Kemarin, iya, pas hari Senin yang kebetulan lagi tanggal merah, aku nyelesain baca novel dengan judul Di Tanah Lada. Maunya, sih, namatin series Not Me. Cuma nggak bisa, soalnya aku tidur barengan sama mama dan uwa aku di ruang tengah. Gak mungkin, kan, aku nonton BL pas ada mereka😨
Nah, aku tau novel Di Tanah Lada ini gara-gara nyari rekomendasi buku di iPusnas lewat Twitter. Aku penasaran, dong, karena banyak yang bilang novelnya memang bagus. Kebetulan, aku udah antri dari lama novel ini di iPusnas, cuma gak dapet-dapet. Terus, ada, tuh, yang nyaranin baca di iJakarta, katanya sama aja kayak iPusnas, cuma stok bukunya emang lebih banyak. Dannn, bener ternyata, aku berhasil pinjam novel Di Tanah Lada ini di iJakarta. Udah tiga novel yang aku baca dan kesemuanya aku pinjam di iJakarta karena emang di iPusnas, tuh, bisa dibilang saingannya ketat. Aku mungkin bakal cerita tentang dua novel lain yang udah aku baca di iJakarta. Tapi, nanti, ya.
Novel Di Tanah Lada ini nyeritain tentang Ava, yang sedari ia lahir, sudah dibenci oleh papanya. Bahkan, nama yang diberikan ayahnya untuknya sangat-sangat tidak pantas dan kejam, yaitu Saliva, yang berarti ludah. Namun, mamanya yang memang sangat mencintai Ava, ketika proses membuat akta kelahirannya, dengan sengaja mengubah satu huruf namanya sehingga berubah menjadi Salva.
Ava tumbuh besar dengan didikan sang kakek. Kakek Kia, namanya. Kakek Kia mengajarkan kepada Ava cara berbahasa yang baik dan benar sesuai dengan kaidah kebahasaan. Bahkan, di hari ulang tahun Ava, Kakek Kia memberi kado berupa kamus KBBI kepada Ava. Ava sangat menyayangi kakeknya. Namun, kakeknya itu meninggal dan memberikan uang yang banyak sekali kepada papanya. Papa Ava senang berjudi, sehingga saat tangannya menggenggam uang sebanyak itu, dia seolah kelabakan. Papanya ingin pindah ke Ibukota Jakarta sehingga membuat Ava dan mamanya harus mengikuti kemauan pria itu.
Mereka pindah ke sebuah rusun yang dinamai Rusun Naro. Bangunannya jelek, kotor, dan tidak layak huni. Namun, papanya memaksa Ava dan mama tinggal di sana. Semenjak saat itu, papanya jadi senang berjudi sambil mengajak mamanya ikut serta sehingga Ava ditinggalkannya seorang diri. Nah, dari sanalah Ava bertemu dengan anak laki-laki berusia 10 tahun yang mengaku bernama P. Ya, P saja. Ava heran, bagaimana bisa orang hanya memiliki nama P saja, tanpa ada embel-embel lain di belakangnya? Ternyata, P menjelaskan, bahwa papanya membencinya sehingga dengan sengaja memberinya nama yang tidak layak.
Ava dan Pe kian hari semakin dekat dan saling menyayangi. Keduanya seolah mempunyai ikatan yang sangat kuat walau baru bertemu beberapa hari. Percakapan-percakapan Ava dan P sangat polos dan sederhana. Seolah memiliki nasib yang sama, keduanya setuju bahwa semua papa di dunia itu jahat. Bahkan, aku teringat percakapan mereka yang kurang lebih membahas tentang P yang tidak mau menjadi papa, ia ingin menjadi kakek saja karena kebetulan kakek Ava sangat baik. Mereka benar-benar hanyalah anak kecil korban orang-orang dewasa berhati kejam yang dengan tega merenggut kebahagiaan keduanya.
Aku gak akan bercerita lebih banyak tentang isi novelnya. Mungkin, kamu bertanya-tanya, apa arti dari judul Di Tanah Lada? Silahkan baca saja, kalian tidak akan menyesal.
Aku sangat sedih karena Ava dan P seolah dituntut untuk dewasa sebelum waktunya karena keadaan yang memaksa mereka untuk begitu. Sakit rasanya saat mereka harus mencoba lebih mengerti orang dewasa, tanpa ada usaha yang sama dari pihak yang lainnya. Aku begitu tersentuh oleh kasih sayang yang mereka bagi, kepedulian yang mereka tunjukkan tanpa rasa malu, dan harapan kebahagian untuk satu sama lainnya yang tak pernah lekang terucapkan dari bibir mereka, aku tersentuh. Sangat.
Jujur, di penghujung akhir, memang ada plot twist yang tidak kusangka-sangka. Dan ending dari novelnya berhasil membuat luka tak kasat mata di dadaku. Mereka hanyalah anak kecil, sepantaran keponakanku yang seharusnya diberikan kasih sayang dan perhatian selayaknya anak kecil harus dapatkan.
Novel ini masterpiece. Keren. Terima kasih Kak Ziggy Z sudah membuat karya tulis yang sangat luar biasa dan menyentuh hati.