya ada yang bergemuruh ketika melihat bendera ini, ada yang haru dan kerinduan terhadap persatuan umat Islam yang utuh tidak terpecah belah karena kelompok atau bahkan stigma negatif yang justru menggerogoti persaudaraan kaum muslim. Semoga umat Islam Indonesia bisa bersatu dalam persaudaraan karna iman Islam dibawah bendera bertuliskan lafal syahadat ini. Aaamiin.
Oleh Ibn Abbas r.a dinyatakan, "Panji (Rayah) Rasulullah berwarna hitam dan bendera (Liwa')-nya berwarna putih tertulis padanya : La ilaha illalLah Muhammad Rasulullah" (HR. ath-Thabrani)
At-Thabrani dan Abu Syaikh menuturkan dari Abu Hurairah dan Ibnu โAbbas, bahwa bendera Rasulullah SAW bertuliskan โLa ilaha Illa Al-Allah Mohammad Rasul al-Allahโ. (Akhlaq an-Nabi wa Adabuhu-Abu Syaikh: hal. 155, no. 426).
Hadist Ar-Rayah & Al-Liwaโ
Dari Yunus bin โUbaidah, maula Muhammad al-Qasim, berkata, Muhammad bin al-Qasim telah mengutusku untuk menanyakan tentang panji Rasulullah SAW kepada Baraโ bin โAzib.
Beliau menjawab, โPanji Rasulullah berwarna hitam, berbentuk persegi empat, terbuat dari kain wool.โ
(Fath ar-Rabbaniy -Ahmad: XIV/51, IV/297; Sunan Abu Daud: III/71, no. 2591; Jamiโ at-Tirmidzi: IV/196, no. 1680)
Jabir ra menuturkan,
โBendera Nabi SAW (liwaaโ) pada saat masuk kota Makkah berwarna putih.โ
Dari โAisyah ra, berkata, โLiwaaโ Nabi SAW berwarna putih.โ
Dari Ibnu โUmar ra berkata, ย โTatkala Rasulullah SAW memasangkan benderanya, beliau memasangkan bendera (liwaaโ) yang berwarna putih.โ
Raayah disebut al-โUqab. Awalnya al-โUqab adalah nama panji Rasulullah SAW, kemudian akhirnya semua bendera disebut al-โUqab. Imam al-Manawiy telah mengutip riwayat dari Imam Ibnu alQayyim, di sana disebutkan, โPanji Rasulullah SAW dinamakan dengan al-โUqab. Panji itu berwarna hitam, dengan kata lain, warnanya didominasi warna hitam polos. Al-Qadliy dan al-Thayibiy juga menyebut nama ini.โ (Faidlul Qadir: V/170).0).
Riwayat senada juga dituturkan at-Thabarani dari Buraidah al-Aslami, dan Ibnu โAdiy dari Abu Hurairah. Sedangkan khath (tulisan)-nya adalah khath yang masyhur di masa Rasulullah SAW, yakni khath Makkiy (khath Makkah) dan Madaniy (khath Madinah). Ini didasarkan pada keterangan yang disampaikan oleh Ibnu an-Nadim (al-Fahrist: hal. 8).
Dalam Musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi, melalui jalur Ibnu Abbas meriwayatkan: โRasulullah saw telah menyerahkan kepada Ali sebuah panji berwarna putih, yangukurannya sehasta kali sehasta. Pada liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang) terdapat tulisan โLaa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullahโ. Pada liwa yang berwarna dasar putih, tulisan itu berwarna hitam. Sedangkan pada rayah yang berwarna dasar hitam, tulisannya berwarna putihโ.
Riwayat Baraโ bin al-โAzib, โ(Panji Rasulullah SAW) berbentuk persegi empat dan terbuat dari wool.โ Dalam riwayat Ibnu โAbbas disebutkan, โ(Panji Rasulullah SAW) berwarna hitam, berbentuk persegi empat, dan terbuat dari kain wool.โ
Imam Manawiy berkata, โPanji beliau SAW berbentuk persegi empat, terbuat dari kain wool. Ia berujud bendera besar. Panji itu dinamakan al-โUqab.โ Ibnu โAsakir meriwayatkan dari โAisyah, โLiwaaโ Rasulullah SAW pada saat penaklukan warnanya putih. Sedangkan panji beliau SAW berwarna hitam. Panji itu terbuat dari secarik kain wool. Panji itu disebut dengan al-โUqabโ. Panji itu pernah dibawa oleh Khalid bin Walid untuk menaklukkan Damaskus dua kali. Panji itu pun kadang-kadang dinamakan dengan Tsaniyat al-โUqab.