Dua Puluh Lima
Damn 25 tahun ! bener ya kata orang time flies too fast.
Perasaan baru aja kemaren gw masih tinggal di pondok , berkelut sama kita kitab bahasa Arab , ngafal mati matian buat setoran hafalan Al - Quran , masih merengek rengek minta transferan dari orang tua biar bisa mengiyakan ajakan temen jajan ke kantin.
25 tahun , udah seperempat abad gw hidup di dunia.
Masa usia dimana lo ga terlalu tua, tapi ga bisa lagi dibilang muda.
Pun di umur ini apa yang dulu gw cuma denger dari abang abangan tongkrongan, dan juga temen kerja yang lebih tua dari gw, akhirnya gw rasakan.
Yup, Quarter life crisis.
Quarter life crisis itu adalah fase dimana lo mencari apa tujuan hidup. Karena biasanya, di umur dua puluh lima, semua hal yang mendasar udah bisa terpenuhi. Kuliah udah selesai, kerjaan udah mulai stabil, kedewasaan sudah mulai tumbuh.
Dan diumur ini kita dihajar peer pressure dari circle terdekat hidup kita.
Ada yang udah menikah, ada yang udah bisa hidup dengan bisnis yang dirintis dari 0, ada yang insta storiesnya udah kaya monopoli, belahan negara udah dipijaki.
Dan hal hal lainya yang sebenarnya tidak layak jadi bahan pembanding.
Doa gw di umur 25 tahun ini, semoga gw bisa jauh lebih bermanfaat lagi untuk sekitar.
Lebih dewasa lagi untuk menentukan pilihan hidup, lebih adaftip sama kehidupan, selalu ambil peran baik dalam apapun.
Di umur 25 semoga makin banyak wishlist wishlist yang bisa gw checklist, dan makin ikhlas menerima takdir kurang baik menimpa gw.
Dua puluh lima tahun yang lalu, seorang bayi laki-laki lahir ke dunia.
Dua puluh lima tahun kemudian, laki-laki itu sudah mendewasa.
















