Patung Catur Muka #PatungCaturMuka #PatungBali #PatungIkonik #CaturMuka #PelabuhanBenoa
#NgurahSuryaKusuma Youtube Channel: Ngurah Surya Kusuma

seen from Netherlands
seen from United States

seen from United Arab Emirates
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from Canada
seen from Italy

seen from Russia
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Germany
seen from Spain
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Belgium

seen from United States
seen from China
Patung Catur Muka #PatungCaturMuka #PatungBali #PatungIkonik #CaturMuka #PelabuhanBenoa
#NgurahSuryaKusuma Youtube Channel: Ngurah Surya Kusuma
Rangkaian Nyepi, Pemkot Denpasar Gelar Tawur Agung Kesanga di Kawasan Catus Pata Patung Catur Muka
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR - Prosesi Tawur Agung Kesanga serangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1945 di Kota Denpasar berlangsung bertepatan dengan Tilem Sasih Kesanga, di Kawasan Catus Pata Catur Muka Denpasar, Selasa (21/3/2023). Upacara Tawur Agung dengan tingkatan upakara Tawur Balik Sumpah Utama ini dipuput 6 sulinggih Sarwa Sadhaka. Diringi suara Gambelan Bali dan Kekidungan, pelaksanaan Tawur Agung berlangsung khidmat. Diawali Tari Rejang Sari, Rejang Dewa, Topeng Wali dan Rejang Renteng. Tak sedikit umat Hindu Kota Denpasar dan perwakilan Desa Adat se-Kota Denpasar yang mengikuti rangkaian Tawur hingga selesai. Hadir langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Forkopimda Kota Denpasar dan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana. Tampak pula Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Perwakilan Bandesa serta umat sedharma. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara ngayah mesolah Topeng Dalem Arsa Wijaya. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat diwawancarai menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Tawur Agung Kesanga serangkaian Hari Suci Nyepi. Dimana, setelah Tawur Kesanga, prosesi dilanjutkan dengan malam Pangerupukan yang identik dengan pengarakan ogoh-ogoh. Jaya Negara menekankan, pelaksanaan malam Pangerupukan dan Nyepi diserahkan kepada Desa Adat yang disesuaikan dengan Dresta, Adat Istiadat dan Awig yang berlaku. "Mari kita laksanakan malam Pangerupukan dan Catur Brata Penyepian ini dengan khidmat, dengan penuh rasa tanggung jawab agar pelaksanaannya lancar, tertib, aman dan kondusif," jelasnya. Sementara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Antara mengatakan, Upacara Tawur Agung Kesanga dengan upakara Tawur Balik Sumpah Utama sudah dimulai sejak 6 Maret 2023 dengan mepiuning, dilanjutkan dengan Nyukat Genah di Timur Laut Patung Catur Muka pada Selasa, 14 Maret 2023. Sedangkan runtutan acara lainnya seperti Ngingsah dan Mapepada telah dilaksanakan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun Sarwa Sadhaka yang muput pelaksanaan Tawur Agung Kesanga di Kota Denpasar yakni Ida Pedanda Putra Telaga, Ida Pedanda Gede Made Dharma Kerti, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kertha Buana, Ida Pandita Dukuh Acarya Daksa, Ida Sri Mpu Dharma Sunu dan Ida Pandhita Empu Nabe Dhaksa Mertha Yoga. "Tentunya kami berharap kerja sama semua pihak sehingga Rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1945 berjalan lancar, aman dan kondusif,” ujarnya, Sementara itu, dalam SE PHDI Nomor : 143/PHDI Bali/II/2023 tentang pedoman perayaan Hari Suci Nyepi Caka 1945 terdapat beberapa rangkaian utama. Dimana, Nyepi Sipeng dilaksanakan pada Rabu, 22 Maret 2023 selama sehari penuh atau 24 jam sejak pukul 06.00 WITA sampai dengan pukul 06.00 WITA keesokan harinya, dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Yakni Amati Gni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan.(bpn) Read the full article
