MERINAI AKU SAMPAI
Dalam kematian yang kumimpikan semalam kutemukan tubuhmu penuh luka Saat itu petir tak ubahnya seperti potretmu dalam ingatan Datang tiba-tiba, pergi tiba-tiba Kemudian hujan menghilangkan semua bayang-bayang Bercak kesakitan masih kulihat tapi kau memilih untuk membasuhnya dengan gerimis Perihnya mengalir dan membasuh jemari kakiku yang sedari tadi berdiri dari kejauhan Lalu gerimis mulai teduh tapi rindu makin deras saja mungkin ini jenis luka yang lain seperti dalam mimpi semalam Dan saat terbangun potretmu hilang Orang-orang menertawakanku lantas Merinai aku sampai tak ada lagi yang mendengarkan. @syafrinaewii -subjekketiga- Malang, 31 Januari 2019













