Yang terpendam saat dewasa
Beranjak dewasa yang tentang banyak-banyak menahan. Menahan ego, menahan rasa, pun menahan bahagia.
Semoga bahu kita selalu dikuatkan.
seen from China

seen from Malaysia
seen from Russia

seen from South Africa
seen from Estonia

seen from Netherlands
seen from Philippines

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from Denmark
seen from United States
seen from Kazakhstan

seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from China
seen from Russia
seen from Malaysia

seen from Australia
seen from France
Yang terpendam saat dewasa
Beranjak dewasa yang tentang banyak-banyak menahan. Menahan ego, menahan rasa, pun menahan bahagia.
Semoga bahu kita selalu dikuatkan.
turn 16 y.o !!
Selasa lalu, 14 Februari 2023, aku menginjak usia satu koma enam dasawarsa dalam hidupku. Enam belas tahun sudah aku diizinkan oleh-Nya menghirup udara sekaligus menatap seisi bumi ini walau tak selalu sesegar oksigen dan tak selalu seindah pemandangan eloknya cakrawala di kala senja.
Masih sama dengan diriku yang tak juga bertambah tinggi meski sudah menuju kepala dua. Layaknya seorang gadis kecil yang mungil dan lugu berbalut wajah polos, juga jiwaku yang masih belum tumbuh dewasa.
Tapi satu tahun terakhir aku sudah mengalami banyak sekali hal yang entah kenapa -meski belum, mendewasakanku dengan cara luar biasa. Kadang digenggam erat, kadang ditatap tajam, lalu dipeluk hangat, lalu ditindas sinis, kemudian diberi senyum menyenangkan kembali. Kadang pula aku menangis, kadang tersenyum paksa, dan kadang tertawa lebar bahagia.
Walau kadang diri ini masih suka bertingkah kekanak-kanakkan, merengek keras sesederhana karena roti cokelat kesayanganku direbut, tapi aku percaya pada diriku bahwa aku bangkit menuju dewasa karena aku pernah menangis diam-diam setelah semua orang berlalu sambil meyakinkan diriku sendiri semuanya akan baik-baik saja.
Terima kasih untuk sejuta cerita di masa 16 tahun yang berharga. Aku siap meniti tahun ke-17 aku hidup! ^^
Halaman 93.
Beranjak Dewasa.
Seharusnya bisa menjadi lebih baik. Seharusnya mampu menjadi lebih bijaksana.
Ya. Waktu akan terus berdetak, hidup akan terus berjalan, akan ada peristiwa, akan ada kejadian, akan ada tantangan.
Pastinya perjalanan yang ditempuh tidak akan menyenangkan, akan ada kesedihan, akan ada kekecewaan.
Ya, itulah proses.
Proses yang membuat kita menjadi lebih baik.
Itu tidak akan bisa dihindari.
Mau tidak mau, suka tidak suka itulah yang harus dilewati.
Itulah yang akan mendewasakan kita. Sebuah pembelajaran yang membentuk kita menjadi lebih baik.
Jangan pernah lelah untuk belajar. Jangan pernah menyerah. Kita bisa.
~a.a~
Dua Puluh Dua
Usia yang jelas penuh lika-liku
Di titik ini aku mulai merasa kalau segalanya adalah awal yang seru
Pembuka gerbang kehidupan yang sebenarnya
Jadi alasan kenapa aku harus menguatkan fondasi didalam diri, untuk terus bertahan sekaligus melaju pelan-pelan
Pesan yang kuingat sampai sekarang adalah
“Diawal kepala dua, jatuh cintalah lalu patah hatilah, bersenanglah serta bersedihlah menjelajahlah dan berdiamlah berkenalanlah dengan sebanyak-banyaknya orang sekaligus lihat kedalam, kenali juga dirimu sendiri. “
Belajar,belajar dan belajar dari semua yang terjadi, yang kau pahami, yang baru kau temui.
Wahai diri di usia 22, untuk melangkah jauh kedepan memang banyak yang harus dilewati. Tak apa pelan-pelan saja yang terpenting kau tahu kemana kau harus berjalan.
