Fan Corner #2
Two awesome pieces of art done by a friend who’s dA I do not know. :(
I think these pieces speculate on a chess AU where Tawny spills all his ketchup and China initiates a ketchup trade embargo??

seen from France
seen from Yemen

seen from United States

seen from Türkiye
seen from France
seen from Belgium

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from United States

seen from Yemen
seen from United States
seen from Belgium

seen from Switzerland

seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from T1

seen from Mexico
seen from Spain
Fan Corner #2
Two awesome pieces of art done by a friend who’s dA I do not know. :(
I think these pieces speculate on a chess AU where Tawny spills all his ketchup and China initiates a ketchup trade embargo??
प्रशंसक लाइमलाइट - युद्धवीर सिंह
प्रशंसक लाइमलाइट - युद्धवीर सिंह (Fan Limelight Yudhveer Singh) #ComicsByte #FanCorner #ComicBookArtist #ComicsReviews #Comicbooks #IndianComicsFandome #Blogger #Critic #Writer #Limelight
मोहित शर्मा ‘ज़हन’ (Mohit Sharma): मेरठ, उत्तर प्रदेश के रहने वाले श्री मोहित शर्मा वैसे तो ‘मास्टर ऑफ़ बिजिनेस एडमिनिस्ट्रेशन’ के डिग्री धारक है, अपनी प्रारंभिक शिक्षा उन्होंने आगरा से प्राप्त की और आज ‘लोएँसब्रिज’ नामक संस्था के साथ कार्यरत है लेकिन उनसे जुड़े लगभग सभी मित्र ये जानते है की वो एक कॉमिक्स प्रेमी और आला दर्जे के लेखक भी है. वर्ष 1999 में ‘कारगिल’ युद्ध के समय लिखी उनकी कविता दैनिक…
View On WordPress
Amazing drawing of Tawny in Tomato Heaven done by http://enviousjam.deviantart.com/! Go look at all the other art this incredible person has done!
FanCorner – Xenokuden The Fantasy Story ACT.2 by Xenokuden Hanya di http://toraheki.com/fancorner-xenokuden-the-fantasy-story-act-2-by-xenokuden/ Toraheki
Check Info Gaming Indonesia Terbaru di http://toraheki.com/fancorner-xenokuden-the-fantasy-story-act-2-by-xenokuden/
FanCorner – Xenokuden The Fantasy Story ACT.2 by Xenokuden
Sore Guys! Toraheki Kembali Lagi dengan sub kolom Fan Cornernya, melanjutkan Part 1 Dari Cerita Fantasy Xenokuden dan kali ini cerita semakin seru dengan munculnya karakter – karakter baru! Bagaimana kelanjutan cerita kemarin ? yuk kita simak!
Xenokuden The Fantasy Story yang menceritakan dunia fantasi Xenokuden perjalanan persaudaraan yang penuh dengan cerita mendebarkan, mengharukan yang kental dengan suasana RPG klasik cocok untuk kalian pecinta novel fantasy
CHAPTER 2
THE BLADE MASTER
Klontannnggg!!! Tiba-tiba kudengar suara nyaring seperti benda logam yang beradu dengan benda keras… Bunyi apa itu?!
Memberanikan diri, akupun membuka mata. Kulihat golok yang tadi siap membelahku menjadi dua itu ternyata telah tergeletak ditanah! Aku memandang ke arah pria pemilik golok itu. Dia mengerang kesakitan dengan memegangi tangannya yang tampaknya sumber dari rasa sakit.
“Akkkhhhhh!!! Ta-tanganku…!!” erangnya.
Apa yang menyebabkan pria besar ini kesakitan!? pikirku. Lalu aku menemukan sesuatu dan mataku pun terbelalak. Aku melihat sebatang rumput…? rumput kecil yang tertusuk di pergelangan tangannya?! Tidak mungkin!! sekuat apapun ditekan, rumput tidak akan bisa melukai apalagi sampai menusuk daging manusia… ini benar-benar tidak masuk akal! orang yang sanggup melakukannya pasti orang yang sangat hebat… tapi siapa!?
