Cerita: Receh #2
Percakapan singkat antara ibuk dan aku di sore hari.
Sore itu ibuk baru saja pulang kerja, sedangkan aku baru kembali dari warung untuk membeli susu kental manis. Sekarang, di rumah kami sedang ada kebiasaan baru—ibuk dan aku lagi senang-senangnya makan buah, dan buahnya adalah buah yang enak dimakan dengan susu kental seperti alpukat dan buah naga.
Aku : “Mi, iki biri siji ni bili sisi kintil minis.” (sambil nunjuk kaleng)
Ibuk : “Wi, idi sisi kintil minis, ilhim—eh kalau alhamdulillah gak boleh dibuat mainan deng ya...”
Aku : “...” (baru ngeh kalau tadinya ibuk mau ngomong alhamdulillah pake huruf i semua)
















