Terima kasih, 2018!
Mengikuti yang mainstream wkwk, di awal tahun baru menulis tulisan yang bertajuk “Terima kasih, 2018!” atau tulisan-tulisan lainnya bertema 2018. Tapi aku rasa memang perlu menulis ini jika ditujukan untuk muhasabah diri. Mengingat apa saja yang telah terjadi di 2018 termasuk hal baik dan belum baik. Mensyukuri hal-hal baik dan mengambil pelajaran baik untuk hal-hal yang belum baik.
Pada tahun 2018, keluhan masih menjadi teman. Ditambah lagi teman lama yang tahun ini semakin menjadi akrab, yaitu keras kepala. Padahal inginnya berteman akrab dengan kesabaran. Namun kesabaran rasanya masih jauh untuk digapai. Ujung-ujungnya malu, kepada diri sendiri dan utamanya kepada Allah subhanahu wa ta ‘ala. Ujung-ujungnya nangis menyesali kenapa diri begitu mudah sekali mengeluh, keras kepala, dan kurang bersabar.
Aku orangnya mudah sekali terharu (bahasa halusnya cengeng wkwk). Emosi sedikit langsung nangis. Tapi nangisnya bukan karena kesal terhadap hal yang diemosikan. Lebih tepatnya nangis karena menyesal kenapa hal gitu aja mudah bikin emosi. Nangis karena aku gagal lagi naik kelas dalam bersabar. Padahal kan seharusnya bisa bersabar. Tapi ya itu tadi, seperti yang sudah aku sebutkan di atas. Aku masih belum berteman akrab dengan kesabaran huhu :(
Suatu malam aku dirikan sholat tasbih dan sholat taubat yang ditutup dengan isakan tangis dalam doa memohon ampun kepada Rabbi. Sambil menangis aku bilang aku malu sama Allah. Aku memohon Allah untuk terus mencintai aku yang masih saja bermaksiat dalam mengeluh, emosi, keras kepala, dan tidak pernah berhasil belajar bersabar. Aku memohon kepada Allah untuk terus membimbing aku agar bisa menjadi hambaNya yang baik dan bersabar. Aku ingin sekali terus menjadi baik. Aku memohon pertolongan Allah.
Di tengah aku yang sangat desperate dengan keadaan diri yang makin lama malah makin mundur tidak mengalami kemajuan yang baik, Allah buktikan bahwa sungguh Allah Maha Baik yang sayang sekali sama semua hambaNya. Allah kasih aku rejeki kesempatan untuk memperbaiki diri. Memang dalam proses berhijrah juga diperlukan hijrah tempat. Alhamdulillah Allah kabulkan doaku dengan cepat. Semakin menyadarkan bahwa Allah begitu sayang sama aku. 😭
#Dear2018, terima kasih atas segala hal baik, kesempatan baik dan pelajaran-pelajaran baik yang Allah izinkan terjadi pada kamu. Tolong pesankan pada 2019 bahwa aku ingin lebih baik lagi. Bismillah.
© rizkia, 1 Januari 2019










