Do’a
Pernah ada di fase ngerasa semua pencapaian yang didapet selama ini, apa yang dimiliki selama ini itu hasil dari apa yang gue usahakan sendiri, tanpa begitu merasa adanya campur tangan Tuhan di dalamnya. Sampai ngerasa nggak perlu untuk berdoa demi dapetin apa yang gue pengen.
Tapi makin ke sini gue sadar, tanpa kita sadari Allah itu ngasih banyak doa-doa yang kita minta dan bahkan doa-doa yang nggak pernah kita minta. Cuma masalahnya, kita sering banget lebih fokus sama hal-hal yang Allah nggak kabulin. Rasanya kayak doa kita mentok di langit-langit kamar, padahal sebenernya Allah lagi siapin sesuatu yang lebih pas buat kita.
Gue jadi inget cerita tentang para sahabat dulu, waktu mereka tahu kalau doa-doa yang nggak dikabulin itu ternyata jadi ladang pahala di surga, justru mereka jadi pengen semua doa mereka nggak dikabulin. Karena mereka ngerti, yang di dunia ini cuma sementara, tapi yang di akhirat itu selamanya. Dan mungkin, apa yang kita kira kegagalan atau doa yang nggak kesampaian, justru Allah lagi tukerin dengan sesuatu yang lebih besar nilainya.
Dari situ gue belajar, ternyata doa itu bukan cuma soal “dikabulkan atau nggak dikabulkan.” Doa itu cara kita ngingetin diri sendiri kalau kita nggak pernah benar-benar jalan sendirian. Apa yang udah kita punya sekarang, apa yang udah kita capai, itu memang buah dari usaha, tapi juga hasil dari rahmat dan kasih sayang Allah yang sering kita abaikan.
Jadi mungkin, bukan soal perlu atau nggak perlu berdoa. Tapi soal bagaimana doa bikin hati kita lebih lapang, bikin langkah kita lebih ringan, dan bikin kita percaya bahwa apa pun hasil akhirnya, itu selalu yang terbaik menurut Allah.












