Menstimulasi anak suka membaca
Bagaimana perkembangan anak-anak selama menjalani tantangan? Apa suka duka bunda? Bagaimana solusinya kedepan?
Materi level 5 ini sungguh benar-benar menguras pemikiran bunda. Bagaimana tidak? Meski bunda adalah seseorang yang passionnya membaca, namun bunda merasakan gagal membagi kesenangan membaca bunda pada anak-anak.
Ternyata eh ternyata memang karena anak-anak dan suami rata-rata bergaya belajar dominan auditory, tipe yang lebih suka dibacakan dibandingkan membaca sendiri.😅 Maka ga heran, kesenangan bunda dalam membaca terlihat tidak menimbulkan efek significan ke anak-anak. Semua senangnya dibacakan.🤣
Maka tantangan 15 hari ini menjadi sebuah momen tidak terlupakan. Segala daya dicurahkan bunda agar anak mau membaca, dan anak dapat merasakan aura rumah yang membangkitkannya mau membaca. Berbagai cara yang dilakukan dimulai dengan memberikan waktu setiap hari untuk membacakan buku dengan cara semenarik mungkin yang sekiranya dapat menarik minat anak mau membaca buku, cerita yang dibacakan dibuat bersambung agar selebihnya biar mereka yang melanjutkan membaca sendiri, atau bagi yang belum bisa membaca biarkan menebak dan membuat akhir ceritanya sesuai imajinasinya. Tak lupa memberikan motivasi agar menjadikan kegiatan membaca buku sebagai sarana ibadah mendekatkan diri padaNya, karena Bacalah adalah perintah pertama dari Allah. Maka buku sudah seharusnya menjadi sumber literasi yang pertama dan penting bagi anak-anak. Sedangkan untuk yang belum bisa membaca, bunda kembali memutar otak agar anak dibiasakan membawa buku kemana-mana, siap belajar membaca dari keinginannya sendiri dan terakhir misi bunda adalah membuat anak ketagihan untuk dibacakan buku. Nah tahap ini dalah langkah awal yang efektif agar anak bisa termotivasi untuk segera mau dan bisa membaca sendiri bukunya. Yeay..bunda bisaaaaa!😊😊😊
Saat ini kepada kakak syifa, bunda tidak bosan membangkitkan motivasi kepadanya betapa pentingnya membaca, mengingatkan adanya berbagai sumber belajar literasi yang bisa dijadikan sebagai cara memperoleh informasi yang menunjangnya belajar selain disekolah, diantaranya dengan menghadirkan buku-buku pilihan seperti kisah Rasulullah, para shahabat dan thabiin, juga buku-buku yang sesuai minat dan kesukaannya untuk dibaca dan didiskusikan dirumah, mulai merapikan kembali berbagai buku dipelosok rumah dan membuatnya menjadi perpustakaan kecil bagi anak dirumah dll. Sehingga kemampuan membaca kakak syifa akan meningkat dengan nilai-nilai yang ditanamkan dari buku yang dibaca juga kakak syifa akan memikiki pembendaharaan kata baru setiap hari.
Karena bergaya belajar auditory visual dan juga ada kinestetiknya, kakak syifa memang memiliki kecenderungan lebih suka dibacakan dibanding membaca sendiri. Agar kakak syifa rajin membaca dan juga mengembangkan kemampuannya dalam memahami bacaan, kemampuan mendengarkan, kemampuannya berbicara, dan menulis maka bunda memberikan ide untuk melahirkan projek membuat jurnal ibu dan anak bagi syifa dan bunda. Ceritanya projek ini memang khusus untuk anak dan bundanya hehe. Setiap hari kakak syifa akan menulis selama 5 menit saja apa-apa yang membuatnya berkesan dan bersyukur dihari itu. InsyaAllah seiring waktu, akan ditambah waktunya dalam mengembangkan kebiasaan menulis untuk mengekspresikan perasaannya. Syukur-syukur, jika Allah meridhoi jurnalnya bisa diterbitkan. Aamiin.
Untuk kakak izza, bunda sedang terus menstimulasi dan mengajarkannya untuk bisa siap membaca (kakak izza). Dengan memberinya pengertian betapa menyenangkannya membaca, bagaimana buku bisa menjadi sumber ilmu, dan sahabatnya karena dari sana banyak kisah-kisah yang bisa dijadikan ibroh bagi kita.
Sebagai anak spesial, kakak izza memiliki keterbatasan di motorik dan di wicara. Maka saya terlebih dahulu menguatkan dan menstimulasi kembali apa-apa yang mesti ditingkatkan agar izza bisa siap dan senang untuk belajar membaca.