Puncak Festival Imlek Bersama 2574 Tahun 2023, Gemakan Denpasar Kota Budaya, Kota Tolerensi, Rumah Kita Bersama
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR - Puncak Perayaan Festival Imlek Bersama 2547 Tahun 2023 di Kota Denpasar yang mengusung tema ‘Merajut Kebhinekaan Memperkuat Kerukunan’ berlangsung meriah di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Minggu (29/1/2023). Beragam pementasan turut menyemarakan festival tersebut, mulai dari penampilan Barong Sai, Liong, Wushu, Senam, hingga hiburan musik. Dalam kesempatan tersebut juga turut dilaksanakan penandatanganan Pataka Toleransi dan Kebhinekaan. Puncak perayaan Festival Imlek yang disebut menjadi yang terbesar di Bali ini turut dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama istri Ny. Antari Jaya Negara, Konjen RRT, Ketua FKUB sekaligus Ketua MDA Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua DPRD Kota Denpasar Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana serta Jajaran Fokopimda dan undangan lainnya. Ketua INTI Bali, Putu Agung Prianta menjelaskan, dalam rangka memeriahkan perayaan Imlek tahun 2023, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali dan didukung Pemkot Denpasar menggelar Festival Imlek Bersama 2023. Adapun pelaksanaan festival ini bertujuam untuk memperkuat kerukunan dan kebersamaan di Kota Denpasar. “Kemarin sudah kita saksikan bersama Parade Nusantara di Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada, hari ini adalah puncak perayaan Imlek Toleransi untuk memperingati Tahun Baru Imlek 2574,” katanya. Ketua Pelaksana Festival Imlek Bersama 2023, Paulus Hery Arianto mengatakan Festival Imlek Bersama 2023 ini bertemakan ‘Merajut Kebhinekaan Memperkuat Kerukunan’. Sebelum Festival resmi dimulai, juga sudah terpasang gapura khas Tionghoa dan 1.200 lampion. Gapura dan lampion ini terpasang di sepanjang Jalan Gajah Mada Denpasar. Lebih lanjut dijelaskan, Festival Imlek Bersama yang dikemas lewat Parade Nusantara di kawasan Jalan Gajah Mada – Catur Muka hingga Lapangan Puputan Badung. Selanjutnya pada 29 Januari merupakan Puncak Perayaan Imlek Toleransi yang dimeriahkan 1.200 penampil lintas agama sebagai wujud toleransi dan kebhinekaan. "Sehari sebelumnya pada agenda Parade Nusantara turut ditampilkan 200 barongsai dari 9 paguyuban barongsai serta parade wushu sebanyak 200 peserta. Juga ada peserta dari banjar-banjar dengan penampilan barong, rangda khas Bali, serta Reog Ponorogo,” katanya. “Dan untuk malam puncak akan diisi penampilan Sally Rode yang merupakan penyanyi Mandarin, serta penampilan artis Bali Widi Widiana dan Dek Ulik. Selain itu juga turut akan tampil Toya Devasya, Era Musik Kecapi, serta hiburan menarik lainnya,” ucapnya. Ditambahkannya, pihak panitia juga telah menghadirkan 100 stand UMKM kuliner dimana 70 persennya adalah stand kuliner khas Tionghoa dengan terget 3.000 kunjungan. “Selama pelaksanaan festival ini kami menargetkan jumlah pengunjung yang hadir sebanyak 3.000 orang," katanya. