My dream is disemangati "Devi Okta, kau pasti bisa!!" spoken by Ade Basuki, in the same voice he used to do for Kera Sakti / Sun Go Kong series.
Yeah I know I'm old, but his voice is that iconic as the Monkey King.

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Lithuania
seen from Türkiye

seen from Singapore

seen from Netherlands
seen from Singapore

seen from Russia
seen from United States
seen from Pakistan
seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from Russia

seen from United States

seen from Algeria
seen from Türkiye

seen from South Korea
My dream is disemangati "Devi Okta, kau pasti bisa!!" spoken by Ade Basuki, in the same voice he used to do for Kera Sakti / Sun Go Kong series.
Yeah I know I'm old, but his voice is that iconic as the Monkey King.
Devi "Unique-Taste Snacks Hunter" Okta
In the pictures :
1. Pocky Sticks Passion Fruit Yoghurt flavor with Crushed mango bits
2. Tini-Wini-Biti Whizpy with Bubble Gum Dipping
3. Health Life (herbal ready-to-drink) with Morinda citrifolia fruit extract
4. Bauli croissant-shaped bread with strawberry cream
"Zaman sekarang barang-barang semakin susah didapat, ya?"
"Karena semuanya mahal?"
"Bukan. Karena banyak CCTV."
------------------------------------------
Coba saya terjemahkan ke Bahasa Inggris :
"It's so hard to get everything nowadays"
"Ah, because everything becomes expensive?"
"No. Because there's CCTV everywhere!"
------------------------------------------
That's it, folks. Thanks for coming.
Per Sabtu kemarin ruangan lumayan dirombak. Ada dua karyawan yang pindah gedung, sementara 15 orang berpindah tempat duduknya. Anak-anak sample pindah tempat duduk juga, ke area dekat kubikel saya.
Depan saya si Faris. Hohohoho
Faris yang manis. Faris yang nggak bisa marah. Faris yang nggak banyak tingkah.
Well, duduknya nggak di depan saya persis, sih. Agak serong. Diagonal. Tapi saya bisa lihat dia. Jelas. Sejelas kenyataan bahwa matahari terbit dari timur.
Hmm
Mungkin, mulai besok saya akan sering-sering berkaca dan membetulkan riasan muka.
(hellowwwww, mbaakk..ingat umur mbak..)
So last Sunday on April 19th I was assigned to host "Halal Bihalal" in Ungaran.
The dress code theme? Arabian Look. 😁
Since there was not enough time to search for a theme-related outfit and accessory, I ended up wearing this brown 'gamis' dress, light brown scarf, and altered my necklace (which has Saturn planet as its pendant) to be a head-piece by using two small bobby pins, and then using colourful brooch to make my dress less plain.
I didn't win the best costume, though, but some colleagues commented that I look totally different from my usual outfit, and for me that was an appreciation.
Saya nonton ulang klip-klip film lama Bring It On (2000) dan menurut saya ending cerita film ini sangat memuaskan dan adil, kendati saya masih kerap menemukan komentar bahwa tim Torrance Shipman (yang diperankan Kristen Dunst) harusnya menang karena koreografi mereka lebih bagus.
Kenapa saya puas dengan ending-nya?
1. Tim pemandu sorak (cheerleader) sekolahnya Kristen Dunst, Rancho Carne Toros, dari dulu langganan jadi juara karena mereka mencuri koreografi tim East Compton Clovers, sebuah sekolah di wilayah Compton yang didominasi orang kulit hitam. Jadi team Rancho Carne memata-matai penampilan East Compton Clovers, lalu menggunakan koreografi mereka (yang original itu) di ajang kompetisi cheerleader. Ikut kompetisi ini nggak gampang, ada duitnya. Dan mahal. Dan karena yang sekolah di Compton rata-rata bukan orang kaya, mereka nggak bisa ikut kompetisi. Mereka cuma bisa nonton di TV, menyaksikan tarian original mereka dibawakan anak-anak kulit putih dari Rancho Carne San Diego, kemudian melihat mereka mengangkat piala serta menerima hadiah. Sedih, sedih banget. Dan ini berlangsung selama enam tahun (berdasarkan dialog ex-kapten Rancho Carne Toros di awal film).
Enam tahun anak-anak East Compton Clovers "dicuri" kreativitasnya, kesempatannya, dan hadiahnya. Dan nggak bisa apa-apa.
Makanya ketika mereka akhirnya bisa ikut kompetisi berkat kapten mereka, Isis, yang nggak gampang nyerah mencari jalan, terus akhirnya team mereka diumumkan sebagai juara satu (UNTUK PERTAMA KALINYA SEJAK DIPECUNDANGI BERTAHUN-TAHUN) saya pikir ini fair. They really deserve this happy ending.
2. Di ajang kompetisi yang sama, team Rancho Carne Toros dapat juara dua, untuk yang pertama kalinya sejak mereka bertahun-tahun jadi juara satu (via jalur nyolong tarian orang). Padahal di kompetisi ini untuk pertama kalinya mereka mikir koreografi sendiri, brainstorming ide tarian sendiri, cari inspirasi gerakan dari mana-mana, latihan tanpa lelah...you name it. Memang hasilnya fresh banget. Tapi kok mereka juara dua?
Ya sebenernya dibikin jadi juara satu juga bisa, sih. Tapi nanti nggak adil buat Compton Clovers. Dan akan menjadi ending yang biasa banget buat pemirsa : jenenge lakon yo mesti menang.
Lagian kan ini pertama kalinya Rancho Carne Toros tampil dengan koreografi original buatan mereka sendiri, dapat juara dua ya udah bagus banget. Malah bisa merintis jalan untuk jadi juara satu di kompetisi selanjutnya.
Begitu.
Jadi kalau ada yang protes soal ending film Bring It On ini, ah... saya anggap orang itu terlalu sering nonton film di mana penjahatnya kalah dan lakon utamanya menang.
Tabik!
"Devi, Instagram kamu apa?"
"Nggak punya Instagram."
"Kalo Facebook?"
"Udah nggak aktif dari tahun 2018."
"Oh.. terus main sosmed apa?"
"Yahoo Koprol."
"Lah, emangnya masih? Bukannya udah nggak ada lagi, ya?"
"Exactly."
********
I will never reveal my Tumblr account :))
At least for now.
I have not been feeling well since Saturday March 28th. 😞 I think I catch cold because I left my workplace after 8 pm for the past three days and they were mostly raining night.
So, this Sunday March 29th I decided to treat myself with comfort foods and seeking for snacks. 😋
Starting from Sup Iga for lunch, dined in Lelungan Cafe, Ngempon, which is 4km from my boarding house.
I also ordered a rice bowl with beef sambal matah, but my stomach felt so full (of course!) hence I pack this rice bowl for take-home.
Next, I went to Superindo Supermarket in Ungaran to get some fruit and juice.
I found this yellow dragon fruit. Whoa.
And to my surprise, there was Buana Bakery and Coffee kiosk inside this supermarket. So I stopped by to buy Americano, Brown Sugar Iced Coffee, cupcake with orange icing, and my favorite treat : kaasstengels aka cheese cookie. Maybe I should thank the Dutch colonialism era who passed on these buttery-taste cookies til it becomes popular dish for Lebaran.
Anyway, happy Sunday Tumblr fellas.