Dibalik Publikasi 2017
Faidza ‘Azamta Fatawakkal ‘Alallah.. "Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
Kalimat ini sejatinya adalah potongan dari ayat Al-Qur'an, surat Ali Imran ayat 159. Ayat ini meyakinkan saya ketika tahun lalu sedang berjuang untuk mewujudkan salah satu targetan di tahun 2017. Tepatnya sekitar bulan Agustus lalu, saya merasa semangat untuk melakukan berbagai aktivitas, terutama mengikuti FIM 19 dan mempublikasikan hasil penelitian. Walaupun pekan pelaksanaan pelatihan FIM 19 berbarengan dengan acara publikasi ISAC 2017. Namun, saya yakin bahwa Allaah SWT akan memberikan hasil yang terbaik. Saya tak banyak memikirkan ‘bagaimana’ kedepannya, jika terjadi benturan waktu dan sebagainya. Karena pesan ayah saya, “selagi ada peluang, maka tempuh saja.”
Saat itu, saya bersama team peneliti dari Puslit Kimia-LIPI mendapat kabar bahwa paper kami di-reject untuk publikasi ISAC 2017 *for more info about ISAC 2017 in here http://situs.opi.lipi.go.id/isac2017/. Saya pun harus mengikhlaskan publikasi yang telah dijanjikan oleh pembimbing PKL sejak 2015 lalu. Namun, hal itu tak mematahkan semangat saya untuk melakukan aktivitas lainnya. Saya masih memiliki rencana berikutnya, yaitu mengikuti pelatihan FIM 19.
Saya sangat yakin bahwa Allaah SWT akan memberikan hasil terbaik sebab,
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
Selagi kita berikhtiar karena Allaah SWT dibarengi doa yang tulus, maka hasilnya tinggal kita pasrahkan pada Allaah SWT.
Sekitar satu bulan kemudian, ketika saya sedang fokus mengikuti alur pendaftaran FIM 19 yang terbilang ‘lebih ribet’ dari tahun sebelumnya, saya mendapatkan kabar untuk memperbaiki paper kami. Beberapa waktu kemudian, Alhamdulillaah kami mendapatkan kabar bahwa paper kami diterima.
Di sisi lain, tiba pengumuman FIM 19 saya dinyatakan tidak lolos. Namun, saya merasa bersyukur karena itu artinya, Allaah SWT telah memilihkan hasil yang terbaik untuk saya. Karena pelaksanaan keduanya berbarengan dan hal tersebut akan menyebabkan saya ‘bimbang’ harus memilih salah satunya, jika keduanya diterima.
Ya begitulah sedikit kisah dibalik publikasi tahun 2017 lalu. Memang, ketika kita telah berjuang maksimal disertai doa, maka bertawakal-lah atas hasil yang akan Allaah SWT berikan. Sebab manusia belum mengetahui apa-apa yang terbaik untuknya, sedikit sekali pengetahuan kita terhadap diri kita sendiri. Jangankan untuk masa depan, pengetahuan untuk diri ini saja masih sangat minim. Maka, sempurnakan tugas kita dengan ikhtiar dan berdoa yang maksimal. Hasilnya, serahkan saja pada Allaah SWT.














