Review: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (Mark Manson)
Halo! This is my first time wrote book review! Hope you enjoy! ^^
Secara umum buku ini memiliki beberapa hal menarik yang tampak secara fisik:
1. Warna yang dipilih adalah warna yang mentereng yang mengundang mata meliriknya (warna light orange).
2. Tidak ada goresan desain apapun selain tulisan judul, sub judul dan nama penulis. Disertai pula logo bahwa buku ini buku terlaris versi New York Times dan Globe and Mail. Menariknya, judul, sub judul, dan nama penulis full Capslock dan highlight berupa ukuran font yang besar. Komposisi warna yang dipilih dalam cover juga sederhana, hanya hitam dan putih.
3. Sinopsis yang terdapat di bagian belakang buku mewakili isi pemikiran penulis yang tidak biasa dan memicu pembaca untuk membaca lebih dalam.
4. Judul yang dipilih sangat mengundang orang untuk terpicu membacanya. Ketika banyak orang yang menawarkan gagasan untuk peduli pada orang lain, peduli terhadap banyak hal, buku ini menawarkan antitesisnya, sebuah sikap bodo amat. Bagaimana bisa? Mungkin itu pertanyaan umum yang muncul dalam benak orang-orang yang sepintas melihat buku ini. Dan Whoaa?! Sang penulis berhasil membuat pembaca menoleh dan meluangkan waktu lebih banyak untuk melihat bukunya.
5. Secara harga, buku ini termasuk kategori buku yang tidak mahal. Mungkin karena isinya hanya tulisan, tidak ada ilustrasi, hanya dicetak satu warna (hitam), dan sangat mungkin dicetak dalam jumlah banyak sehingga ongkos produksi lebih murah. Tetapi menurut saya yang mahal adalah perspektif yang ditawarkan penulis dan kemampuannya menjabarkan pemikirannya yang bisa membuat orang tercerahkan, tentunya tidak semua orang dan sangat mungkin dalam beberapa bagian di buku membuat jidak mengerut, gimana.. gimana.. sehingga membaca beberapa kali pun diambil sebagai jalan keluar, itu sih pengalaman saya.
1. Buku ini adalah buku terjemahan yang terbitkan kembali oleh Grasindo dengan edisi bahasa Indonesia pada Februari 2018. Buku ini adalah buku yang luar biasa. Seperti saya katakan di awal, penulis menawarkan gagasan antitesis dari kebanyakan gagasan yang sudah tersebar di mana-mana. Perspektif yang berbeda dalam memandang hal sebenarnya itu kata kuncinya menurut saya. Tetapi hasilnya magic! Banyak orang yang tertarik sehingga buku ini per Juni 2019 buku ini sudah dicetak ulang sebanyak 16 kali. Tentunya merupakan sebuah prestasi yang menakjubkan! Bahkan prestasi ini ditorehkan dalam kurun waktu singkat.
2. Dalam review ini saya tidak akan mengulas isinya secara lengkap, saya hanya akan memberikan informasi seputar daftar isi buku dan kesan saya terhadap buku. Sayang sekali rasanya hanya terpuaskan dengan membaca spoiler review padahal dengan membaca bukunya secara utuh kita akan diajak berpikir, merenung, bertanya, membenarkan, kebingungan, dan hal lainnya.
Daftar Isi buku: Jangan berusaha, Kebahagiaan itu masalah, Anda tidak istimewa, Nilai penderitaan, Anda selalu memilih, Anda keliru tentang semua hal (tapi saya pun begitu), Kegagalan adalah jalan untuk maju, Pentingnya berkata tidak, dan kemudian Anda mati.
Membaca buku ini membuka ruang dalam hati saya untuk membenarkan yang diyakini penulis tentang nggak apa-apa kok gagal, mencoba, jatuh, itu semua proses yang akan menguatkan dan membentuk kita. Nggak perlu kok merasa istimewa dan nggak apa-apa juga kalau nggak dapat atensi dari banyak orang tentang hal yang kita lakukan karena berharap hal-hal itu hanya akan membuat kita banyak takutnya dan cenderung nggak mau berubah. Merasa nggak istimewa atau “B” aja akan membuat kita memaksimalkan upaya. Ah, yang saya lakukan masih segini, nggak seberapa. Hasilnya kita akan terus meng-upgrade diri dan kualitas kerja kita. Dan itu bagus! Mark meyakini bahwa kebanyakan orang yang merasa istimewa justru malah akan memberikan effort yang kurang maksimal tapi mengharapkan hasil dan apresiasi yang gede. Tentunya ini delusi yang membahayakan kalau terus dipelihara.
Buku ini disajikan dengan bahasa formal yang cukup frontal, mungkin karena Mark adalah orang Barat yang terbiasa dengan itu. Buat orang Asia, terlebih muslim harus disaring-saring ya ehehe.
Sekian review kali ini. Apa kalian tertarik membacanya? :)