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi atas pelaksanaan Perayaan Imlek Toleransi dan Festival Inlek Bersama Tahun 2023 ini. Dimana, Pemerintah Kota Denpasar sangat fokus dalam merangkul keberagaman yang dapat memperkaya Kota Denpasar sebagai kota berbudaya dalam spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau menyama-braya (persaudaraan) dan meneguhkan Denpasar sebagai Kota Toleransi. “Ini merupakan implementasi sepirit Kolaborasi dan Toleransi dalam menjaga keberagaman. Berbagai kebudayaan dari etnis yang ada di Kota Denpasar ini dapat semakin meningkatkan daya tarik pariwisata di Kota Denpasar sebagai upaya pemulihan ekonomi pasyarakat pasca pandemi Covid-19, Denpasar Kota Budaya, Kota Tolerensi, Rumah Kita Bersama,” ucap Jaya Negara sembari mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek bagi umat yang merayakan.(bpn) Read the full article
Maha Karya Budaya ‘Mabesikan’ Lepas Matahari 2022 di Kota Denpasar
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR - Tidak terasa, Tahun 2022 sudah memasuki penghujung. Pemkot Denpasar menggelar Maha Karya Gelar Budaya bertajuk ‘Mabesikan’ untuk melepas Matahari Tahun 2022 bertepatan dengan malam pergantian tahun, di Kawasan Patung Catur Muka Denpasar, Sabtu (31/12/2022). Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf. Dody Triyo Hadi, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, Perwakilan Forkopimda Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana turut Melepas Matahari 2022 yang ditandai dengan Melepas Burung Merpati. Tampak hadir pula Jajaran FKUB Kota Denpasar, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Widnyani Wiradana, Pimpinan OPD serta undangan lainya. Selain itu, tampak ribuan warga kota yang antusias menyaksikan Maha Karya Budaya yang dipusatkan pada titik nol kilometer Kota Denpasar. Sajian Mahakarya Budaya diawali dengan penampilan Kendang Rampak yang dibawakan Sanggar Kerta Jaya Banjar Menesa Puseh Pedungan, dilanjutkan dengan Gandrung Banyuwangi yang dibawakan oleh Ikawangi. Selanjutnya, turut ditampilkan garapan inagurasi ‘Manunggaling Catur Gunaning Rasa Suda Sidi Sida Karya Paripurnaning Jagat’ yang merupakan buah kolaborasi Naluri Manca, SMKN 5 Denpasar, SMAN 3 Denpasar dan SMAN 9 Denpasar. Tampak seluruh seniman dengan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian pementasan. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutanya mengatakan, Tahun 2022 merupakan tahun yang penuh tantangan akibat Pandemi Covid-19. Namun demikian, meski perlahan berbagai sektor tampak mulai mengalami pemulihan. Semuanya harus terus dikawal agar semua dapat pulih dan bangkit lebih cepat. Lebih lanjut dijelaskan, Pandemi memberikan kita pembelajaran berharga. Hal ini utamanya berkenaan dengan semangat gotong royong dan kesetiakawanan sosial antara pemerintah dan pemangku kepentingan dalam penanganannya. "Hal tersebut tentu selaras dengan tema kegiatan Melepas Matahari yaitu Mabesikan yang mengandung makna menghormati keragaman budaya dalam persatuan persaudaraan Denpasar menyongsong tahun 2023," ujarnya. Arya Wibawa menekankan, di Tahun 2023 mendatang, seluruh jajaran pemerintah termasuk masyarakat harus bekerja lebih optimal. Hal ini mengingat tantangan kedepan semakin kompleks, utamanya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan Visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. "Tahun 2022 segera berlalu, mari kita jadikan evaluasi, dan mari kita sambut Tahun 2023 dengan penuh harapan dan rasa optimisme untuk terus bekerja mewujudkan Denpasar Maju," ujar Arya Wibawa sembari mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2023 serta Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan. Sementara itu, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, tema yang diangkat dalam acara Melepas Matahari ini