Kemudian aku melihat seorang pria, yang tampaknya bukan salah satu dari anggota mereka, didekat sebuah pohon besar… dia sedang bersandar dibatang pohon tersebut sambil tangannya bersedekap didadanya. Pria itu cukup gagah. Dia memakai syal dan bandana berwarna merah didahinya, rambutnya cepak dengan beberapa helai jatuh menutupi kening. Wajahnya kelihatan sangar dengan luka didagu yang memiliki sedikit rambut disekitarnya… kesannya memang agak kurang terurus, tapi menurutku cocok juga.
Satu-satunya dugaan kuat yang menyimpulkan bahwa pria itu bukan salah satu dari anggota gerombolan Mamboo adalah pakaiannya. Dia memakai armor kulit yang berpadu dengan lapisan logam didadanya, bagian tangannya dibiarkan terbuka tanpa sehelai kainpun yang membuatnya tampak kekar… sebenarnya tidak semuanya terbuka, dibagian lengan dia lengkapi dengan sarung tangan kulit. Dan yang tak kalah penting adalah pria ini membawa sebuah pedang yang tampaknya tidak kalah kuat dengan golok milik gerombolan Mamboo.
“Hei, kau tidak apa-apa?!…” tanya salah seorang dari mereka kepada temannya yang sedang mengerang kesakitan, seraya memandang kearah pendekar misterius itu.
“Siapa kau sebenarnya…!!?” lanjut orang itu.
“Kami tak ada urusan dengan kau, kenapa kamu mengganggu kesenangan kami!?!” sambung rekan sebelahnya.
“Maaf nih kalo aku mengganggu tuan-tuan sekalian, aku hanya tidak bisa tinggal diam melihat cara kalian yang menjijikan” jawab pria itu.
“Apa!!? Apa maksudmu dengan menjijikan!!?” protes salah seorang dari gerombolan Mamboo.
“Menyerang seorang wanita yang tak berdaya tanpa sebuah senjata? Benar-benar perbuatan yang memalukan…” kata pria itu “…Apalagi menyerang dengan beramai-ramai seperti ini, kalian pasti cuma anjing penjilat yang tidak punya harga diri.” lanjutnya.
Hebat!! pikirku. Itu adalah kata-kata terhebat yang pernah ditujukan kepada mereka! nyali pendekar itu pasti besar sekali. Hatiku sekarang jadi terasa lega… tapi agak was-was juga, apakah pendekar ini tahu dengan siapa dia berbicara?
“A-apa…!!?” teriak beberapa dari mereka yang tampaknya mereka sudah mulai tersinggung. “Kau kira kau ini bicara dengan siapa hah?!! Kami ini adalah gerombolan yang paling ditakuti di daerah ini tau! Kami adalah gerombolan Mamboo yang tak terkalahkan!!” kata salah seorang dari mereka dengan penuh semangat.
Pria itupun diam membisu…
Aduhh!! apa dia dari tadi belum menyadari kalo dia sekarang ini sedang berhadapan dengan gerombolan Mamboo yang terkenal sangat kejam itu?
“He-he-he… kenapa diam saja? kaget ya!? Kalo kami ini ternyata adalah gerombolan Mamboo?” sela mereka “Tapi sayang, semuanya sudah terlambat… kau sudah tidak bisa diampuni lagi karena telah menghina kami!” pinta orang yang satunya lagi.
Lalu kulihat dia pun mulai angkat bicara “Oh… jadi kalian ini ya gerombolan Mamboo?” katanya dengan santai. “Gerombolan amatir yang baru keluar dari perut pohon kacang dan sudah sok jagoan itu…?”
