"Ketika kita sedang terluka. Berikan diri kita ruang yang aman untuk berkeluh kesah, merasa sedih, merasa sakit, tidak berdaya & berikan juga banyak cinta & pelukan hangat untuk diri kita" (Isnaniar Hikmah Noorvitri)
Jakarta, 27 Oktober 2025

seen from Hong Kong SAR China
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Maldives

seen from Singapore

seen from United States
seen from China
seen from United Kingdom

seen from Ireland
seen from Brazil

seen from Maldives
seen from United States
seen from Belgium
seen from United States
"Ketika kita sedang terluka. Berikan diri kita ruang yang aman untuk berkeluh kesah, merasa sedih, merasa sakit, tidak berdaya & berikan juga banyak cinta & pelukan hangat untuk diri kita" (Isnaniar Hikmah Noorvitri)
Jakarta, 27 Oktober 2025
Closure Isn’t Given—You Have to Create It Yourself
You know the feeling you have when something’s been bothering you or confusing you, finally makes sense? And when you look back at it, you say, “I’m at peace. ” That’s closure.When unanswered questions or unresolved emotions settle down, you let out a deep sigh, and you don’t feel like you’re stuck in the past. We seek closure because it helps us feel peace and allows us to move forward. The…
View On WordPress
Makna penting bagi setiap orang itu beda-beda ya ternyata?
Karena, apa yang menurut kita penting belum tentu juga penting bagi orang lain.
Gerimis, 21.33
Glory to Misconceptions
Blind since the womb;
my father said I've always been too clumsy.
We’ve never had a good relationship.
who gets along with stuck up individuals anyway?
I never meant to be a disappointment.
I'm lost, truly.
I attempt to listen to myself
feel empathetic,
hand all gratitude to life,
then nothing and everything feels lame without drugs.
I am at peace,
but the struggle is hitting me.
What have I done?
- A.Y.
Menjadi Sempurna
"Kesempurnaan adalah hal yang fiktif bagi manusia. Apakah mengusahakannya akan menjadi sebuah kesalahan?"
Kali pertama aku posting tulisanku di sini. Mungkin kalau kalian baca ini nanti, tulisannya masih banyak kekurangan tapi aku coba selalu belajar dan terus memperbaiki.
Nah, ngomong-ngomong soal belajar, aku suka banget 'loh belajar. Belajar hal-hal apapun yang aku suka, dengan catatan achievementku dalam hal tersebut bagus. Terlalu result oriented ya, memang. Makanya aku jadi sangat ambisius. Kalau aku mau, maka harus. Hasilnya, aku juga jadi lebih keras kepala.
Menurutku pribadi, aku pembelajar yang baik. Bidang apapun bisa aku pelajari dengan cepat. Terlebih jika arahan, pedoman dan referensinya jelas. Pokoknya aku suka belajar.
Aku suka belajar apapun. Asal jangan suruh aku berbicara hehe. Apalagi di depan umum. Aku sama sekali tidak pandai berkomunikasi. Mungkin karena terlalu sering berinteraksi dengan buku hehe. Aku merasa menghadapi soal-soal yang rumit lebih mudah untuk diajak berinteraksi daripada harus berinteraksi dengan manusia. Keringet dingin, euy!
Dengan sadar, aku memahami kelebihan dan kelemahan yang aku punya. Pun sampai saat ini, hasil tes talent mapping yang aku lalui menyatakan hal yang sama dengan yang aku kira sebelumnya. Semua bakat dan kemampuanku berkumpul pada bagian thinking dan striving.
Suka berpikir dan pekerja keras, katanya.
Tapi, kalau dipikir-pikir, bakat dominanku sepertinya amat membosankan. Bakat dominan nomor 1 adalah Analytical. Orang-orang dengan bakat analitikal adalah orang-orang yang terlalu objektif. Mereka memerlukan analisis data, menemukan pola, dan mengkaitkan ide-ide.
Pokoknya, bagi kami yang punya bakat ini, kalau tidak ada buktinya artinya hal tersebut tidak benar atau tidak perlu dipercayai.
Kalau orang-orang analitikal ini ngobrol dengan temannya, kira-kira beginilah percakapannya:
"Eh, katanya kalo makan mi instan ga boleh bareng sama nasi. Ntar gendut," kata salah satu teman.
"Ah, masa? Risetnya udah ada belum?"
Percakapan pun terhenti.
Orang-orang analitikal ini memang sangat membosankan, cuek dan tidak humoris di segi manapun. Kalau mau ghibah sama mereka, jadinya tidak menyenangkan xixi.
