Kalo kamu ingin tahu rasanya sakit hati; kamu coba saja berdiri di tempat yang paling tinggi, lalu lompatlah. Saat kamu jatuh menyentuh tanah, sakitnya pasti tak terkira. Syukur jika kamu tidak meninggal, tapi kemungkinan buruknya kondisimu tak akan sama seperti sebelum kamu memutuskan melompat--bisa jadi kamu akan cacat seumur hidup, dan terpaksa harus mengenakan kursi roda untuk mobilitasmu seumur hidup; atau kamu akan terus tertidur panjang dan yang membuatmu terus hidup hanya alat bantu pernafasan; dan dokter yang akan menentukan sampai kapan kamu akan mengenakan itu.. Jadi, jangan pernah menyarankan seseorang yang sedang sakit hati untuk memaafkan segalanya. Iya, dalam anjuran agama mungkin lebih baik; tetapi apa itu yang mereka butuhkan? Bukan. Yang perlu kalian lakukan cukup mendengarkan ceritanya; dan mencoba memahami bahwa mungkin ia butuh waktu, mungkin ia hanya ingin meluapkan emosi yang masih tertinggal, dan mungkin ia seperti itu karena bukan kita yang mengalami.. Tetapi yang lebih penting dari itu semua, tak usah bertanya hal-hal yang "hampir sembuh". Karena luka yang ditaburi garam (lagi), pasti lebih perih; daripada kata netizen yang selalu merasa maha benar dengan jempolnya.. PS.: Tapi foto ini sebetulnya menandakan kalo akoh pengen ke #Bulukumba lagi 😂😅 Photographer by: @udiplv_artphotography Date taken 2/12/2017 #exploreIndonesia #exploreBulukumba #NikonD5100 #Nikon_Indonesia #Nikonphotoghraphy #Nikonphoto #indonesia_photography #instanusantara #BulukumbaKeren #beach #backtonature #pesonaIndonesia #wonderfulIndonesia #visitIndonesia #visitBulukumba #visitSulsel (di Appalarang Bulukumba) https://www.instagram.com/p/BuN9CvqAEun/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=r1a8dbu64ei4