Busyet!… omongannya bener-bener berani! Rasanya aku ingin ketawa mendengar ucapan tadi… terus terang, memang harus ada seseorang yang mengatakan kalimat itu kepada mereka, biar mereka tidak selamanya congkak. Tetapi bagaimanapun juga mereka adalah gerombolan yang terkenal sangat kejam, sekarang mereka pasti sudah benar-benar tidak dapat dikendalikan lagi, dan yang pasti akan terjadi pertumpahan darah walaupun aku nggak yakin pendekar itu akan mampu mengalahkan mereka semua.
Aku berpikir… apakah ini saat yang tepat untuk lari!? Tidak, sebaiknya aku tetap disini sampai keadaan benar-benar genting.
“Bbb… BANGSATTTTT!!!! Kau telah benar-benar menghina kami, kami tidak akan mengampunimu!!!” teriak mereka dengan berang.
“Su-sudah!… jangan banyak omong lagi, kita bunuh saja dia!!” Orang yang terluka dipergelangan tangannya tadi tampaknya sudah mampu berbicara lagi.
“Dia benar! Ayo kita potong-potong orang ini!! HIAAAAA…!!!!” Lalu mereka pun dengan serentak maju untuk menghabisi pria itu.
Sementara mereka merengsek maju, aku melihat pendekar itu malah memejamkan kedua matanya. Ha? Apa-apaan itu?! Dia memejamkan mata?… apakah dia mulai menyesali perbuatannya? Ckk, sayang sekali semua sudah terlambat… mereka sudah tidak dapat dikendalikan lagi emosinya.
“Hiaaaa….!!! Terima ini!!” teriak seorang dari gerombolan Mamboo, orang tersebut telah berada beberapa langkah didepan pendekar itu dan siap membacoknya.
Lalu secara tiba-tiba pendekar itu membuka mata, dan tampaklah sebuah wajah dingin yang sarat dengan keyakinan dan kharisma. Tepat sebelum golok musuh menanjap diwajahnya dia sudah melancarkan pukulan kearah muka orang itu dan…
DUAKKKKHH!!! Terdengar bunyi yang sangat keras akibat pukulan pendekar itu, orang yang terpukul pun terpelanting sejauh beberapa kaki.
Hebat sekali! dia bisa melancarkan pukulan telak dalam waktu sesaat sebelum golok itu mengenainya! perhitungan dan perkiraannya benar-benar jitu… orang itu benar-benar tak bisa diremehkan. Tak salah lagi, pasti dia yang telah melempar batang rumput itu sampai menembus daging…
Mereka pun serentak langsung menghentikan serangannya. “C-Coy!! Kau tidak apa-apa…?!!” kudengar salah satu rekannya berteriak. Tetapi sia-sia, orang yang dipanggil Coy itu tidak bergerak sama sekali, kesimpulannya hanya dua… pingsan atau mati.
“Sialan… Coy tampaknya sudah tak sadarkan diri, bagaimana ini!?” pinta yang seorang lagi. “Keparat…!! kita harus tenang dan lebih hati-hati lagi, dia tadi cuma kebetulan saja dapat telak memukul Coy.” kata lawan bicaranya. “Ta-tapi… kenapa Coy bisa roboh dengan sekali pukul?” sela salah satu dari mereka. “Itu juga cuma kebetulan, lagipula Coy tadi sedang lengah. Tenang aja, kita serang dia secara bertubi-tubi dan jangan beri dia kesempatan untuk bernapas apalagi sampai melakukan serangan.” kata orang pertama.
“Tu-tunggu… apa kau yakin bisa berhasil!?” kata orang kedua.
“Hei… kenapa kau ini?! Ingat, kita adalah Gerombolan Mamboo! tidak ada yang dapat menandingi serangan kombinasi kita.” jawab orang pertama. “Roy benar… kita harus mencobanya.” kata orang yang ketiga. “Entahlah… sepertinya aku masih ragu…” orang kedua itu tampak semangatnya sedikit turun. “Heh!… payah kau! kamu ini sebenarnya anggota Gerombolan Mamboo bukan sih?! dia cuma memukul jatuh Coy, itupun secara kebetulan, nggak ada yang istimewa darinya… kita tidak perlu takut.” kata Roy.
