seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from Canada
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Romania
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from China
seen from China
seen from Canada
seen from Australia
seen from Qatar
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Canada
It's funny because you meet these people and they make you laugh and they give you hope and they make you realize that there is so much more to life and when you're with them you forget how empty you felt before. #Dabarkads #friends #edoy #batchmate #fromHighschooltillnow #thankyou sa Wala na butang Wala koy nakita pic na pede icrop sorry (at Oracle Arena - Golden State Warriors vs. San Antonio Spurs)
Lalu dia mengatakan ini: "Kalau kita sadar memilih kata-kata yang biasa saja, kata-kata yang tidak istimewa, maka itupun sebuah pilihan. Sebuah upaya untuk menidakbiasakan kata yang biasa-biasa saja dan mengistimewakan kata yang di mata yang bukan penyair tidak istimewa." -Edoy-
Saya, kadang pengen minjem otaknya edoyaa buat nulis puisi. Setiap baca yang dia tulis, saya kayak lagi plesiran. Nemu banyak hal baru berupa diksi atau pilihan kata, logika, dan lain sebagainya. Puisi, karya seni, karya sastra yang lain, seperti lukisan, gak punya definisi jelas, kriteria mutlak perihal mana puisi yang bagus dan mana yang tidak. Menurut selera saya, puisi punya kekuatan dari makna sebuah diksi yang tersembunyi. Ruhnya ada di sana. Yang membedakan puisi dan karya tulis lainnya ada pada kebebasan, ketakteraturan (bukan ketakteraturan eyd), keromantisan dalam bentuk kenyelenehan, dsb dsb. Tapi, tidak juga yang gelap. Pengap. Hingga mata kesulitan menangkap. Cukup dibalut tipis dengan frasa-frasa tak biasa, yang manis tak berlebihan memusingkan. *tarik nafas* Selera boleh begitu, tapi nyatanya?! heeuuhhh... saya perlu buanyak baca. *kejer* Perlu lebih terbuka menerima kata-kata baru agar yang digunakan tak itu melulu. Sejauh ini, ya duduk manis saja sebagai penikmat, sambil menatap ke dalam matanya lekat-lekat, dan membatin, kapan isi kepalanya bisa saya ambil dengan cepat.
Bahagianya Ada pada Peluhku, Nyonya
Cing...cing...cing... Dari belakang tembok kusam, terdengar dencing yang sibuk antara sendok perak dan piring-piring mungil. Seketika, kenangan kembali melungkah dari kepala; meluncur ke kedua pelupuk mata. Perjamuan malam musim hujan lalu, kau suguhkah kue warna-warni pada sebuah piring cantik peninggalan Eyangmu. Kuemu manis, sayang jarimu seperti rintik gerimis, yang kurus dan dingin. Ingat betul, kala itu matamu serupa rekah fajar yang aduhai. Ia molek tanpa mengerling. Melihatnya aku melayang. Bingung. Aku bingung. Ingin membawamu pulang, menyimpanmu dalam saku celana yang berlubang. Tapi, embus udara bergincu merah darah, ikut gelisah tak memberiku markah untuk bercinta. Ia memanas seperti cerek yang mulai berisik. Aku memilih pulang. Jalan setapak aku susur membusur dari ujung barat hingga timur. Angkutan umum berwarna merah muda di persimpangan depan jalan lalu mengangkutku beserta kegelisahan yang hanya bisa selesai dengan lenguhan. Lantas berhenti aku di jembatan merah. Tempat beringin tua menjadi raksasa bisu kala itu. Ia menyaksikan aku kewalahan ketika lembut bibirmu menyentuh kelopak mata kananku. Ah. Aku gelisah tak sudah. Basah ingin membelah. Aku marah pada Sang Nyonya rumah. Baginya, tidakkah cinta bisa dipercaya? Tidakkah dia bisa terima bahwa kebahagiaan darah dan dagingnya ada pada peluhku?! Arisan kata bersama edoyaa.. 10 Frasa: angkutan umum, jembatan merah, embus udara, rekah fajar, beringin tua, tembok kusam, perjamuan malam, saku celana, piring cantik, jalan setapak.
Arisan kata dengan edoyaa. Dari 10 kata jadi 1 puisi. Menariiikk! Makasih, masnyaa.
Berikut Adalah Surat Balasan
Dear, Edoy dan Linda yang entah sedang apa. Ini surat, jelas adalah surat balasan untuk dua surat kalian. Betapa menyenangkannya, membaca surat yang kalian kirim. Aku anggap itu adalah undangan yang dikirim oleh merpati berparuh emas. Tapi, anehnya surat itu juga seperti hutang 2 milyar yang harus segera aku bayar lunas. Edoy, iya ini tahun kedua kita absurd-absurd-an. Aku kaget kamu masih ingat kenapa tahun kemaren aku gak bisa datang ke gathering Pos Cinta. Tapi mungkin, mengingat sesuatu sebenarnya adalah mudah ketika justru kamu tidak ingin mengingatnya. Tahun ini, mudah-mudahan kita bisa ketemu. Syaratnya, kamu gak boleh senyum-senyum. Mukanya harus asem, sambil nyodorin sebungkus Sarimi Ayam Bawang, trus bilang, "Ini, biar kamu tambah gendut, Des." gitu. Tapinya, kalau masih juga belum bisa ketemu, maafkan dengan segala kemurahanhati yang kamu miliki. Mohon mengerti dengan gigi satu. Linda, Nda, Maneka, yang berharap datangnya Sukab, jadi Udin Ramen dan Sarimi dibubukeun teh, pancingan?! Jadi, menurutmu aku ikan lohan?! Kamu lupa kalau aku sejenis lumba-lumba?! Gak lucu ketang ah. Geuleuh gitu aku hih! Nda, sebenernya tanpa pancingan-pancingan itu, aku udah pengen banget mem-Bandung. Kamu gak usah khawatir soal itu. Haha. Eh iya, lho, aku curiga di rumahku banyak dipasang lem. Aku gak bisa kemana-mana. Lemnya berupa ini ono, urusan domestik, dan bagian kecil dari kewajibanku sebagai ya gitu lah..kamu tahu. Tapi, tenang, aku bukan patung yang diem aja gak ada usaha. Sayangnya, haha, aku bukan tipe yang keras kepala memaksakan sesuatu yang memang gak bisa. Aku gak mau capek dua kali, capek kecewa dan capek maksa-maksa yang gak bisa. Lemah. Menimbang lanturan di atas, aku sedih sebenernya.d Alasannya gak perlu gamblang aku tuliskan kan ya?! Pokoknya, kalau satu Maret nanti, kita bertiga gak juga bisa ketemu, salahkan Jokowi! *mbuh* Oke.. Salam hangat-hangat kuku buat kalian ya. Jarak harus kita buat malu aja pokoknya; terserah dengan cara apa!