Sebelum anak bisa membaca maka anak usia dini itu harus melalui tahapan sebagai berikut :
1)Mampu menggunakan kata ganti saya dalam berkomunikasi.
2) Memiliki berbagai perbendaharaan kata kerja, kata sifat, kata keadaan, kata tanya dan kata sambung,
3) Menunjukkan pengertian dan pemahaman tentang sesuatu.
4) Mampu menggungkapkan pikiran, perasaan, dan tindakan dengan menggunakan kalimat sederhana.
5) Mampu membaca dan mengungkapkan sesuatu melalui gambar.
Perkembangan kemampuan tersebut muncul ditandai oleh berbagai gejala seperti senang bertanya dan memberikan informasi tentang berbagai hal, berbicara sendiri, dengan atau tanpa menggunakan alat seperti (boneka, mobil mainan, dan sebagainya). Mencoret-coret buku atau dinding dan menceritakan sesuatu yang fantastik. Gejala-gejala ini merupakan pertanda munculnya kepermukaan berbagai jenis potensi tersembunyi (hidden potency) menjadi potensi tampak (actual potency). Kondisi tersebut menunjukkan berfungsi dan berkembangnya sel-sel saraf pada otak.
Untuk sampai pada kondisi dimana anak siap membaca awal maka yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah sbb :
1) Tahap fantasi (magical stage),
Pada tahap ini anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berpikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya.
Untuk itu pada tahap ini waktunya ortu membacakan dan mengenalkan buku pada anak sebanyak-bnyaknya. biarkan anak menjadikan buku sebagai salah satu mainannya
2) Tahap pembentukan konsep diri (self concept stage)
Anak memandang dirinya sebagai pembaca, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku, menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan.
Nah tahap 2 ini biasanya anak bercerita dengan bahasa sendiri. Apa yang dibaca sama yang diceritakan tidaklah sama, tapi biarkan saja bunda... karena ini memang tahapannya.
3) Tahap membaca gambar (bridging reading stage)
Pada tahap ini anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, dapat mengulang kembali cerita yang tertulis, dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalinya serta sudah mengenal abjad.
Masuk tahap 3, anak sudah mampu mengenali bunyi dari kata yang dulang-ulang dibacakan oleh orangtua atau orang dewasa lainnya.
4) Anak mulai menggunakan tiga sistem isyarat (fraphoponic, semantic dan syntactic) secara bersama-sama.
Anak tertarik pada bacaan, mulai mengingat kembali cetakan pada konteknya, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi, atau papan iklan.
Untuk itu anak bisa diajak belanja di supermarket atau pasar dan mintalah untuk mencari barang yang tulisannya dia sudah kenal, seperti merek susu nya, merek sabun cuci dll. Atau saat jalan-jalan anak-anak bisa ditunjukkan merek2 mobil yang ada tulisannya atau papan reklame. Semakin hari kosa kata anak semakin berkembang pesat jika distimulasi dengan cara tersebut maka pada akhirnya akan menuju ke tahap selanjutnya ( tahap 5)
5) Tahap membaca lancar (independent reader stage)
Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas. Menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya, dapat membuat perkiraan bahan-bahan bacaan.
Begitulah teori nya dari ilmu pendidikan anak usia dini untuk mengajarkan anak membaca.
Jangan lupa bahwa kemampuan membaca didahului oleh kemampuan mendengar dan berbicara. Jika anak ada gangguan dalam mendengar dan berbicara maka pastinya akan ada kesulitan dalam membaca ( ini yang bunda rasakan dengan kakak izza). Tetap semangat menstimulasi anak-anak ya bunda.
Sebuah penelitian mengatakan bahwa kemampuan baca-tulis permulaan anak dibentuk sejak usia dini. Mayoritas bayi sangat menyukai dibacakan cerita. Nada pembacaan yang dilakukan oleh orang tua atau pengasuh dan cara membacakan ketika bercerita dapat mempengaruhi seberapa baik anak berbicara dan pada akhirnya seberapa baik anak membaca.
Jadi jngan lelah membacakan anak-anak (kakak izza) dengan kisah kisah indah, cerita yang menambah keimanan serta wawasan dan lakukan juga read a loud. Suatu saat inshaAllah kakak izza akan bisa sampai di tahap ini..yaitu membaca lancar. Aamiin..😍😍
Perjalanan belajar membaca kakak izza bisa dibaca disini: https://yenibundasykhaa-blog.tumblr.com/post/171592779499/tantangan-game-level-5-hari-ke-6berikut-literasi