Jadi begini
Ketika saya sudah memiliki kenginan maka saya akan berusaha untuk mewujudkannya. Ya meskipun apa yang saya inginkan terkadang juga belum sejalan dengan kehendak-Nya. Jadi saya berfikir apa yang saya inginkan belum tentu baik untuk saya, maybe bisa saja begitu. Tetapi perlu saya tekankan berulangkali mengapa bisa saya seyakin itu jika kenyataannya tidak berjalan sesuai keyakinan saya? saya masi belum bisa mendapatkan jawabannya sampai sekarang. sampai-sampai saya harus berkata segamblang dan sejujurnya tetap saja saya tidak menemukan jawabannya. apa yang salah dengan saya?
Apakah dengan berkata jujur dan terbuka akan membuat saya semakin dipandang sebelah mata? saya tidak peduli, atau malah apa yang saya katakan sudah tidak ada artinya karena saya sudah terlalu sering mengungkapkannya? saya juga tidak paham, yang jelas disini saya hanya berusaha mencari jawaban atas keyakinan yang tidak semstinya ini. dan ketika saya berbicara gamblang dan jujur tetap saja saya belum bisa menemukan jawabannya. saya jadi semakin tidak paham apa sebenernya ini semua. bahkan ketika saya menerima penolakan yang bahkan berulangkali saya merasa mungkin memang sudah waktunya meninggalkan, waktunya berhenti. tapi kembali lagi bagaimana bisa jika semua yang seharusnya dan semestinya dilakukan oleh orang yang telah menerima penolakan dalam hal ini saya selalu saja gagal? saya sudah bertahan dan jatuh beulangkali dan menahan untuk sebisa mungkin saya tidak melakukan hal-hal bodoh tetapi tetap saja hal bodoh tersebut terulang kembali, saya berusaha menghindar tapi tetap saja selalu ada saja cara dan jalan yang membuat saya kembali.
Tetapi yang saya herankan justru begini, saya sempat bertanya perihal rasa akan tetapi tetap saja saya tidak mendapatkan jawabannya, saya tidak memaksa tetapi saya hanya ingin tau, pasalnya sudah jelas jika saya telah menerima penolakan akan tetapi bagaimana bisa dia selalu menerima saya disaat saya kembali dan membuka jalan lebar untuk menimbulkan rasa tersebut, apakah memang sama sekali tidak ada rasa? saya sangat penasaran, bukan apa apa saya hanya ingin memastikan bahwa rasa dan keyakinan ini apa hanya saja ya saja yang memiliki? jika memang begitu kesalahan hanya ada di saya. saya yang telalu berharap lebih, hehe ya mungkin saja alasan untuk membuka atau menerima kembali adalah tidak enak untuk menolak, tetapi kenapa secara gamblang saya telah ditolak ah saya bingung sendiri. apa mugkin saya hanya menjadi kesempatan yang sayang untuk dilewatkan? wah saya jadi banyak menduga yang tidak-tidak karena saya juga penasaran dan belum mendapatkan jawabannya hehehe
Dan pada akhirnya saya juga sudah bosan dengan fase yang seperti ini, mungkin saya memang butuh waktu dan harus menemukan dan menyadari sendiri apa sebenarnya semua ini. tapi sampai kapan? bahkan ketika saya mengungkapkan hal bodoh untuk kembali saya pun ditolak kembali hahahaha mungkin memang dia tidak suka dan tidak memiliki rasa , sudahlah jangan dipaksa sesuatu yang dipaksa tidak akan baik pada akhirnya. dan saya heran dengan diri saya sendiri, saya merasa tidak galau atau baper padahal sebelumnya jika saya tarik mundur kejadian yang serupa mungkin saya sudah memiliki benjolan di mata. justru saya tidak menangis atau mungkin belum? tapi justru raga saya yang tidak ingin melakukan apa-apa. mungkin saya sudah terlalu banyak melakukan hal bodoh jadi air mata sudah tidak mempan yang ada sekarang hanya kesakitan yang tidak menimbulkan air mata.
Malang, 26/02/18












