Ridha for @anokibuu !
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Russia

seen from United States

seen from United States

seen from Philippines
seen from Iraq
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Philippines

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Russia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
Ridha for @anokibuu !
Puncak ketenangan hati manusia adalah saat ia ridha dengan apa pun yang ditetapkan oleh Rabb-nya. Tidaklah ia melihat segala yang terjadi di hidupnya, kecuali dari sudut pandang yang penuh dengan prasangka baik. Fokusnya cuma satu; ridha Allah semata.
Rizqan Kareema
Today is my birthday!✨
If you have a little extra consider throwing me a tip or grab prints or stickers, if not, I'd just love my work getting shared!
Inprnt
Ko-fi
Di Antara Seribu Tafsir
Kita hanyalah sebuah bentuk yang diam, seperti sketsa bola di atas kertas putih.
Hening, utuh, dan apa adanya.
Namun, tangan-tangan manusia datang membawa bingkainya, membawa lensa kacamata mereka yang berbeda warna.
Ada yang melihatmu sebagai teko, lalu menuntutmu menuangkan air.
Ada yang melihatmu sebagai apel, lalu mengharapkan rasa manis.
Ada pula yang melihatmu sebagai benda tak berharga, lalu memalingkan muka.
Lelah, bukan?
Jika kau habiskan sisa usiamu untuk berteriak,
"Aku bukan teko! Aku bukan apel!"
Suaramu akan parau, namun kaca mata mereka takkan berubah. Sebab manusia menilai dari apa yang ada di kepala mereka, bukan dari apa yang ada di dalam hatimu.
Maka, biarkan mereka dengan tafsirnya. Tugasmu bukan meluruskan benang kusut di pikiran orang lain.
Simpan tenagamu.
Berpalinglah pada Dia yang menciptakan "bentuk" aslimu.
Sebab hanya di hadapan-Nya, kau tidak perlu menjelaskan siapa dirimu.
Dia Maha Tahu, bahkan sebelum kau berbisik.
p.s
Obat yang menenangkan hati (QS. Al-Isra: 84, QS. Al-Ma'idah: 54, QS. At-Taubah: 105, QS. Qaf: 16)
Credit video (Rido Dakwah)
@clichemistry
Mengembalikan Bintang yang Allah pinjamkan
Selamat tinggal Cahaya bintang, selamat melangkah menuju ketetapan Allah yang telah menunggumu. Terima kasih telah berkenan bersua kembali sebagai pertemuan akhir kita. Barangkali temu kita kali ini adalah cara-Nya untuk membantu kita menyelesaikan hal-hal yang belum sempat usai, agar tidak ada lagi kata yang tertahan dan tidak ada hati yang terus bertanya. Selamat bersuka cita dan kuturut berbahagia ☺️...
Tentang Rezeki
Kerap kali resah menjelma ombak, menghantam tepi hati yang rapuh menanti. Padahal langit telah menuliskan takaran, dan bumi sekadar panggung untuk menjemputnya.
Kita tahu, jalan terbentang bercabang-cabang: ada yang berlumur cahaya, ada yang beraroma luka. Tangan bisa memilih merenggut dengan doa, atau merampas dengan rakus tanpa rasa.
Namun hari ini, garis batas makin samar, suara uang lebih nyaring dari nurani. Lembaran kertas jadi dewa sembahan, sementara jiwa kehilangan rumahnya sendiri.
Rezeki seakan hanya angka di layar, padahal ia bisa menjelma teduh di dada. Seteguk air di kala haus, atau sepotong roti yang menyelamatkan hidup sederhana.
Maka semoga langkah kita, seperti benih yang ditanam di tanah yang subur karena ridha Allah. Tumbuh bukan sekadar banyak, tapi berbuah berkah yang menenangkan jiwa dan mengantar pulang kepada-Nya dengan lega.
Allah tidak pernah salah, dan Allah tidak pernah keliru dalam menetapkan setiap peristiwa dalam kehidupan kita. Kewajiban pertama hati kita adalah ridha kepada takdir Allah.
Tidaklah seorang lelaki atau perempuan yang ridha kepada ketentuan Allah dalam hidupnya, melainkan keridhaan mereka itu akan mengantarkannya kepada kematian yang Husnul Khatimah.
Dalam rangka mengenang salah satu quotes favorit bertahun-tahun lalu. Ketika itu kagum sama tulisan si penulis karena sesuai dengan penggalan hadist yang pernah dipelajari "وارض بما قسم الله تكن أغنى الناس" (Ridha lah terhadap apa-apa yang Allah takdirkan maka kamu jadi manusia terkaya) dan semakin dewasa semakin bisa lihat betapa banyak manusia yang gagal atau bahkan mungkin nggak bisa memahami dan menjalankan konsep ini ~saya pun sebenernya juga masih perlu selalu belajar~. Tapi saya ga pernah bisa paham kenapa ada manusia nyuruh seekor penyu buat terbang, padahal sayap pun dia nggak punya, lebih parahnya lagi manusia itu pun nggak pernah hidup sebagai penyu. Andai saya jadi penyu saya akan bilang ke manusia itu "hai kamu manusia, coba kamu jadi kami hidup di dua dunia, menggendong tempurung kemana-mana berenang antar samudra sepanjang hidup dan pergi ke daratan sekadar untuk bertelur." Sebenernya pengen nulis panjang lebar tapi....
Yang baca tulisan ini bisa tolong isi titik-titik di bagian akhir tulisan