Kapasitas
Hidup paling bener adalah hidup yang dijalani sesuai dengan kapasitas diri sendiri.
Dulu, ketika awal usia 20 tahun, aku berusaha untuk menjajal berbagai peran dan pengalaman yang biasanya dilakukan orang lain. Tanpa melihat kemampuan dan kemauan, aku berusaha mengejar apa yang dianggap ‘baik’ oleh banyak orang. Aku berusaha menuruti apa yang society mau, namun abai terhadap eksistensi diriku.
Lama-lama aku kelelahan. Aku tersiksa karena banyak ‘standar’ yang tidak bisa aku capai, dan alhasil aku sering menyalahkan diriku sendiri. Efek terparahnya adalah aku kena anxiety yang membuat hari-hariku tidak nyaman untuk dijalani.
Bukannya menjadi baik, aku malah tidak kenal dengan diriku sendiri. Aku merasa kehilangan diriku dan sulit mendefiniskan ‘siapa aku.’
Menginjak usia 25, aku mulai berbenah. Aku tidak lagi mencari peran yang menurut orang lain baik, tapi yang terbaik untuk diriku sesuai dengan kapasitasku. Aku kembali mencari tahu siapa aku, apa yang aku mau, dan apa yang aku suka.
Pelan-pelan, Aku kembali berkenalan dengan Rara yang hilang. Rasanya menyenangkan sekali setiap bertemu dengannya karena Ia menyampaikan banyak pesan yang membuat hidupku lebih nyaman dijalani.
Pelan-pelan, aku kembali menyayangi diriku. Mengokohkan pondasi kepercayaan diriku, dan berusaha untuk yakin bahwa apa yang aku lakukan tidak salah. Masih dini untuk berpuas diri. Tapi, aku sangat senang telah berjalan sampai sejauh ini dan menemukan ‘diriku’ hari demi hari.