yakni ‘Mabesikan’ dengan garapan inagurasi “Manunggaling Catur Gunaning Rasa Suda Sidi Sida Karya Paripurnaning Jagat. Dimana, hal tersebut menitikberatkan upaya menghormati keragaman budaya dalam persatuan dan persaudaraan Denpasar menyongsong Tahun 2023. “Kegiatan ini melibatkan sanggar-sanggar yang ada di Kota Denpasar. Pada kesempatan ini akan ditampilkan kesenian tradisi,” ujarnya. Dikatakannya, acara melepas matahari di Kota Denpasar dikemas dengan penampilan maha karya budaya kolosal di kawasan Catur Muka. Setelah itu akan dilanjutkan dengan hiburan di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Lapangan Puputan Badung). Untuk diketahui, melepas matahari ini digelar kembali setelah terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid-19. ”Tentunya harapan kami dengan pelaksanaan kegiatan melepas matahari ini dapat menjadi salah satu alternatif rekreasi masyarakat Kota Denpasar saat malam pergantian tahun,” ujarnya. “Kami berharap mampu memberikan wahana sekaligus ruang kolaborasi bagi seniman Kota Denpasar, pesannya tentu kita sudah tangkap bersama, yaitu untuk menghormati keragaman budaya dalam persatuan dan persaudaraan Denpasar menyongsong Tahun 2023,” imbuhnya.(bpn) Read the full article
Nilai Transaksi Denfest 2022 Tembus Rp3,4 Miliar
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR - Nilai transaksi saat pelaksanaan Denpasar Festival (Denfest) ke-15 tahun 2022 mencapai Rp3.426.969.250. Dimana Denfest ini digelar selama 5 hari yakni 21-25 Desember 2022. Sementara itu, untuk jumlah kunjungan ke Denfest sebanyak 48.537 orang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani pada Selasa (27/12/2022). "Perolehan tertinggi pada zona UMKM kuliner heritage sebesar Rp1.147.326.500," kata Dezire. Sementara itu, transaksi terkecil pada zona creative community sebesar Rp27.035.000. Adapun jumlah UMKM yang terlibat sebanyak 161 UMKM. "Untuk Denfest ke-15 ini hadir secara langsung untuk pertama kAlinya kembali dilaksanakan di kawasan Catur Muka pasca pandemi," imbuhnya. Pihaknya menambahkan, pelaksanaan Denfest ini menjadi tantangan tersendiri dalam hal mengangkat dan mendorong kembali UMKM untuk bangkit pasca pandemi. Selain itu, selama pelaksanaannya juga terus diguyur hujan selama lima hari. Acara ini juga melibatkan pelaku seni atau pengisi acara sebanyak 2.041 orang. "Jumlah komunitas yang terlibat 46 komunitas dan jumlah tenaga kerja sebanyak 85 orang," katanya. Denpasar Festival kali ini lolos kurasi sebagai festival pilihan dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun 2022 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Ada berbagai mata acara yang dikemas dalam perhelatan ini, di antaranya inaugurasi pembukaan dan penutupan, pementasan seni klasik hingga kontemporer, pemanggungan musik dari berbagai genre, gelaran fesyen, kuliner khas dan unggulan, teater, podcast/talk show, indie movie, street carnival, workshop, dan lainnya. Ragam acara tersebut menggandeng para seniman, sineas kreatif, musisi anyar maupun legendaris, sosok inspiratif yang hadir dalam berbagai sesi lokakarya, dan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai subsektor ekonomi kreatif. Beberapa band terkenal di Bali juga hadir dalam gelaran festival akhir tahun Kota Denpasar itu seperti Joni Agung, Crazy Horse, Lolot, Emoni, dan lainnya.(bpn) Read the full article
Pengunjung Membludak, Penampilan Joni Agung & Double T Tutup Gelaran Denfest ke-15