Buat mereka, kesempurnaan adalah segalanya. Selagi bisa sempurna, kenapa tidak. Selagi masih ada waktu untuk memberikan yang terbaik, kenapa tidak. Makanya, 9 dari 10 orang analitikal, akan mengumpulkan atau menyampaikan tugas-tugasnya dengan rentang waktu yang sempit terhadap deadline. Jika tugas dikumpulkan terakhir pukul 10.00 WIB, 9 dari 10 orang tersebut akan mengumpulkan di atas pukul 09.30 WIB. Pukul 09.55 WIB mungkin, bahkan 09.59 WIB. Bagi mereka, sempurna adalah yang utama.
Dengan sifat ini, aku juga cenderung ingin selalu menjadi sempurna di setiap hal. Tapi sayangnya, aku manusia. Menjadi sempurna itu menyalahi kodrat manusia dan hanya akan menjadi pungguk yang merindukan bulan.
Sebagai jalan tengah, untuk memenuhi ambisi dan segala keinginan untuk sempurna, aku memilih untuk selalu melakukan yang terbaik dalam setiap hal yang aku lakukan. Tapi hanya hal-hal yang aku mau, terutama yang aku prioritaskan. Jangan paksa aku untuk melakukan hal-hal yang tidak aku minati. Aku tidak akan melakukannya dengan baik.
Rasanya, selalu ingin menjadi sempurna ini melelahkan. Meskipun sering kali saat berusaha menjadi sempurna aku akan menemui hasil yang manis pada akhirnya. Tapi bukankah untuk bahagia kita tidak perlu menjadi sempurna?
Cinta Tanpa Bahasa 1
Kamu tahu, siapa dia yang mencintai tanpa bahasa tapi dengan kerja nyata ?
Kamu tahu, siapa dia yang mencintai tanpa kata tapi dengan pembuktiannya ?
Kamu tahu, siapa dia yang mencintai tanpa aksara tapi dengan kasih sayangnya ?
Ayah
Barangkali, setiap ayah di dunia ini adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. Tentunya tak semua bersepakat dengan tulisan subjektif ini, bukan ?
Ia bukan laki-laki luar biasa, ia sederhana, bersahaja namun istimewa, setidaknya bagi anak perempuanya. Tak perlu dengan bahasa tuk ungkapkan cintanya. cukup dengan tindakan nyata.
Ia memastikan anak perempuanya bertumbuh setiap harinya. Menjaga masa remaja gadisnya. Hingga tiba saatnya, ia harus menyerahkan harta berharga pada lelaki asing yang sama sekali tak di kenalnya.
Di dunia ini, ada yang di takdirkan tak melihat ayahnya saat pertama kali melihat dunia. Barangkali karena telah menghadap Sang Pencipta, atau bahkan pergi tak terekam jejaknya.
Di dunia ini, ada yang tertakdir tak didampingi ayahnya, barangkali karena suatu hal yang tak dapat di ungkap dengan kata.
Tak mengapa. Kamu kuat...
Bagi yang tak sempat melihat rupa ayah...
Kamu hebat. Tuhan memilihmu menjadi perempuan kuat. Perjuanganmu tanpa sosoknya pasti tak mudah, tapi percayalah Tuhan tak pernah meninggalkanmu.
Bagi kamu yang di tinggal ayah tanpa jejak..
Kamu mampu. Tuhan memilihmu menguat bersama ibumu. Tak mengapa, jangan benci dia. Jangan benci ayah yang dengannya kamu bisa hadir di dunia. Minta pada Tuhan, agar dia bisa kembali lagi ke pelukan keluarga. Tetap hormati dan mendoakannya. Sulit ya ? iya.. aku tahu rasanya... sebab di situasi seperti itu, Tuhan ingin kamu menjadi wanita dengan jiwa yang kuat dan tegar.
Bagi kamu yang selalu di temani ayah...
Kamu beruntung. Tuhan memilihmu agar kamu dapat berbakti padanya. Menyayanginya.
Ketahuilah, cintanya seringkali tak terungkap dengan bahasa. Ia terejawantah dengan tingkah laku nyata, dengan pembuktiannya. Melindungimu, menjagamu hingga pada saatnya ia akan menyerahkanmu pada lelaki baru pilihanmu. Barangkali seperti itu.
Ditulis menjelang dzuhur. 15.10.2019
Kristalisasi
Setiap manusia akan mengalami masa oversaturasi (lewat jenuh) kita tidak bisa menghindar.
Silakan sedih jika perlu, silakan kecewa jika perlu, silakan marah, menangis dan meratapi jika perlu. Tapi ingatlah, setelah masa oversaturasi akan terjadi proses nukleasi dan pertumbuhan kristal.
Saat mimpimu belum sesuai dengan pilihanNya dan doamu belum sampai atau saat semuanya tak berjalan sesuai rencanamu. Barangkali masih ada pengotor dalam niat kita, dan Allah ingin kita menyaring dan mencucinya dengan maksimal agar pengotornya hilang di permukaan dan didalam sampelnya.
Maka, lepaskanlah yang harus dilepas dan endapkan yang memang bermanfaat. Semua kesedihan akan volatil dan kabar bahagia akan datang mendekapmu.
Karena dirimu adalah rangkaian proses kristalisasi. Maka, selamat berjuang menjadi kristal versi terbaikmu.
Ruang semesta, ketahuan kalau aku bukan anak teknik. :’D
Tak pernah tahu, kita akan terpisah di episode hidup yang ke berapa
Walau, dalam doa ingin selamanya bersama
Tak mau ada kata "asing" dalam perjalanannya
Tapi nyatanya, potensi saling meninggalkan tetap ada
Jakarta, 25 Maret 2025