27 Maret 2022
29/366
#Beranjak Dewasa
Aku dan ingatanku tentang menantangnya fase beranjak dewasa
Kukira menjadi dewasa adalah hal yang paling menyenangkan. Tapi ternyata, ada banyak hal yang tidak pernah terpikirkan.
Kukira menjadi dewasa adalah hal yang paling menyenangkan. Tapi ternyata, ada banyak rintang dan liku yang begitu menantang.
Kukira ...
Ya! begitulah. Aku yang pandai mengira-ngira tanpa pernah tahu ada hal apa yang bersembunyi di dalamnya. Aku yang mengira dari apa yang terlihat oleh kasat mata. Aku yang mengira seperti damainya laut biru saat masih mengenakan seragam putih biru. Aku lupa, kalau laut biru sekalipun punya ombak dan badai yang bisa kapan saja menerjang.
Dan ternyata menjadi dewasa itu rasanya ...
Eh sebentar-sebentar, dari mana kamu tahu kalau kamu sudah menjadi dewasa?
Bukankah dewasa itu tidak dilihat dari bertambahnya angka usia kita?
Bukankah dewasa itu terlihat dari cara kita menyikapi segala sesuatunya dengan baik dan benar?
Benar menurut rambu-rambu-Nya, bukan karena emosi semata.
Hari ini mungkin kita benar-benar belum bisa dikatakan sudah menjadi dewasa. Kita masih di sana, duduk manis bersama zona nyaman, enggan beranjak dari keadaan yang paling tenang. Tapi, tidak selamanya kita mau berada di sana bukan?
Akan ada masanya nanti, sedikit mulai sedikit kita beranjak bergerak. Tanpa disadari, atau bahkan dengan kesadaran sepenuh hati. Karena ternyata, yang paling berat adalah kali pertamanya kita beranjak.
Serangkaian peristiwa yang terjadi biarlah menjadi proses dari beranjaknya kita menuju tangga pendewasaan. Baik itu senang-sedih, bahagia-kecewa, patah-tumbuh, jatuh-bangun, tertatih-merintih, atau banyak hal lainnya yang bisa saja terjadi.
Sekarang ...
Nikmati saja prosesnya, nanti akan ada masanya kita menyadari, bahwa selama ini kita sedang dididik-Nya sedemikian rupa. Meski rasanya seperti sedang terbentur. Padahal sebenarnya kita ini sedang terbentuk.
Terbentuk untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, terbentuk untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya.
Jadi, masih enggan beranjak dan bergerak untuk kemudian bertumbuh?
Beranjak dewasa berarti, banyak keputusan² yang harus kita ambil seorang diri. Bersama dengan konsekuensinya. Banyak hal yang berubah dan awalnya sulit kita terima. Beranjak dewasa, Perkataan kita makin sedikit namun isi pikiran kita makin bertambah banyak. Beranjak dewasa, Berarti membuka pikiran kita lebih luas. Banyak tanggung jawab yang beralih pada pundak kita. Banyak yang harus kita pelajari dan kita benahi. Bagi wanita, banyak ilmu yang harus kita kuasai. Mulai dari ilmu agama, parenting, masak-memasak, menata rumah, mengasah skill yang kita miliki dan lain sebagainya, karena kita madrasah utama. Bagi lelaki, belajar bertanggung jawablah. Jika tanggung jawab wanita tak mudah karena ia adalah madrasah utama. Tentu kau lebih berat, sebab kau yang bertanggung jawab menjadi madrasah bagi wanitamu kelak. Kau yang bertanggung jawab menggantikan posisi 'Bapak' bagi wanitamu kelak. Maka, pilihlah wanita yang bisa membersamai setiap langkahmu dalam kebaikan dan mampu menenangkan hatimu. Tabarakallah.. 🙏 #tulisanku #beranjakdewasa #pembelajar #tanggungjawab https://www.instagram.com/p/BvOH-9oHrKO5aZ2uaU7lLCvnaqf8fGQYh_WNzA0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=v55vjkwdwdi0