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR - Tidak terasa, gelaran Denpasar Festival (Denfest) ke-15 Tahun 2022 sudah memasuki hari terkahir. Penampilan Joni Agung & Double T menjadi penutup gelaran akhir tahun di Kota Denpasar ini. Bahkan, dengan cuaca yang mendukung membuat masyarakat tumpah ruah memadati arena Denfest di Kawasan Patung Catur Muka Denpasar pada Minggu (25/12/2022). Selain Joni Agung & Double T, beragam pementasan dan penampilan turut menghibur. Mulai dari Fashion Show Dekranasda Denpasar, UTE, The Jings, Mesandal, Keroncong, Skool of Rox, Twenty Ten, Tri Brother, Soullast, dan Soul Rabel yang tampil di Dharma Negara Alaya. Persembahan Seni Adiyogi Yogasan dan Odissi Fushion persembahan Konjen India, Komunitas Cosplay Bali, Costume Carnaval 5 Besar D'Youth Fest dan Flashmob yang menggoyang panggung Pasar Badung. Serta penampilan Boby Dinar dan The Small Axe di Panggung Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung. Dari pantauan di lapangan, hampir sebagian besar panggung utama Denfest dipadati pengunjung. Selain itu, stand kuliner dan kopi juga tak kalah padat. Pun demikian sama halnya dengan stand kerajinan, UMKM, Kriya dan Ekraf yang juga banyak dicari pengunjung. Terlebih kain endek, kamen, songket dan perak jelang Hari Suci Galungan dan Kuningan. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa dan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana bersama OPD meninjau langsung hari terakhir gelaran Denfest ke-15 ini. Tampak semua rombongan meninjau satu persatu panggung serta stand-stand yang tampak padat. Disela peninjauannya, Wali Kota Jaya Negara mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir berkunjung ke Denfest. Pihaknya juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaanya Denfest ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Dikatakanya, dalam gelaran Denfest rata-rata transaksi mencapai Rp450-500 juta/hari. Pun demikian, Jaya Negara mengaku bangga, meski cuaca yang gerimis dan kadang hujan, animo masyarakat untuk berkunjung ke Denfest tetap tinggi. "Yang terpenting itu bagaimana kita bisa memenuhi harapan mssyarakat, indeks kebahagiaan yang kita dorong, termasuk pelaku UMKM, Seniman, Musisi, dan Komunitas Kreatif lainnya untuk mendapat ruang kreativitas, intinya masyarakat mudah-mudahan terhibur dengan pelaksanaan Denfest ke-15 yang kembali digelar di Kawasan Catur Muka dan Gajah Mada," jelasnya Jaya Negara juga mengucapkan selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2023, serta Rahajeng Nyanggra Rahina Galungan dan Kuningan. "Tentunya masih ada kekurangan yang akan kita jadikan bahan evaluasi kedepan, dan terakhir kami mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2023, serta Rahajeng Nyanggra Rahina Suci Galungan dan Kuningan, semoga kita diberikan kebaikan dan kebahagiaan selalu," ujarnya.(bpn) Read the full article
Wali Kota Jaya Negara Mainkan Kendang, Buka Gelaran Denpasar Festival Ke-15
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR - Pementasan Inagurasi Teatrikal bertajuk Tejarasmi mengawali Pelaksanaan Denpasar Festival (Denfest) ke-15 Tahun 2022. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta Jajaran Forkopimda Kota Denpasar membuka langsung event tahunan tersebut dengan ikut memainkan intrumen Kendang dan Sunggu di Kawasan Titik Nol Kilometer, Catur Muka Denpasar, Rabu (21/12/2022) sore dan akan berlangsung hingga 25 Desember mendatang. Pembukaan Denfest yang untuk kali pertama kembali digelar di kawasan Jalan Gajah Mada dan Jalan Veteran Denpasar setelah sempat dua tahun digelar secara hybrid, pasca pandemi ini dikemas menarik. Diawali dengan Wali Kota Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Arya Wibawa yang bernostalgia dengan hadir di arena Denfest dengan mengendarai Bemo Roda Tiga berwarna merah dan putih. Turut hadir Kajari Denpasar, Rudy Hartono, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas, Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, Wali Kota Denpasar Periode 2008-2021, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Panglingsir Puri se-Kota Denpasar, serta undangan lainnya. