Dunia Yang Berdering
Bayangkan, jika ada dunia Dimana cinta diketahui tanpa perlu diungkapkan? Apa dunia itu akan lebih menarik? Atau sebaliknya, cinta memang harus dirahasiakan? Karena dia rahasia, apa mungkin kebohongan menjadi keniscayaan?
Bagiku, cinta yang tak perlu diungkapkan akan kehilangan arti, dunia yang ramai tapi tak lagi indah. Memang praktis, tapi tidak lagi menarik. Bukankah cinta itu menarik karena usaha dalam memperjuangkannya agar ia diketahui? Debaran jantung itu tak memiliki bahasa, ia bisu namun terasa nikmat. Mencintai mungkin memang rahasia, tapi disitulah letak kehidupan.
Tentu saja kita takut dengan kebohongan, kita sedemikian berharap untuk tak menemukannya dalam proses mencintai. Ia adalah musuh. Karena keberadaannya, kita menjadi hati-hati, dan pencarian pun dilakukan dengan begitu selektif.
Saat dunia benar-benar berdering oleh cinta, banyak orang mungkin merasa terasing, karena tak menemukan seseorang yang benar-benar mencintainya, dan membuat hatinya berdering, seperti jarum jam yang berdenting. Ia hanya sendiri, sunyi tak berbunyi, hanya melihat orang lain yang sibuk dengan suara dering masing-masing, tanpa perduli lagi dengan mereka yang tak mendapat banyak cinta.
Atau, disaat kita harus berhenti mencintai seseorang yang tak dapat dimiliki. Deringnya tak bisa berhenti, namun tangan kita tak bisa saling menyentuh. Sangat menyakitkan mendengar suara deringnya. Kita terus bertanya, bagaimana cara menghentikannya?. Kita terus merasa, bahwa cinta seharusnya sunyi, ia seharusnya rahasia, yang dinyatakan ketika waktunya tepat.
Jika ia rahasia, sakitnya mungkin akan lebih ringan...
.
.
@nidzomizzuddien



















