Pre-Order Now Buku Terbaru Bapak #AnandKrishna "#Kebijakan #BhagavadGita bagi #GenerasiY" utk #AnakMuda #Remaja #Pemuda Call/WA 087885111979
seen from Finland

seen from Belgium
seen from Argentina
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Australia
seen from China

seen from Canada

seen from Germany
seen from T1
seen from Poland

seen from Latvia

seen from Russia
seen from China
seen from China
seen from India
seen from China
seen from Hong Kong SAR China
seen from Peru
seen from China
Pre-Order Now Buku Terbaru Bapak #AnandKrishna "#Kebijakan #BhagavadGita bagi #GenerasiY" utk #AnakMuda #Remaja #Pemuda Call/WA 087885111979
Koleksi generasi X dan sebagian gen Y, yg kemungkinan besar sudah tidak dikenali generasi Z. 😂 #genX #genY #generasiX #generasiY #genZ #generasiZ #kaset #kasetpita #kasettape
Generasi Y dan Ketahanan Pangan Indonesia
Sebuah Latar
Seorang teman menceritakan betapa mirisnya kondisi anak-anak muda di tempat asalnya. Tempat asal dia dipenuhi oleh lahan pertanian dan perkebunan akan tetapi kebanyakan pekerja (read : petani) di lahan-lahan tersebut adalah orang-orang tua. Kebanyakan anak muda di tempat asalnya hanya berdiam diri. Teman saya memberikan analisa bahwa anak-anak muda tersebut tidak melakukan apa-apa dikarenakan:
1. Menginginkan hidup dalam gemerlap teknologi modern akan tetapi tidak mampu
2. Tidak ingin bekerja seperti orang-orang tua (read : bertani) akan tetapi tidak memiliki skill selain daripada itu
Teman saya juga memberikan keterangan bahwasannya banyak pula anak-anak muda yang lebih memilih pekerjaan sebagai berikut;
1. Pembantu Rumah Tangga (PRT) karena dianggap lebih mendatangkan uang daripada bertani dan tidak perlu banyak bekerja
2. Kuli Bangunan dengan alasan idem seperti pada alasan pertama
Saya memberikan keterangan tambahan mengenai kasus spesial, - mengenai anak-anak dengan kecerdasan dan kemampuan untuk mendapatkan pendidikan yang diatas rata-rata - yaitu mereka (hampir) tidak ada keinginan untuk kembali ke ‘kampung halaman’ masing-masing dan membangunnya.
Dialektika Ketahanan Pangan
Dalam salah satu pelatihan yang saya pernah dapatkan, salah seorang narasumber yang kebetulan memegang jabatan tinggi di Ind****d terjadilah sebuah dialektika menarik.
Sang narasumber menanyakan bagaimana peranan mahasiswa dalam ketahanan pangan nasional?
Kami, kebanyakan mahasiswa saat itu, menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban membeli produk dalam negeri.
Narasumber hanya tersenyum licik. Kemudian memaparkan konsep ketahanan pangan yang begitu rumit dan dipengaruhi banyak faktor.
Narasumber juga memberikan kritikan yang menohok bagi kami, mahasiswa.
“Generasi kalian (-Generasi Y) kebanyakan ngomong; mengeluh sana sini, tidak tahan tekanan!!!” ujar sang narasumber.
Narasumber juga menekankan pentingnya ketahanan pangan dengan memaparkan konsep proxy war mendatang.
“Zaman kalian, masa depan, proxy war itu berkenan dengan empat hal;
1. Pangan
2. Air
3. Energi
4. Media Informasi
Sudah siap?? Sudah berbuat apa saja, kalian, Mahasiswa?!”
Hubungan Keduanya
Saya jadi berpikir. Bagaimana nasib ketahanan pangan Indonesia, jika saja generasi tua sudah tiada dan generasi kita lah yang saatnya menggantikan mereka dalam mengawal ketahanan pangan Indonesia.
Sudahkah kita bersiap?
Oh jangan rumit-rumit dengan pertanyaan mengenai kesiapan, cukuplah bertanya ‘Sudahkah kita berpikir mengenai ketahanan pangan Indonesia?’
---
Depok, 24 Mei 2015
@ Pondokan Afrika, Kukusan, Beji, Depok