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, yang diwakili Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Kreativitas, Joshua Puji Mulya Simandjuntak mengatakan, sejalan dengan tema Denpasar Festival 2022, yaitu ‘Tejarasmi’ yang bermakna ‘Cahaya Keindahan’, Denpasar sebagai ibukota Provinsi Bali dan salah satu akses utama untuk menikmati berbagai destinasi indah di seputar Pulau Bali, penyelenggaraan event seperti Denpasar Festival diharapkan mampu menjadi wajah yang merepresentasikan sekaligus mempromosikan kearifan lokal dan budaya Bali. Sehingga mampu menjadi unique selling point dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Provinsi Bali, khususnya Kota Denpasar. Dikatakannya, Index dari World Economic Forum (WEF) Indonesia berada di peringkat ke-32 pada Travel Tourism Development Index (TTDI) 2021 mengalahkan Thailand (peringkat ke-36) dan Malaysia (peringkat ke-38). Pencapaian ini tidak lepas dari upaya bersama dari semua pihak, tentunya memberi semangat bagi kita semua untuk terus mewujudkan Provinsi Bali, khususnya Kota Denpasar, sebagai destinasi wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani menjelaskan, secara tematis, Denpasar Festival 2022 mengangkat tema Cahaya Keindahan yang merepresentasi festival sebagai fajar kebangkitan bagi warga Kota Denpasar. Dimana, estetika yang dipendarkan menyinari jalan terang bagi peradaban, terutama sebagai medium mengungkap sucinya pikiran (siwam), kebenaran perilaku (satyam), dan adi warna rasa (sundaram). Lebih lanjut dijelaskan Jaya Negara, memasuki tahun pelaksanaan ke-15 pada tahun 2022 ini, Denpasar Festival konsisten menjadi teladan bagi pelaksanaan festival kreatif di Bali. Dimana, pelaksanaanya menjadi wadah berinteraksinya berbagai pihak, utamanya generasi kreatif yang kian hari berperan membentuk masa depan Denpasar. Tak hanya itu, Denfest kali ini juga menjadi program padat karya berbasis seni dan budaya yang menempatkan industri kreatif sebagai usada ‘obat’ untuk bangkit dari krisis multidimensi akibat pandemi Covid-19. Secara umum, Denfest ke-15 ini dikemas dengan beberapa segmen utama. Mulai dari Inagurasi pembukaan, Pementasan seni dan budaya, Pagelaran musik, Film, Fashion Show, Creative Talkshow dan Stand UMKM. Beragam Group Band papan atas juga akan tampil menggetarkan panggung utama. Yakni Lolot Band, Nanoe Beroe, Navicula, Joni Agung and Doble T, XXX, Pramusti Bali, Dewa Bujana Nyanyian Dharma dan masih banyak lainya. Tak hanya itu, sebanyak 161 UMKM unggulan, 1.049 seniman, dan 622 musisi akan terlibat pada Denfest ke-15 yang tersebar di beberapa titik, yakni Kawasan Catur Muka, Wantilan Inna Heritage Bali Hotel, Panggung Gajah Mada, Pelataran Pasar Badung dan Lapangan Puputan Badung. Sedangkan stand kuliner dan UMKM unggulan dipusatkan di kawasan Jalan Gajah Mada, Pelataran Pasar Badung dan Jalan Veteran. “Festival pariwisata-kreatif ini menjadi muara bertemunya tradisi dengan modernitas, Bali dengan Nusantara, berorientasi kolaborasi lokal dan global, dan secara menarik memori