Temanmu Ini Manusia Temanmu ini manusia, amarahnya masih bisa meledak, meski ia telah berusaha kuat meredamnya, meski ia tahu bahwa ada surga bagi yang mampu menjinakkan emosinya. . Temanmu ini manusia, ia masih berdebat, merasa paling tahu, merasa paling benar, padahal ada surga bagi yang tidak berdebat meskipun ia benar. . Temanmu ini manusia, masih suka berprasangka, membicarakan orang yang entah termasuk aib atau bukan, terkadang ucapannya tak menyenangkan hatimu, padahal dia sendiri tak suka kalau dibegitukan, padahal yang dia lakukan sama saja dengan memakan bangkai saudaranya, ia tak selalu pandai menjaga lisan, barangkali ia terkadang lupa kewajibannya beriman pada hari akhir. . Temanmu ini manusia, ia masih suka mengeluh; diberi makanan mengeluh, tidak ada makananpun mengeluh, dapat kesulitan sedikit mengeluh, sedikit syukurnya, banyaknya mengeluh, padahal nikmat Penciptanya mana lagi yang dapat Ia dustakan? Nikmat-Nya tak terhitung. . Temanmu ini manusia, masih saja egois, merasa cobaan hidupnya yang paling sulit, padahal bisa jadi cobaan hidupmu yang lebih berat tapi kamu tak mengeluh, temanmu ini masih saja acuh pada kesulitanmu, padahal sesama muslim itu bagai satu tubuh, jika tanganmu sakit, harusnya ia ikut merasakan. Padahal kalau ia membantu meringankan kesulitanmu, Allah pun akan meringankan kesulitannya. . Temanmu ini manusia, bukan malaikat, diberi kelebihan hawa nafsu, lantas diuji oleh hawa nafsunya sendiri. Yang sebetulnya sedang berusaha jadi baik meski nyatanya belum juga baik. Jika menemui nya salah, nasihati lah, dengan cara yang kamupun suka bila dengan cara tersebut dinasihati orang lain. . Temanmu ini manusia, ada banyak perbedaannya denganmu, ada segudang kebiasaannya yang berbeda denganmu, jadi harap maklumi jika ada kalanya ia tak melakukan hal-hal sesuai caramu dan maumu. . Temanmu ini manusia, mohon maafkan🙏 #gafokus #butuhkua #eh #butuhakua #30haribercerita (at Citra Green Dago)