Hening… keadaan menjadi sangat hening saat ini… tampaknya masih terdapat rasa takut dan ragu-ragu diantara mereka.
“Ada apa dengan kalian…? bukankah semangat kalian tadi menggebu-gebu? kenapa sekarang menjadi tidak berkobar lagi?” pendekar itu akhirnya memecahkan keheningan.
“Heh… kau salah, dalam keadaan apapun semangat kami tidak akan pernah padam… itulah salah satu kelebihan anggota gerombolan Mamboo.” kata Roy. “Benar!! sebaiknya kau tidak usah cerewet, karena ajalmu akan segera tiba!” tambah teman sebelahnya.
“Bagus… aku salut kepada kalian. Sepertinya kekalahan temanmu itu tidak mengurangi semangat bertarung kalian.” pendekar itu pun menjawab.
“Huh!!… itu tadi hanya kebetulan, lagi pula saat itu Coy sedang lengah sehingga pertahanannya jauh dibawah rata-rata.” Roy pun menimpali.
“Hmm… baiklah kalo kalian mengira itu hanya kebetulan, sebaiknya kau serang lagi aja aku untuk membuktikan kalo aku ini tidak main-main.” Pendekar itu berkata dengan wajah yang dingin. “Kau tidak perlu memintanya lagi…! Ayo kawan kita hancurkan orang ini!!” Roy pun berteriak.
“HIIAAAA…!!! Mati kauuu…!!!!” Mereka pun merengsek maju secara bersamaan untuk yang kedua kalinya, dan kulihat pendekar itu tampak tenang tanpa menunjukan rasa takut sedikitpun.
“Terima ini…!!” Roy berteriak sambil menyabet pedangnya dari atas kebawah… dan pendekar itupun menghindar kesamping dengan tenangnya.
Baru saja pendekar itu menghela nafas, tampak satu lagi sabetan pedang menghadangnya ke arah kepala, secara reflek dia menunduk untuk menghindarinya… Tidak lama setelah itu muncul sabetan satu lagi yang berasal dari bawah… tahu akan hal itu dia langsung loncat untuk mengatasinya… Tapi belum sempat dia mendarat tiba-tiba suatu tusukan mengarah ke jantungnya, sehingga dengan cepat dia memutar tubuhnya untuk menghindari serangan berbahaya itu… dan akhirnya mendarat di tanah dengan mulus.
He-hebat… hebat sekali, pikirku. Benar-benar serangan kombinasi yang mengerikan, pendekar biasa pasti sudah mati atau luka jika menghadapi serangan itu. Tapi…
Plok-plok-plok-plok… pendekar itu menepuk tangannya. “Hebat… benar-benar hebat!” katanya dengan tenang. “Aku tak menyangka kalian bisa sehebat ini dalam melakukan serangan kombinasi…”
Itulah yang membuatku heran… walau baru pertama kali ini aku melihat serangan tersebut, hal itu tidak begitu membuatku kagum karena memang gerombolan Mamboo adalah gerombolan yang tidak hanya sadis, tapi juga hebat dalam menyerang maupun bertahan… hanya saja, yang paling membuatku heran saat ini adalah sikap pendekar itu… dia bisa menghindari semua serangan mereka tanpa tersentuh sehelai kain pun, dan yang lebih mengherankan lagi… dia tampak masih begitu tenang, nafasnya masih normal, seolah-olah menandakan bahwa tidak terjadi apapun sebelumnya…
“Ti-tidak mungkin… ini tidak mungkin, dia dapat menghindari semua serangan kita!?…” kata salah seorang dari mereka.
“D-dia bahkan masih bisa bersikap tenang… tidak ada rasa takut sedikitpun darinya… si-siapa dia sebenarnya?!?” tambah rekannya.