masa lampau berpadu-padan dengan denyut nadi kekinian dan masa depan, kita padukan berbagai kreativitas dalam balutan tejarasmi sebagai cahaya keindahan,” kata Jaya Negara. Sementara Dezire Mulyani menambahkan, pelaksanaan Denfest diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sinergi ekonomi kreatif dan ekonomi pariwisata budaya yang dinamis, berkesinambungan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Sehingga mampu mendorong generasi muda untuk melestarikan kemuliaan tradisi sekaligus mengembangkan wawasan, inovasi, dan kreativitas dalam 16 subsektor ekonomi kreatif Indonesia. “Mendukung distribusi beragam layanan dan produk seni, budaya, teknologi, dan kewirausahaan Denpasar di pentas nasional dan pasar internasional untuk meningkatkan kondisi kerja dan kualitas hidup UMKM,” ujar Dezire. Lebih jauh Dezire berharap, pelaksanaan Denfest menjadi platform kerja sama antara pemerintah, kaum kreatif, akademisi, bisnis, dan publik luas dalam memajukan ekosistem kreatif lokal dan regional yang sehat dan berkesinambungan. Sehingga mampu menciptakan peluang bagi seniman dan pengusaha muda untuk berjejaring dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan di tingkat nasional dan internasional. “Harapan kami secara berkesinambungan Denfest menjadi wahana kreativitas di berbagai bidang, mulai dari seni, ekraf, teknologi, desain, modeling dan lain sebagainya yang masmpu meningkatkan daya saing dan mendukung kemajuan ekonomi di Kota Denpasar,” ujarnya.
Kehadiran Stand Kopi Jadikan Denfest Lebih Kekinian Untuk Anak Muda
Secara umum, Denfest ke-15 ini nampak sama dengan pelaksanaan sebelumnya yang digelar di kawasan Jalan Gajah Mada. Namun jika ditelisik lebih dalam, Denfest tahun ini menghadirkan stand kopi diantara ragam kuliner yang ada di sepanjang Jalan Gajah Mada. Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani saat dijumpai disela pembukaan Denfest mengatakan, Kopi saat ini menjadi salah satu menu andalan yang digandrungi anak muda. Dimana, dengan sajian secangkir kopi ditemani sepiring snack, anak muda bisa bercengkrama hingga lupa waktu. “Selain kuliner heritage, kopi merupakan salah satu menu andalan yang sangat dicari anak muda, dan menjadi salah satu pemantik inspirasi,” jelasnya. Lebih lanjut dijelaskan, kehadiran stand kopi menjadikan Denfest lebih kekinian untuk anak muda. Sehingga dengan perkembanganya terus berbenah dan mampu menjadi wadah bagi semua kalangan masyarakat. Adapun sebanyak 10 stand kopi turut memeriahkan gelaran denfest tahun ini. Yakni Toosi Coffee, Mood Daily Almond Milk, Sekopi, Rumah Rakyat Kopi, Guar Coffee, Sroja Coffe, Sangguru Kopi, Takaran Kopi, Kopi Bali Sujati dan Kayonan Coffee.(bpn) Read the full article
Garapan Inagurasi Tejarasmi Akan Buka Gelaran Denfest Ke-15
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR - Garapan Inagurasi Tejarasmi akan menjadi pembuka gelaran Denpasar Festival (Denfest) ke-15 Tahun 2022. Sanggar Palawara Musik Companny dipercaya menggarap sebuah garapan Inagurasi yang bakal disajikan pada pembukaan Denpasar Festival (Denfest) 2022, yang rencananya akan berlangsung, Rabu (21/12/2022) malam di kawasan Catur Muka Kota Denpasar. Pelaksanaan Gladi Resik Selasa (20/12/2022) malam ditinjau langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda IB. alit Wiradana. Turut mendampingi Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. Sebelum mengikuti gladi, tampak Wali Kota Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Arya Wibawa, Sekda IB Alit Wiradana meninjau