Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba saya dapat dm dari seseorang yang tak saya kenal. Ternyata dia meminta izin untuk merepost tulisan-tulisan saya dan dibuatkan template yang lebih menarik.
Tentu saja saya senang ada yang mengapresiasi tulisan itu. Yang sejujurnya saya pun lupa tepatnya kapan menulisnya.
“terima kasih telah menuliskan tulisan² kebaikan, smg tercatat sebagai amal jariyah. Izin merepost kembali ya kak. Barakallahu fiik.” Begitu katanya.
Tetiba saya merenung, itu respon untuk satu-dua judul tulisan yang saya pernah buat. Alhamdulillah-nya bernilai positif dan dapat bonus di doakan.
Pasalnya ada lebih banyak lagi tulisan lain yang saya tidak tahu kelak akan memberatkan saya dalam timbangan amal atau malah sebaliknya, justru memberatkan saya melangkah menuju keridhoan-Nya. Hmm… kan jadi merinding sendiri.
Begitulah resiko kita ‘bermain’ di social media. Yang luasnya tak terjangkau oleh kita. Akan banyak yang kita tinggalkan di sana ketika kita sudah bertemu ajal. Yang masih bisa dilihat oleh banyak orang.
Belum lama, salah satu teman saya galau berat karena masih ada tampilan foto selfinya di pencarian google. Padahal dia sudah berusaha keras untuk menghapusnya. Dia mengaku menyesal pernah dengan begitu mudahnya dulu menguploud apa saja di social media. Yang ketika memutuskan hijrah baru kerasa kurang manfaatnya.
Semoga kita bisa jauh lebih bijak dalam meninggalkan tutur kata, like dan share maupun posting-posting lainnya di social media. Karena ketika kita sudah tiada. Siapa pula yang bisa membantu membersihkannya?
Merenung dalam-dalam.
@azurazie_
#epipremnumpinnatum #sirihgading #plantsmakepeoplehappy #plantssofinstagram #plantmakemehappy #azurazie_ https://www.instagram.com/p/CIaAX_wlpQA/?igshid=1iuzpszatyeki













