8 Tahun Lalu, 8 Tahun kemudian
Sungguh, sebenarnya aku masih sungkan mengingat kejadian 8 tahun lalu, persis tepat jam menunjukkan pukul 17.42 WIB sama persis dengan aku memberanikan menulis dan menginggat kembali hal yang sangat aku takutkan.
Trauma kehilangan sejak kecil, sungguh sampai saat ini masih tergores dalam dihati. Getaran jiwa pun masih sering terasa ketika aku mulai mengingat kejadian-kejadian pahit itu.
Memang saat itu usiaku masih sangat kecil, tapi justru itulah ingatan yang paling melekat sampai saat ini.
Si bungsu yang usianya 17tahun saat itu merasa sangat gelisah. Pikirannya banyak kosongnya, bahkan mau meminta Sang Pencipta keadilan dan kehidupan pun ia tidak sanggup.
Melihat Cinta Pertamanya terbaring lemah terikat selang-selang penyambung hidup, Ia tidak tau harus berbuat apa. Mencoba menguatkan? Dia sendiri saja lemah? sedangkan orang-orang disekitarnya sama, sama-sama mencoba menguatkan untuk menerima sebuah perpisahan.
Adzan Magrib sudah berkumandang, dengan lesu si Bungsu meminta ijin untuk bersujud kepada Sang Pencipta, walaupun nyatanya Ia hanya diam dan tertunduk lesu diatas sajadahnya, bibirnya bergetar, tangis air matanya tumpah dipipinya,
yang terdengar hanya alunan lembut menyebut TuhanNya... "Ya Allah... Ya Allah..."
Begitu terus sampai salah satu sanak saudara menghampirinya untuk kembali kekenyataan yang ada.
bisik lembut saudara ke telinga si Bungsu, kemudian anggukan kecil yang terlihat
Saat si Bungsu kembali ingin menemui cinta pertamannya yang tersisa adalah mendampingi Ayahanda kembali ke Sang Pencipta dengan lantunan syahadat Lirih..
.."Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah"
Sepasang mata terpejam pasrah, dan Tangis si Bungsu Pecaah.
Si Bungsu nampak baik-baik saja..
Entah dipaksa baik, atau memang berusaha menjadi lebih baik.
Pandai Ia menyembunyikan luka hatinya, karna takut dikasihani.
Bukan melupakan goresan luka hati akibat trauma kehilangan sedari kecil, tapi ia berusaha baik untuk menjadi normal seperti manusia pada umumnya.
Dan selama 8 kali pula, si Bungsu masih ingat jelas kejadian itu. Rasanya setiap bulan Desember datang, cinta pertamanya seperti kembali pulang untuk sekedar menyapa, membuka tangannya, dan memeluknya.
.."Pak, anak terakhirmu sudah dewasa. Jangan khawatir berlebih, ini hanya dunia sesaat, dan sesaat pula entah kebahagiaan atau kesedihan itu sirna. Aku selamanya akan berusaha menjadi baik, tenang saja !"
8 Desember 2015 - 8 Desember 2023