satu persatu persiapan. Mulai dari kesiapan stand, panggung, dekorasi hingga pementasan seni. I Wayan Ary Wijaya sebagai konseptor dan penata musik saat diwawancarai disela gladi di Kawasan Catur Muka, Denpasar mengungkapkan, membuat komposisi ini tidak terlalu rumit, namun kesan dan suasananya diajak ke tempo dulu. Garapan ini memadukan alat musik band, gamelan tradisional seperti barungan jegog, barungan kendang, ceng-ceng, perkusi dan alat musik lainnya. Selain itu, sajian tari dikemas dalam olah gerak yang mengambil dasar-dasar tari tradisi dan primitif. “Saya menggarap musik itu sebagai alat komunikasi, ilustrasi, sehingga tak terlalu sulit. Musik disini sebagai sebuah ajang treatikal, sehingga menonjolkan warna sounding dari instrument, bukan dari teknik permainnnya,” kata Ary Palawara sapaan akrabnya. Ary Palawara mengatakan, garapan ini berawal dari mengekplorasi ide Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara yang menjadikan perhelatan Denfest ke-15 tahun ini bernuansa nostalgia. Karena itu, garapan ini tak murni menyajikan alat musik gamelan, band serta alat musik lain, tetapi dipadu dengan video bumper yang akan menggambarkan suasana ke masa lalu, untuk bernostalgia. Wali Kota mengandeng beberapa seniman bondres, komedian lokal naik bemo berkeliling Kota Denpasar menyapa masyarakat. Dalam inagurasi ini ada kaitannya dengan bernostalgia, yang artinya menuju terang seperti tema Denfest ke-15 tahun 2022 adalah Tejarasmi yang artinya cahaya keindahan terang itu sama dengan dari dunia lampau menuju perkembangan dimasa mendatang. Ary menuturkan garapanya dibagi beberapa babak yakni suasana pagi (surya sewana), kemudian babak yang menceritakan tentang rakyat yaitu aktivitas masyarakat di Pasar Badung, babak berikutnya Teja Rasmi atau cahaya keindahan, lantas menampilkan gambaran arca serta relief menghadirkan para penari, kemudian babak selanjutnya menyajikan paduan garapan Ardi Merdangga yang rencananya Wali Kota Jaya Negara ikut main kendang yang diakhiri dengan nyanyian Denpasar Festival. Dalam garapan ini, Arik Wijaya melibatkan beberapa grup dan sekaa kesenian, seperti ITB STIKOM Bali untuk gamelan Adi Merdangga, Sanggar Palawara, dan Kadapat, sehingga dalam garapan ini akan terlibat sekitar 90 orang seniman tari, tabuh dan musisi. Karena ini bukan garapan komposisi, maka ia membuat musik sebagai alat komunikasi, ilustrasi, sehingga tak terlalu sulit. “Musik di sini, tidak akan berdiri sendiri, tetapi sebagai sebuah ajang treatikal bermusik berekspresi, ada banyak warna, sehingga menonjolkan warna sounding dari instrument, bukan dari teknik permainnnya,” ujarnya. Hal senada dikatakan penata tari yang dipercayakan kepada Pande Putu Kevin Dian Muliarta. Kevin demikian akrab disapa menuturkan, karya inagurasi ini mengkemas koreo prosesi ritus nyurya sewana persembahan pada matahari. “Saya menata dengan penari, dalam suasana pasar yang ada euforia dari masyarakat Kota Denpasar yang terkenal dengan Pasar Badung. Disitu melibatkan penari yang menggambarkan pasar ada jual beli, dengan suasana kebahagiaan. Lalu disambung dengan masuknya bleganjur mengawali sebuah prosesi persembahan,” ujar Kevin yang didampingi asisten penata tari, Kadek Adi Pranata. Dalam garapan ini basiknya adalah tari tradisi Bali lantas dikembangkan ke arah yang lebih klasik dan primitif, gerak sederhana kecil namun unik. Penari yang dilibatkan total semuanya sekitar 28 penari, terdiri dari 16 wanita dan 12 laki-laki, mereka adalah anak-anak ITB STIKOM Bali.(bpn) Read the full article