#JumatBerkah-1
"Pelajaran Bisa Didapat Dimana, Kapan, dan dari Siapa Saja"
Saat mendengarkan khotbah jumat tadi (30/07/2021), sambil menahan kantuk aku tidak sengaja melihat anak kecil di depanku, kira-kira sekitar umur 6-8 tahun. Dia mendengarkan khotbah dengan khidmat, padahal pada umur segitu aku mungkin malah asyik main sendiri atau ketiduran.
Pada jeda khotbah pertama menuju kedua, anak ini sepertinya sudah paham mengenai adab apa yang harus dia lakukan yaitu berdoa sambil mengangkat tangannya dengan yakin. Saat khotbah kedua, dia masih memperhatikan materi yang disampaikan pengkhotbah secara seksama. Berlanjut saat bagian doa, dengan khusyuknya dia mengangkat tangan sambil mengaminkan setiap doa yang terucap dari pengkhotbah.
Salat jumat pun dimulai. Anak kecil itu berdiri menunaikan salat secara tertib dan tenang. Setelah selesai salat, tidak lupa dia juga tetap memanjatkan doa. Selesai berdoa, dia pergi meninggalkan tempat salat menuju keluar masjid. Saat menuju keluar masjid, dia melewati depanku dan sepanjang saf dengan berjalan membungkuk, gestur dalam kebudayaan Jawa untuk menunjukkan rasa hormat atau kesopanan. Namanya saja anak-anak, meskipun terlihat khusyuk saat beribadah, dia bergegas keluar duluan karena ada iming-iming berupa jajanan yang disediakan oleh takmir masjid.
Beberapa hal yang membuatku kagum dan dapat mengambil pelajaran dari anak kecil ini adalah dia mampu bersikap tertib, khidmat khusyuk, serta menjaga adab sopan santun dengan baik pada usia semuda itu. Inilah contoh nyata, tidak hanya bualan teori di literatur maupun buku, betapa hebatnya orang tua yang bisa mengajarkan hal-hal dasar berkehidupan tersebut sehingga anak-anak mereka mampu mempraktikannya dengan baik. Anak-anak bisa dengan otomatis mencontoh dan mempraktikan apa saja yang mereka pelajari serta amati hanya dari kebiasaan sehari-hari di rumah.
Di sini sudah sangat jelas bahwa sejak anak masih kecil, didikan ataupun pengasuhan orang tua yang diberikan dan dicontohkan dalam kehidupan sangat berpengaruh dalam terbentuknya pola pikir maupun perilaku kedepannya. Senang rasanya bisa melihat hasil asuhan orang tua secara langsung dan bisa dijadikan salah satu referensi bagaimana mendidik anak. Di sisi lain, rasa terima kasih untuk anak kecil itu karena aku tidak jadi tertidur saat mendengarkan khotbah jumat.-



















