Berupaya menjadi orang yg lebih pelit terhadap waktunya daripada pelit terhadap hartanya... Karna waktu lebih berharga daripada harta (yg bisa dicari dan tertakar tak kan tertukar). Sedangkan waktu... We'll never have today again
seen from China
seen from South Korea

seen from United States

seen from Germany

seen from Germany
seen from Russia

seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from South Africa

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Yemen
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Italy

seen from South Africa
seen from United Kingdom
Berupaya menjadi orang yg lebih pelit terhadap waktunya daripada pelit terhadap hartanya... Karna waktu lebih berharga daripada harta (yg bisa dicari dan tertakar tak kan tertukar). Sedangkan waktu... We'll never have today again
كلام الناس مثل الصخور إمّا أن تحملها على ظهرك، فتنكسر أو تبني بها برجاً تحت أقدامك، فتعلو به وتنتصر
Perkataan orang lain itu laksana bebatuan, jika dibebankan pada punggungmu, maka akan menghancurkanmu, atau kamu bangun dari bebatuan itu sebuah menara pijakan di bawah kakimu, maka engkau akan bangkit dan menang.
Terowongan gelap melingkar. Sisi kehidupan yg kenyataannya sedang dijalani. Butuh waktu lama untuk mendefinisikannya. Terowongan besar hingga membuat tubuh terasa tenggelam didalamnya, terasa begituuuu panjang berharap menemui ujungnya. Memahami kata gelap, setelah merasakan sedikit cahaya. Lalu cahaya itu padam, akupun merasa kehilangan. Menyadari pola melingkar, ketika ternyata hari demi hari mengulang angka nol kembali. Sangat sulit hingga lelah menangis, mulut memaki tiada arti, sedang hati dan pikiran masih bersemayam penyakit lama dan sama.
Satu-satunya cara untuk keluar adalah merobohkan salah satu dinding, memutus pola melingkar untuk menemukan ujung jalan yang baru.
Hello December,
Merasakan tahun seperti bilangan bulan, dan bilangan bulan seperti satuan hari. Waktu terus bergerak untuk merefleksikan serugi apa umur ini, secetek apa ilmu ini terserap dan terimplementasi, dan sehina apa hamba yg tak tau malu serta akal rendah ini. Subhanallah astagfirullah... sedangkan kain kafan telah bersanding, dan boleh jadi kali ini kesempatan terakhir... mau jadi apa wahai diri?
Ya Allah, jangan Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Berilah maaf dan rahmatilah kami (QS. Al-Baqarah: 286)
Hilang. Hanya orang yang memiliki, yg akan merasa kehilangan. Sedangkan yg tidak sadar, tak kan pernah sedikitpun merasakannya.
Maka bersyukurlah atas rasa sedih yg dirasakan, penyesalan yg menghujam, dan takut yg menghantui. Memiliki kehilangan menjadi sebuah penantian dan harapan. Menanti kesempatan kesekian kalinya. Hanya jika Allah mengijinkannya... sebab kematian tak menunggu taubat. Tapi hanya dengan bertaubatlah kita dapat menunggu kematian. Wahai diri, sadarlah dari kebodohanmu sendiri.
Umur adalah akumulasi hari dari kehadiran diri kita di dunia ini. Sepanjang itu pula, aku belum mengenal baik diriku yg sebenarnya. Boleh jadi sangat terlambat karena sudah menjelang parobaya. Menyedihkan sekaligus melegakan. Menyedihkan atas separuh umur rata-rata yg habis begitu saja. Melegakan menyadari hal ini sekarang. Diiringi rasa takut kesadaran ini tidak bertahan lama.
Menerima diri sendiri tak semudah kelihatannya. Sebab sepanjang hari dalam bilangan umur itu telah menjadi bagian yang begitu rumit, hingga membuatku tak mampu mengenali sebentuk apakah diri ini. Meski cermin menunjukkan bentuk fisik, tapi yg kucari bukanlah itu. Bukanlah sekedar yang dibungkus kulit, baju, atau bahkan polesan bedak. Bentuk diri ketika dalam ramai maupun sunyi, gelap maupun terang, hangat maupun dingin. Sebab saat ini yg ku rasakan adalah bentuk samar, seperti ada yg bersembunyi dibalik sisi gelap. Menyeringai dalam ketakutan dan kesedihan. Mengular berdesis diatas kepala. Atau mengeras dan membatu seperti benda mati.
Meskipun terkadang tak percaya dg kesadaran ini, tapi pada akhirnya tidak ada cara berdamai terbaik selain menerima dan secara bersamaan bekerjasama untuk melakoni permainan-dunia ini berdasarkan aturanNya. Siapapun berhak menjadi pemenang, satu-satunya persaingan adalah berlomba-lomba dalam kebaikan dan ketaatan kepadaNya -- tanpa saling menjatuhkan, melainkan penuh cinta, harapan dan rasa takut secara bersamaan.
September Nano-nano
September Bulan penuh kenangan serta perenungan-perenungan Bulan dimana bagi saya pribadi, penuh dengan tamparan-tamparan keras menuju proses pendewasaan Banyak hal terjadi dalam satu bulan ini Dari evaluasi tentang perjalanan hidup selama ini Target-target hidup mana saja yang telah dan belum terealisasi Kekurangan apa saja yang perlu diperbaiki Dan tentang sabar serta syukur tanpa tapi Terima kasih atas pelajaran yang berharga