“I-ini mimpi buruk… monster apa yang kita hadapi kali ini…” yang berkata kali ini adalah orang yang tertusuk tangannya. “…Bangsat! kita bukan tandingan orang ini, sebaiknya kita lari dari sini dan memberitahu Tuan Gasbaw tentang kejadian ini.” kata Roy. “K-Kau benar… Tuan Gasbaw pasti bisa mengalahkannya, tak ada yang dapat menandingi Tuan Gasbaw didunia ini.”
Ga-Gasbaw…?!! Aku pernah mendengar namanya, dia adalah pemimpin dari gerombolan Mamboo. Kupikir kehebatannya juga tidak main-main… karena dilihat dari kemampuan anak buahnya aja sudah sehebat ini, apalagi boss-nya.
“Hmm… kenapa!? mau lari ya…? bukankah pertarungan baru dimulai? Kalian sudah berkesempatan untuk menyerangku tadi, sekarang giliranku untuk menyerang kalian.” kata pendekar itu dengan expresi tersenyum sinis.
“A-apa!!? Gawat, dia mau menyerang… jaga pertahanan kalian!!” Roy berteriak kepada rekan-rekannya.
Ini dia… dia mau melancarkan serangan, tampaknya mereka sudah tak punya kesempatan untuk lari.
“Celaka…! kita sebaiknya lari saja sekarang, sebelum orang ini mengamuk!!” kata salah seorang. “Moy benar…!! kita lari sekarang!!” teriak rekan sebelahnya.
“Sudah terlambat…” terdengar pendekar itu berkata dingin.
Wuuuuzzz… pendekar itu mulai bergerak dan…
BUAGGKKHH!! Terdengar bunyi pukulan yang sangat keras… terlihat seseorang terpelanting akibat benturan itu. “A-apa…?! ba-bagaimana bis…” sebelum orang itu menyelesaikan kalimatnya perutnya sudah terpukul dengan keras…BUK!! “Akkkhhhh…!!” sesaat setelah memukul, kemudian pendekar itu bergerak kearah Moy dan… DAKKK! Darah pun keluar dari hidung orang malang itu… lalu diapun jatuh dan tak bergerak lagi.
Kemudian pendekar itu berhenti dan menatap Roy dengan garang… kulihat wajah Roy tampak ketakutan dengan mulut menganga menunjukan suatu ketidak percayaan terhadap apa yang telah terjadi…
Lalu kusadari bahwa mulutku juga dari tadi terbuka menganga… Ini memang tidak bisa dipercaya, kecepatan pendekar itu benar-benar mengerikan… dalam beberapa saat dia sudah merobohkan ketiga orang gerombolan Mamboo yang cukup berpengalaman…
“Ttt-tak mungkin… ba-bagaimana bisa… aku bahkan tidak tau bagaimana kau melancarkan serangan…!?” nadanya tampak ketakutan “K-kau pasti monster…”
“Pergi kau dari sini… pulanglah pada pemimpinmu, katakan pada Gasbaw bahwa ajalnya sudah tiba hari ini.” pendekar itu berkata.
“Hah…!?” cuma itu yang keluar dari mulut Roy.
“Katakan bahwa Blade Master akan mengambil nyawanya dan menghentikan ambisinya untuk selamanya.”
Blade Master?… jadi itu julukan pendekar ini, kataku dalam hati. Julukan untuk seseorang yang nantinya akan menjadi salah satu Pendobrak Gerbang Perubahan di bumi Xenokuden.
ashleymeganlove submitted:wanted to share my deatbat tattoo that i drew myself. people say i should have gotten it somewhere else but i absolutely love it.
avengedsevenfold-uk; that looks fucking sweet! ignore them, it looks great! can't believe you drew it yourself, its awesome! x
constrictyourhandsaroundme submitted:Just got this done yesterday and I had to share it with the awesome people of this blog :D
avengedsevenfold-uk; wow that's fucking awesome!
Congratulations to both Avenged Sevenfold and YOU!.
Avenged Sevenfold won 2 awards at the Golden Gods Awards;
Best Live Band 2012 and Most Dedicated Fans.