Adik Adikku Sedang Tumbuh
Mba sebenernya ini gimana sih? Emang kaya gitu ya? Kenapa kok? Akutuh pengennya. Mba, mba, mba... Aku mau curhat. Mba jangan pulang dulu. Mba jangan lulus dulu, oh jadi ini yang bikin ga lulus lulus?! Wkwk.
Dan pertanyaan yang lain, akhir akhir ini. Menghadapi berbagai karakter, watak manusia, konflik, meramunya menjadi seni berbicara, seni menasihati, seni memahami, sekaligus, seni marah, seni tegas, seni berkata tidak. Emang bisa marah je?
Hehe, ngga juga. Tapi mungkin pada hal hal mendasar, iya aku akan marah. Bulan oktober sedang berjalan menggenapkan separuh perjuangan. Memasuki 19, setelah ini 20. Aku dan teman², cerita tentang pertemuan, keteguhan, merawat ideologi, merawat nilai, serta mengimplementasikannya menjadi kesatuan. Dalam gerak dan perjuangan.
Di sabtu, menuju ahad. Sudah berlalu sikap tak mau tau dan tak mau peduli berubah menjadi harus tau dan harus peduli. Pada siapapun, yang terlibat di dalam perjuangan.
Kembali ke judul, adik adikku sedang tumbuh. 2 tahun lalu, aku berada di posisi mereka, menjadi A B C dalam satu waktu. Melihat mereka tumbuh, adalah kebahagiaan tersendiri. Berharap, pada kaki dan pikiran mereka tumbuh rasa ingin memperbaiki dan menebarkan kebaikan. Meski, kecil bentuknya.
Merawat ideologi dan nilai merupakan tantangan untuk kami, para senior. Ditengah krisis kepemimpinan, krisis kepekaan komunal dan bebasnya informasi masuk. Membuat adik adik harus menelan kenyataan pahit, menjadi generasi wacana. Yang katanya, tau masalah, tau solusi, tapi ga gerak. Ngga ngapa²in.
Tapi di pundak mereka jua, kebaikan harus tersalur, kebermanfaatan harus terukur, ketauladanan tak boleh mundur
Kami tak pernah dibesarkan dengan nama, tapi selalu kan dititipi nilai. Adik adikku sedang tumbuh, menjadi berbagai peran.
Semoga senantiasa di jaga dalam keberkahan.
Malang, 19 Oktober 2019













