google search mario’s last name
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from South Africa
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Poland

seen from Germany
seen from South Korea
seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from Italy

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from Poland
google search mario’s last name
I’ve got Batman’s IP, his home address too. His government files say a lot about him
What the fuck. I’m trying to fucking sleep and Max is shooting off Roman candles on the roof. I can hear him laughing.
-Harv
“Merry Christmas from the Dents!”
Max keeps laughing anytime I go on my blog. Is there something wrong with it?
#2kcarcarevijayawada
Denting Jarak Terakhir
Langit ceritaku runtuh tepat saat kau menemukan jalan pulangmu. Kepergianku rupanya tiket emasmu menuju bahagia—betapa manis nasib bekerja untukmu. Mungkin memang aku ini rumah yang sudah lama retak, tempat siapa pun enggan tinggal terlalu lama, setiap sudutnya hanya memantulkan gema luka. Melihatmu bebas dari belantara kesemrawut hidupku pun menghadirkan lega yang aneh, seperti merelakan kapal karam yang sejak awal tak pernah layak berlayar.
Tuhan tahu betapa genggamanku masih gemetar, namun tetap kulepas, sebab tak ada yang lebih memilukan daripada mengurung burung yang telah kehilangan suaranya. Perjalanan kita usai bahkan sebelum garis akhir sempat menampakkan bayangnya. Kesalahan-kesalahan yang kita lipat rapi seperti debu yang sengaja disembunyikan di bawah karpet kini beterbangan menagih pengakuan.
Berjalanlah sesukamu di dunia yang ritmenya tak pernah kupahami. Aku sibuk mengumpulkan serpihan diriku sendiri yang berserakan seperti kaca pecah di lantai malam. Ironisnya, seseorang yang pergi justru menjadi yang paling abadi, tinggal sebagai bayang-bayang panjang di sudut ingatan yang tak kunjung bisa kuusir.
Aku kembali menjadi antagonis dalam drama yang naskahnya bahkan tak pernah kuminta ditulis. Kau menunjukku sebagai asal mula masalah, seolah hubungan bukan dua hati yang sama-sama mampu pecah. Padahal tak ada yang benar, tak ada yang menang—yang ada hanya dua jiwa yang akhirnya kelelahan berjuang tanpa arah. Kebetulan kamu bertemunya aku, yang tak pernah cukup sembuh untuk jadi pulang, yang terlalu retak untuk kau genggam tanpa berdarah.