Fairish. Novel pertama yang aku baca sekaligus membuatku jatuh cinta hingga kecanduan dengan buku khususnya novel. Kala itu aku masih duduk di pertengahan bangku putih-merah, oh astaga... Aku membaca buku yang dibeli kakakku itu berulang kali. Tentu saja, bisa dibayangkan bagaimana pemikiran anak SD saat itu---oh maksudku tolong jangan bandingkan anak SD zaman dulu dan kini. Novel Teenlit yang sukses diangkat ke layar televisi ini--pada zaman itu-- menjadi novel favoritku hingga detik ini. Bahkan aku menetapkan Mbak Esti Kinasih sebagai penulis Teenlit favoritku. Dulu, untuk mendapatkan informasi dan membeli buku belum semudah sekarang. Aku sempat tertinggal informasi tentang karya Mbak Esti. Hingga novel Trilogi Jingga diluncurkan. Awalnya aku tidak begitu tertarik, sampai akhirnya 2 tahun lalu aku menemukan Jingga dan Senja yang tersudut di sebuah emperan toko buku belakang Taman Pintar--masih tersegel rapi. Aku tergelitik untuk mencari seri keduanya, Jingga dalam Elegi. Aku menemukannya di Gramedia yang saat itu hanya tersisa 3-5 ekslempar. Betapa sulit mencarinya karena penataannya yang sudah tidak teratur. Lalu aku sempat terkecoh dengan sampul seri ketiganya, Jingga untuk Matahari, di internet. Aku pikir JUM sudah terbit. Aku berencana 'memburunya'. Aku bahkan sempat berdebat dengan salah satu pemilik kedai toko buku. Dan di akhir 2016 kemarin, aku mendapatkan JUM lewat PO yang diadakan Gramedia. Estikinatic mendesah lega karena JUM akhirnya terbit. Tentu mereka dibuat menunggu lebih lama daripada aku. Sekitar 6 tahun mereka menunggu kelanjutan Jingga-Ari-Ata. Baru saja aku membaca di @fiksigpu bahwa beberapa novel Mbak Esti akan dicetak ulang. Betapa aku tidak sabar menunggunya. Oh, tentu saja aku lebih tidak sabar menanti seri keempat dari 3 Matahari itu. Matahari untuk Sandyakala. #Fairish #TrilogiSenja #JinggadanSenja #JinggadalamElegi #JinggauntukMatahari #EstiKinasih #teenlit #koleksi #favorites













