Bodo amat bangsat
🇲🇨Free Indonesian (slang) dictionary🇲🇨
MissQueen = broke af
Ashiap = (search in youtube)
seen from China
seen from United States
seen from Russia

seen from France
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Venezuela
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Russia
seen from United States
seen from China

seen from Singapore
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Germany
seen from Germany
seen from Russia
Bodo amat bangsat
🇲🇨Free Indonesian (slang) dictionary🇲🇨
MissQueen = broke af
Ashiap = (search in youtube)
Bedanya Sikap Ridha dan Bodo Amat: Versi Kifāyatul Atqiyā
Surau.co. Di tengah dunia yang penuh tekanan seperti sekarang—target kerja, komentar orang, tuntutan sosial media—banyak orang memilih “bodo amat” sebagai jalan keluar. Ungkapan ini menjadi simbol perlawanan terhadap stres dan ekspektasi sosial. Tapi di sisi lain, Islam mengajarkan sesuatu yang mirip namun jauh lebih halus: ridha. Keduanya sama-sama membuat hati tampak tenang, tapi sesungguhnya…
Bodo Amat
Aku ini adalah penganut ketidakpastian. Aku kurang setuju dengan mereka yang sering berkata kalau hidupmu pasti akan seperti ini atau seperti itu, kamu kejam, kamu jahat. Jujur saja, penilaian dan validasi mereka bukan menjadi label bagi dirimu.
Bingung? Merasa bahwa aku ini Egois? Ya, bukankah seperti inilah manusia mencari kepastian di tengah ego mereka. Lalu, bagaimana kamu percaya dengan perkataan mereka? Pasti kamu berusaha untuk mengelak, entah berusaha meragukan perkataan mereka, menuduhnya pembohong. Hingga mencari validasi perkataan mereka tentang dirimu kepada orang lain. Dan akhirnya mengurung diri di kamar agar terhindar dari kejadian buruk.
Selama ini kita akan merasa senang jika ada orang yang memuji kita pintar, dan kita pun pasti akan berkata bahwa dia pintar. Tapi bagaimana jika ada orang yang mengatai bodoh. Wah umpatan pun akan keluar dari mulut kita. Terkadang kita ini memang lucu, seperti burung beo.
Jika orang lain menyebutmu bodoh, jelek, gendut, kejam, tidak menarik, pemalas, teledor maka acuhkan saja. Terserah mereka mau berkata apa.
Tapi satu hal yang perlu kamu tau. Seburuk, sebodoh, atau sejelek apapun seseorang, dia tetap memiliki hak untuk sukses. Hak untuk tidak diremehkan. Hak untuk mencapai tujuan tertinggi dalam hidupnya. Hakmu tidak ditentukan oleh kekuranganmu.
Terlebih lagi, hak yang kamu miliki tidak ditentukan oleh kegagalan yang sebelumnya kamu alami.
berani.. bgt... lo ngomong gitu depan gue wmwjskdjd udh tau gue gasuka? lo tuh follow gue gasih 😭 bego bgt anjing 😭😭😭 bodo amat mau marah
B aja keles, LEBAY bet.
Mood
Katakanlah gue mandiri. I can do most of the work by myself. Katakanlah gue menjunjung tinggi profesionalitas dalam bekerja.
Atau katakanlah gue kurang peka sama keperluan orang lain. Katakanlah gue work-a-holic just because I am single till now so I don’t have any responsibilities except my job. Katakanlah gue cuma ngiri.
Tapi, nyokap gue pun bisa melakukan semua pekerjaan di rumah sendiri. Melahirkan, membesarkan 3 anak. Ngurus rumah disambi sama jagain warung. Masak, nyuci, nyetrika, nyiram taneman, urus kucing dan ayam. Gak pernah sekalipun namanya ke dokter buat imunisasi atau apapun itu minta dianterin Bapak. Gak pernah ke pasar dini hari ditemenin Bapak. And that was how I’ve been educated since I was a little girl.
Kalo lo bisa ngerjain itu sendiri, kalo lo bisa ke sana sendiri, kalo lo mampu, terus kenapa lo harus mengharapkan bantuan orang lain?
No, gue gak nyombong dengan bilang bahwa we don’t need help from other. Manusia makhluk lemah, gak bisa melakukan semuanya sendiri. Tapi banyak kan yang bisa lo lakuin sendiri? Manusia makhluk sosial, butuh orang lain. I know that. Tapi bisa kan untuk hal-hal ringan lo kerjakan sendiri?
Karena bisa jadi ada pihak yang lebih butuh bantuan orang yang lagi bantuin kita dibanding diri kita sendiri.
Orang yang bodo amat
sesungguhnya adalah
seorang pencemas
yang sudah lelah
kemudian pasrah.
Bodo Amat – Ilustrasi Khotbah Pdt. Gilbert Lumoindong Silahkan Kunjungi Juga: FB: Twitter: Web: YouTube: Ilustrasi Khotbah Pdt. :