Selamat pagi, ibu guru, kami sudah sedia.
Menerima petunjukmu, belajar dengan gembira......
Begitulah lirik lagu yang dinyanyikan anak-anak kelas khusus Rainbow, yang dipandu oleh bu guru. Suara anak-anak tak terlalu lantang terdengar. Hanya bu guru yang bernyanyi dengan sangat semangat. Walaupun bu guru sudah bersuara dengan lantang dan bertepuk tangan menyemangati, anak-anak tetap saja bersuara lirih. Termasuk Gerry.
Dia menutup mulutnya rapat-rapat kemudian bermalas-malasan dengan meletakkan kedua tangannya di atas meja sebagai sandaran kepala. Sekalipun bu guru berusaha menarik badan Geryy supaya duduk dengan tegak, Gerry tak lantas bangkit. Aku yang duduk di sampingnya menjadi ingin menggodanya, supaya ada sedikit senyuman di wajahnya. Di luar dugaanku, Gerry menjadi sedikit kesal dan mengadukanku ke bu guru.
“Bu guru, Rey nakal,” aduan Gerry kepada bu guru. Rey hanya terdiam dan melongo melihat respon Gerry itu.
Bu guru yang selalu mengamati tingkah laku anak-anak menyadari bahwa Rey tak benar-benar ingin mengganggu Gerry.
“La wong Rey cuma megang tangan kamu kok,” sanggah bu guru dengan sedikit nada menggoda kepada Gerry.
Gerry tak lantas menerima, justru dia semakin memajukan bibirnya yang terkatup rapat.
Bu guru tak kehabisan akal untuk mencairkan suasana. Diajaklah murid-murid kelas khusus Rainbow untuk bernyanyi sambil menari mengelilingi kelas. Nampak Gerry mau bergerak dan sedikit mengeluarkan suara walau masih terdengar lirih. Aku berdiri di belakang Gerry dan kadang mendahului Gerry supaya dia mengejarku. Gerry memang mudah terpancing dan tidak mau kalah. Dia mulai mendahului dan kami saling kejar-mengejar. Merasa kelas mulai gaduh, bu guru menghentikan aksi kami itu.
Kami semua duduk di bangku masing-masing dan aku duduk di samping Gerry. Nampak Gerry mulai tersenyum dan tak lagi meletakkan kepalanya di meja. Kami minum air putih untuk menyegarkan tubuh yang sedikit lelah karena berlarian.
Bu guru meminta kami mengambil crayon di dalam tas yang ada di loker. Setelah kami kembali, ada buku gambar dengan gambar nampan buah yang berisi buah-buah yang masih belum diwarnai. Gerry nampak antusias melihatnya. Gerry mulai berceloteh dan memulai mewarnai. Gerry ini sangat suka mewarnai. Setelah kejadian ini, Gerry terlihat bersemangat. Aku menjadi lega dan memulai mewarnai buku gambarku.
Aku tak dapat menyelesaikan tugasku dengan cepat. Susah sekali bagiku untuk berkonsentrasi pada satu hal. Tiba-tiba Gerry menawarkan jasa untuk membantuku menyelesaikan pewarnaan. Aku sangat senang. Dengan bantuan Gerry aku lebih terpacu untuk mengerjakan bersama, hal ini membantuku mengurangi kesulitan konsentrasi yang sedang kuhadapi. Tugasku dapat diselesaikan dengan cepat begitu pula milik Gerry.