Gadis berambut hitam gelap sebahu itu memasuki kelasnya dengan tergesa. Beberapa teman sekelas Medisha yang sudah mulai berdatangan memandangi Medisha dengan sorot tanya. Baru kemarin siang ketika mereka mendapati gadis mungil bermata sipit itu pucat pasi dan nyaris pingsan setelah mendapati cicak hidup-- di kotak kado berpita biru muda yang diberikan oleh Mahannra-- meloncat ke pergelangan tangan gadis itu. Setelah berteriak kencang dan menjadikannya pusat perhatian, tubuh Medisha langsung lemas yang disusul dengan getaran di kedua bahunya, yang menandakan gadis itu benar ketakutan. Dan sekarang, hari masih terbilang pagi, gadis itu membuat kehebohan baru. Lagi.
Sageeta, atau yang biasa dipanggil Geeta menoel-noel pundak Medisha beberapa kali sebelum akhirnya gadis itu menatap Geeta dengan wajah masamnya. "Kenapa lo? Liat cicak lagi?" Tanya Geeta asal.
Bukannya menjawab, Medisha malah mengacak rambutnya frustasi. Sudah menjadi rahasia umum kalau Medisha Catlyna Disatya merupakan gadis ekspresif dengan sejuta tenaga yang rasanya tak pernah habis di tubuh mungilnya yang menggemaskan itu. Iya menggemaskan, karena tinggi Medisha hanya 155 cm saja, padahal umurnya akan menginjak 17 tahun dalam hitungan minggu lagi. Medisha bisa berteriak heboh ketika terlalu excited terhadap sesuatu, atau merengek manja atau bahkan mengamuk sambil menganiaya korbannya ketika marah. Iya, Medisha sebegitunya memang. Dan Geeta, sahabat sekaligus teman sebangku gadis itu sedari Kelas dua SMP sudah terbiasa dengan tingkah Medisha yang seringkali ajaib.
"Dis, lo kesambet apa gimana sih? Kayak orang kurang waras tau gak," ujar Geeta sambil menatap Medisha aneh, di mata Geeta sekarang Medisha seperti seorang pasien rumah sakit jiwa yang kehabisan obatnya.
Sambil memberengut, Medisha mengusap wajahnya frustasi kemudian mulai bercerita soal kejadian tadi pagi kepada Sahabatnya, Geeta. Dengan ekspresi yang berubah-ubah selama ia bercerita, Geeta mendengarkan dengan seksama sekaligus menahan tawa geli yang sedari awal ingin dia muntahkan. Bagaimana mungkin sahabatnya ini bisa salah membedakan antara Mahesa dan Mahannra? Oke, secara fisik mereka mirip, tapi style mereka berdua jelas beda jauh!
"Jadi gitu taaaaa," Medisha mengakhiri ceritanya dengan raut sedih bercampur sebal yang tercetak jelas di wajahnya. Kali ini, Geeta tidak bisa menahan lagi. Ia tertawa kencang-kencang. Dan kali ini dia yang menjadi pusat perhatian.
Menyadari hal itu, dia menghentikan tawanya sambil tersenyum sumir ke teman sekelilingnya yang mulai meledek dan menertawai kehebohan Geeta. "Duh malu gue ketularan gila lo," celetuk Geeta kepada Medisha. Mendengar itu, Medisha hanya memutar kedua bola matanya malas.
"Yah lo sih blo'on. Mahannra sama Mahesa kan dari style aja keliatan bedanya. Mahesa tuh rapi terus selalu pake bomber jaket tiap ke sekolah, kalau Mahannra ya kebalikannya, urakan, seragamnya gak pernah rapi, kadang malah gak dikancing tuh kemejanya, belum lagi telinga kirinya yang di piercing pakai anting hitam. Ya kali sih lo masih ketuker, dissss," jelas Geeta panjang lebar. Ia gemas banget sama Medisha yang suka bertindak tanpa pikir terlebih dahulu, jadinya sering malu sendiri kayak sekarang ini.
"Ya gimana sih ta, gue kan udah terlanjur emosi," belanya sambil mengerucutkan bibir. Ingin rasanya Geeta menoyor kepala Medisha yang bebal itu.
"Ya mampus deh, malu kan lo. Main tampar anak orang aja, untung Mahesa gentle, jadi gak nampar lo balik," ucap Geeta gemas.
Medisha yang mendengar jawaban Geeta yang seakan membela Mahesa jadi kesal sekarang. Dia kan gak maksud tampar Mahesa, lagi juga siapa yang tau itu bukan Mahannra? Oke fine, cuma dia yang gak tau itu Mahesa. Tapi plis, kata-katanya Geeta itu lho.. menyebalkan!
"Ck, lo tuh sahabat gue apa sahabatnya si Mahe sih," Medisha hanya bisa mendumel mendapati respon Geeta yang menyebalkan itu. Sebelum mendengar Geeta mengoceh lebih panjang lagi, Medisha memutuskan untuk menyetel lagu keras-keras dan menyumpal kedua telinganya dengan headset.
Geeta yang melihat tingkah sahabatnya hanya bisa geleng kepala. "Gila ya ni anak, tadi dia yang curhat. Giliran dikasih tau malah begini. Minta ditabok apa gimana sih," sungut Geeta kesal. Sebelum dia ikutan kurang waras karena ulah Medisha yang seenak jidat, Geeta memutuskan untuk beranjak ke meja Putry cees untuk melanjutkan gosipnya yang tadi sempat terputus.